YANG TERPUTUS DARI PENCELA NABI

Oleh : Dep. Dakwah DPP Wahdah Islamiyah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

 

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Hidup sebagai seorang muslim bukanlah sebuah pilihan tanpa ujian, hidup sebagai seorang muslim bukanlah pilihan tanpa tuntutan atau kewajiban, dan hidup sebagai seorang muslim bukanlah pilihan tanpa tanggung jawab, namun…hidup sebagai seorang muslim adalah pilihan yang pasti akan ada ujian, akan ada tuntutan atau kewajiban, dan akan ada tanggung jawab.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Ketika anda memilih untuk menjadi seorang muslim, dan anda telah menyatakan keimanan anda kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya, pilihan dan pernyataan tersebut, akan mendapatkan ujian dari Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an surah al-Ankabut ayat yang ke 2,

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Demikian pula, ketika anda memilih menjadi seorang muslim, maka ada kewajiban dan tuntutan pada keislaman dan keimanan anda, kewajiban untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tuntutan keislaman dan keimanan  dalam mendengar akan perintah Allah dan Rasul-Nya. Perkara tersebut sebagaimana yang Allah firmankan dalam al-Qur’an surah al-Anfal ayat yang ke 20,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)”.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Dan yang paling utama, dari konsekuensi anda memilih menjadi seorang muslim adalah, melaksanakan dan menjalankan tanggung jawab sebagai seorang muslim, tanggung jawab untuk melakukan pembelaan kepada Allah dan Rasul-Nya, yang apabila anda tidak melakukan pembelaan kepada Allah dan Rasul-Nya, disaat Allah dan Rasul-Nya direndahkan, maka Allah akan mendatangkan siksa-Nya, dan mengganti kalian dengan kaum yang lebih taat kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah At-Taubah ayat yang ke 39,

إِلاَّ تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا

“Jika kamu tidak berangkat untuk membela agama Allah, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun”.

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Ujian keislaman, kewajiban pada islam, dan tanggung jawab untuk Islam, menjadi sesuatu yang satu disaat Nabi pembawa cahaya Islam, dan Nabi pembawa rahmat bagi alam semesta,  mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, tidak layak, dan menandakan akan kebencian yang sesungguhnyanya kepada Nabi penutup bagi seluruh Nabi Allah tersebut.

Dan sesungguhnya, akan berlaku ketentuan dan ketetapan Allah kepada orang yang telah merendahkan dan meyakiti rasul-Nya tersebut, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surah al-Ahzab ayat yang ke 57,

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمْ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan”.

Demikian pula, akan berlaku ketetapan dan ketentuan Allah Ta’ala, kepada mereka yang menyakiti rasul Allah, sebagaimana yang telah Allah Ta’ala berlakukan kepada umat dan bangsa yang telah berlalu. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah al-Anfal ayat yang ke 38,

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu”.

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Selain dari ketetapan Allah kepada orang-orang yang merendahkan rasul Allah berupa laknat, azab dan siksa-Nya, maka ketetapan yang lain juga akan berlaku kepada mereka, diantaranya adalah terputusnya rahmat Allah kepada mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surah al-Kautsar ayat yang ke 3,

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus dari rahmat-Nya”.

Demikian pula ketetapan Allah yang lainnya, bahwa Allah akan senantiasa menjaga rasul-rasul-Nya dari semua keburukan yang timbul dari olok-olok dan hinaan mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surah al-Hijr ayat yang ke 95, Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

“Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)”.

Hadirin sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Dan akhirnya, Sungguh besar penyesalan yang akan menimpa orang-orang yang telah merendahkan rasul-rasul Allah tersebut, penyesalan yang hanya berujung pada petaka, kehancuran dan kebinasaan yang kekal abadi, Allah Ta’ala berfirman,

يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُون

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya”. (QS. Yasiin : 30)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ

 

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

 

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Di tengah badai fitnah terhadap nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam, di tengah badai celaan dan hinaan kepada manusia yang ketika lahir meruntuhkan sepuluh balkon istana Kisra, dan memadamkan api yang biasa disembah orang-orang Majusi, maka seyogyanya kita sebagai seorang muslim terus menguatkan cinta kepadanya dan cinta kepada sunnah dan ajarannya. Sungguh, kehadiran beliau Sallallahu Alaihi Wassallam adalah merupakan sebuah karunia yang agung dan besar. Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman, ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri”. (QS. Ali Imran : 164)

Demikian pula firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surah At-Taubah ayat yang ke 128,

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan, lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Dan sebagai penutup dari khutbah yang mulia ini, marilah kita memperbanyak berdoa, untuk selalu diistiqomahkan dalam menapaki kehidupan berislam yang penuh ujian dan cobaan, Amiin Yaa Rabba al-A’lamiin.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here