Wahdah Nikahkan 18 Pasang Muda Mudi

Cukup banyak yang menjadi kendala dalam mewujudkan sebuah pernikahan yang ideal menurut syariat Islam. Hal ini dikarenakan tradisi yang selama ini mengakar di masyarakat yang justru memberatkan pelaksanaan pernikahan, sehingga banyak merebak fenomena hubungan seks di luar nikah yang menimpa generasi muda kita.

Olehnya itu Lembaga Pernikahan dan pembinaan Keluarga Sakinah (LP2KS) DPP Wahdah Islamiyah memprakarsai mengadakan Walimah Jamai (WJ)/Pernikahan Massal yang merupakan agenda tahunan dari lembaga ini. Kali ini LP2KS menikahkan 18 pasang muda mudi kader Wahdah Islamiyah yang berasal dari berbagai daerah binaan di dalam dan luar Sulsel.

WJ ini dibuka oleh Kepala Biro Kesra Kantor Gubernur Sulsel Drs. H. A. Sumange Alam, M.Si di gedung Lasharan Garden Jl.Abd.Dg.Sirua Ahad, 6 April 2008. Dalam sambutan resmi Gubernur Sulawesi Selatan dinyatakan, “Selaku pribadi dan atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya memberikan apresiasi yang tinggi atas prakarsa kegiatan ini, semoga melalui kegiatan ini akan memberi nilai tambah bagi kita semua dalam membentuk suatu keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah”.

“Lembaga ini senantiasa dapat memberi sumbangsih dan menjadi pelopor dalam membangun komunitas yang relegius, melahirkan SDM yang berakhlakul Karimah serta senantiasa menjaga sekaligus memelihara tradisi-tradisi agama”.

Ketua LP2KS Ustadz Samsuddin Kurru, S.Pd  mengungkapkan bahwa, Alhamdulillah acara ini berlangsung meriah, diikuti sebanyak 18 pasangan, jumlah yang terbesar peserta yang ikut selama pelaksanaan WJ di lembaga ini. Biaya pernikahan sebanyak 18 pasang ini hanya menghabiskan dana sekitar  25 Juta, sangat jauh berbeda dengan biaya yang biasa di masyarakat, sehingga acara ini dirasakan sangat ekonomis. Tiap pasangan dibebankan mengumpul biaya sebesar 1-1,5 Juta, sisanya diusahakan oleh panitia.

Lanjut, mantan aktifis dakwah UNM ini, dengan program pernikahan bersama ini, dapat memberi solusi yang mudah bagi para pemuda Islam untuk segera menyempurnakan salah satu ibadah yang mulia, yaitu pernikahan. Pada akhirnya setelah  pernikahan ini terwujud, diharapkan para pasangan dapat saling menguatkan dalam kerja-kerja dakwah, sehingga dengannya dapat menunjang terbentuknya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah yang didambakan bersama.(Foto Kegiatan)

 

Artikulli paraprakFITNA, BUKAN SEKEDAR FILM
Artikulli tjetërDr. Yahya Ibrahim Akan Ceramah di Ma’had ‘Aly

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini