Wawancara Khusus Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat

(DPP) Wahdah Islamiyah, Muh. Ikhwan Jalil

 

Gerakan penistaan terhadap Agama Islam dari negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini cukup kencang. Seperti aksi menyobek Alquran oleh sekte tertentu di tiga negara bagian berbeda di AS. Apa sebenarnya target mereka dan bagaimana umat Islam seharusnya bersikap? Wartawan Fajar, Rahim Kadir mewawancarai Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah, Muh. Ikhwan Jalil di Masjid Wihdatul Ummah, Selasa, 14 September. Berikut petikannya :

 

Gerakan penistaan Agama Islam terjadi di Amerika Serikat karena dikaitkan dengan tragedi World Trade Centre (WTC). Bagaimana tanggapan Anda?
Sebelum menjelaskan terlalu jauh saya ingin jelaskan tentang Islam terlebih dahulu. Harus dipahami bahwa Islam itu sangat sesuai dengan namanya. Jadi umat Islam itu selalu berserah diri kepada Allah Subhanahuwata’ala. Perlu diketahui bahwa orang-orang yang selalu berserah diri kepada Allah itu selalu mendatangkan keselamatan bahkan rahmat bagi semesta alam.

 

Jadi menurut Anda tudingan bahwa umat Islam terlibat dengan WTC tidak mendasar?

Ya, perlu dikaji secara mendalam. Sebab sudah kajian-kajian dari pihak intelejen bahwa kasus itu bagian dari tataran propaganda. Tapi yang jelas kita sangat sepakat bahwa tindakan perusakan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Siapapun pelakunya harus dihukum. Makanya, perlakuan seperti ini tidak bisa dialamatkan atas nama kaum muslimin.

 

Ada pihak tertentu yang terlanjur mengaitkan tragedi WTC dengan umat Islam. Menurut Anda?

Adapun ancaman atau gerakan penistaan terhadap Islam dari kalangan terntu di Amerika Serikat, maka ada beberapa poin yang harus kami sampaikan. Pertama, ini adalah suatu ancaman yang mencerminkan sama sekali tidak beradab. Masyarakat beradab dimanapun pasti akan menghargai yang namanya perbedaan agama. Ancaman pembakaran kitab suci Alquran jelas merupakan tindakan penistaan terhadap Islam. Karena itu seluruh umat Islam berkewajiban melakukan pembelaan terhadap Alquran.

Kedua, harus disadari bahwa memang selalu ada pihak-pihak yang ingin menghalangi umat muslim sehingga menjauh dari kitab Allah yaitu Alquran. Allah telah berfirman, “Berkatalah orang-orang kafir; janganlah kalian mendengarkan Alquran dan buatlah hiruk pikuk didalamnya”. Jadi sebenarnya aksi kali ini adalah upaya pengulangan sejarah agar umat muslim ini menjauh dari Alquran.

 

Lantas, apa langkah-langkah yang harus ditempuh umat muslim?

Seluruh umat muslim harus melakukan pembelaan terhadap Alquran. Karena itu, umat muslim harus menggunakan kecerdasan untuk menghadapi persoalan ini. Kecendrungan yang saya maksudkan adalah umat muslim harus mengkaji secara mendalam aksi seperti itu. Sebab bisa jadi, aksi itu sengaja dirancang pihak-pihak tertentu yang mungkin sudah kehabisan bahan untuk memprovokasi umat muslim.

Mereka sengaja memancing agar umat muslim melakukan tindakan-tindakan anarkis yang dikategorikan sebagai tindakan terorisme. Sebab jika terpancing dan melakukan anarkisme, secara otomatis ada lagi jalan bagi mereka untuk mendiskreditkan Islam. Jadi saya memperkirakan, aksi penistaan agama Islam ini sebagai upaya provokasi dari mereka. Ini yang harus diwaspadai.

 

Apa dampak aksi penistaan itu?

Menurut saya, peristiwa ini harus dijadikan momentum untuk intropeksi diri. Harusnya, umat Islam lebih cerdas dan lebih mendekatkan diri dengan Alquran serta lebih konsisten menjalankan seluruh sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. Jangan sampai ada umat muslim mengaku ingin membela Islam, tapi dia sendiri sudah meninggalkan Alquran selama ini. Harus diketahui bahwa orang yang telah meninggalkan Alquran berarti telah memosisikan diri sebagai musuh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam. Jika sudah menjadi musuh Nabi, berarti yang bersangkutan juga sudah menjadi musuh Islam.

Jadi yang harus kita lakukan sekarang adalah mengoreksi internal kita sendiri. Jangan sampai kita mengaku ingin memperjuangkan Islam, tapi kita sendiri tidak mengerti tentang Islam, bahkan kita sendiri telah meninggalkan Islam. Jadi momentum ini harus dijadikan upaya meningkatkan semangat kebangkitan mempertahankan Islam. Sikap amarah dari umat muslim harus diarahkan untuk lebih menguasai Alquran dan ajaran Islam.

Para ulama mengungkapkan, ada beberapa bentuk tindakan meninggalkan Islam. Yaitu kita tidak mau lagi membaca Alquran, tidak mau mempelajari maknanya, tidak mengamalkannya, serta terang-terangan menjauhi Alquran. Secara jujur, fenomena seperti ini sudah ada pada sebagian besar kaum muslimin.

Seharusnya kita membuktikan kecintaan kita terhadap Islam dengan lebih menguasai isi Alquran. Sebab jika itu dilakukan, maka kita sebagai umat muslim akan semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak. Tidak mudah diprovokasi oleh pihak manapun.

 

Apa langkah yang harus dilakukan umat muslim terhadap aksi seperti itu?

Kita harus melakukan langkah-langkah yang tepat. Caranya melakukan protes keras tapi tidak dengan anarkisme. Agar orang-orang seperti itu tidak mendapatkan tempat di dunia ini. Kita juga harus sadari siapa dan dimana kita, seberapa jauh pengaruh kita.

Andaikan pemerintah Islam berjaya, orang-orang seperti itu sudah dihukum mati. Bukan hanya menistakan Islam, tapi orang-orang itu juga telah membuat memprovokasi dan menimbulkan keresahan kerukunan umat beragama di dunia. Gerakan seperti itu harus segera dihentikan karena telah menebar bibit perpecahan diantara kerukunan umat beragama.

 

Indonesia sebagai negara mayoritas Islam di dunia, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah?

Saya kira langkah diplomatis yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah cukup bagus. Penekanan-penekanan yang dilakukan melalui upaya diplomasi sudah berhasil. Sehingga, kelompok yang ingin membakar Alquran itu batal melakukan aksinya.

 

Bagaimana sikap Wahdah Islamiyah terhadap kasus ini?

Wahdah Islamiyah jelas mengutuk keras kelompok-kelompok yang melakukan aksi seperti itu. Kita meminta kepada kalangan yang memiliki kekuatan agar menghentikan orang seperti itu. Termasuk pemerintah Indonesia. Selanjutnya, kami juga terus meningkatkan kesadaran umat, bahwa memang ada sekelompok orang-orang seperti itu yang kerjanya memang hanya ingin selalu memprovokasi umat Islam. Sebab kami yakin bahwa apa yang diharapkan orang-orang seperti itu suatu saat justru terbalik dari apa yang mereka harapkan.

 

Selain mengecam, apa yang dilakukan Wahdah Islamiyah?

Kami telah melakukan program yang namanya gerakan menghafal Alquran. Hingga saat ini kami telah mendirikan 19 pondok tahfidz Alquran yaitu tempat khusus mengkader para penghafal Alquran di seluruh Indonesia.

Perlu diketahui sejak pondok tahfidz Alquran itu didirikan sejak 1998, kami menghasilkan sekitar 150 penghapal Alquran. Selain itu, masih ada ratusan penghapal Alquran lainnya sampai 30 Juz. Bahkan bertepatan Idul Fitri dua hari lalu, kami telah merencanakan gerakan satu rumah, satu penghapal Alquran.

Insya Allah, 2015 mendatang, target kami akan mendirikan 100 pondok tahfidz Alquran di seluruh Indonesia. Sehingga jika Alquran dibakar kelompok tertentu, ajarannya tetap lestari karena isinya telah dihafal oleh ratusan bahkan ribuan umat muslim.

(Harian Fajar, Rabu 15 September 2010)

 

Lampiran : File PDF Hasil Wawancara

Artikulli paraprakKeluarga Besar Wahdah Islamiyah Shalat Ied di Ex Terminal Toddopuli Makassar
Artikulli tjetërKetua DPD Khatib Ied di Penajam Pasir Utara Kaltim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini