WI Sidrap Galang Solidaritas Palestina

Aksi solidaritas untuk Palestina, tidak hanya dilakukan DPP WI Pusat, tapi juga mulai digalakkan cabang-cabang WI, seperti ditunjukkan oleh DPC WI Sidrap.Tablig Akbar yang bekerjasama dengan Pemkab Sidrap dan KPPSI Sidrap, berlangsung, Rabu/7 Januari 2008, di Masjid Agung Sidrap. Ust. Rahmat Abd. Rahman, Lc (MUI Makassar) dan Ust. Herman Hasyim, S.Pd, (DPP WI Pusat), tampil sebagai pemateri.

Dalam orasinya di depan ribuan peserta, Ust. Herman Hasyim menguraikan kekejaman Zionis Yahudi terhadap bangsa Palestina dan kaum muslimin. Salah satu penyebab kebiadaban Yahudi menurut guru Akuntansi ini, karena umat Islam tidak punya Izzah. Saat ini, lanjut mantan Ketua BPK WI ini, kaum muslimin mengalami multi krisis, krisis, aqidah, krisis moral, semua ini berujung hilangnya wibawa kaum muslimin.

Sementara itu, Ust. Rahmat menegaskan, bahwa penyerangan zionis Yahudi ini, menunjukkan kebencian-kebencian kaum kuffar dan kaum munafikin terhadap kaum muslimin. Olehnya itu, lanjut ketua Lembaga Kajian dan Konsultasi Syariah WI, saat ini kaum muslimin, jangan lagi percaya terhadap sloagan-slogan mereka, seperti kebebasan dan demokrasi, sebab slogan itu dipergunankan untuk kepentingan mereka.

Lebih lanjut, alumni Univerisitas Islam Madinah ini, menekankan kepada kaum muslimin untuk intropeksi diri dan menyusun kekuatan. Paling tidak menurut, ust. Rahmat, ada tiga kekuatan yang harus ada pada kaum muslimin, yakni kekuatan iman, kekuatan persaudaraan, serta kekuatan fisik. Jika, kekuatan ini sudah ada apada kaum muslimin, maka kaum muslimin dapat mengalahkan musuh-musuhnya.

Selain tablig Akbar, kegiatan yang dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat  Sidrap, juga menggalang dana untuk bantuan Palestina. Sampai berakhirnya kegiatan, panitia berhasil mengumpulkan dana, sekitar Rp. 41.146.600. juta, serta sepasang anting.

Pengajian Umum
Selain memberi materi tablig Akbar, Ust. Rahmat juga mengisi pengajian umum di masjid Nurul Yakin Kec. Baranti Sidrap. Kegiatan yang dihadiri Kepala Kecamatan Baranti, mengambil tema., “Metode Memahami Islam”.
Dalam ceramahnya, ust. Rahmat menekankan bahwa dalam mempelajari Islam harus merujuk pada Al Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Hanya dengan metode ini lanjut ust. Rahmat, seseorang akan mempelajari Islam yang akan menyelamatkan dirinya, dunia dan akhirat.
 

Artikulli paraprakKesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar
Artikulli tjetërKetua Departemen Dakwah :Penyeragaman Khutbah Jumat Tentang Palestina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini