Wahdah Lepas 15 Dai ke Daerah

Galang Dana Pemberangkatan Dai 47 Juta, Motor, cincin, Jam tangan

Dalam rangka penyebaran dakwahdan syiar Islam ke berbagai daerah di Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) kembali menugaskan 15 Dai ke 4 daerah di sulsel dan 11 daerah di luar Sulsel. Pelepasan Dai ini ditandai dengan pembacaan SK penempatan oleh Ketua Departemen Pengembangan Daerah  WI pada acara Tabligh Akbar Tema “Aktualisasi Perjuangan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Keluarga (alaihimussalam) dalam Da’wah dan Tarbiyah”. Sabtu, 19 Muharram/25 Desember 2010 di Masjid Darul Hikmah Kantor Pusat DPP WI Jl.Antang Raya No.48 Makassar.

Para Dai yang dilepas ini, adalah Alumni dari program Tadrib ad-Duat (Pelatihan Dai) angkatan IX. Program rutin ini berjalan selama 1 tahun masa belajar dengan peserta di asramakan. Menurut Penanggung jawab Program ini Ustadz Ahmad Syarifuddin sampai saat ini sudah sekitar 150
Dai yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Sesuai Visi Misi 2015, Wahdah Islamiyah memiliki cabang di seluruh kabupaten kota di Pulau Sulawesi dan memiliki cabang di Seluruh Ibukota Provinsi di Indonesia.

Pada acara ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Club Remaja Muslim (CRM) el-Wahdah, suatu wadah yang menaungi para Siswa-Siswi SMP-SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah dibawah Lembaga Pembinaan dan Konsultasi Anak (LPKA) WI. Ketua Umum dalam materinya mengingatkan kembali tentang kisah Nabiyullah Ibrahim Alaihissalam, yang merupakan kisah yang tidak pernah kering kapanpun dan dimanapun. Yakni komitmen dan kepatuhan yang sangat tinggi seorang muslim terhadap perintah Allah. Pelajaran laiannya adalah bahwa perjuangan itu inheren dan include dalam jiwa seorang muslim. Olehnya itu Ustadz mengajak untuk musahabah sejauh
mana besar kadar keimanan kita, hubungannya dengan perjuangan yang telah dilakukan. Perjuangan di sini tidak hannya ke arah spesifik, tapi meliputi dalam berbagai hal, seperti dakwah dan pembinaan.

Ada 3 unsur yang meliputi dalam suatu perjuangan yang disebutkan Ustadz. Pertama, dilakukan dengan kesungguhan dan berkesinambungan, Kedua, Pengorbanan yang tidak terbatas dari harta, waktu dan jiwa. Ketiga, Siap menghadapi berbagai kesulitan yang timbul. Ustadz Berharap ada tekad dari seorang muslim bahwa dirinya adalah seorang pejuang, akan berlomba-lomba mengambil bahagian dalam dakwah. Semangat juang perlu diwarisi, terutama saat ini dalam dakwah dan pembinaan. Dan berusaha berada dalam garis terdepan, selama masih memungkinkan, sesuai dengan kemulian dakwah. Jangan sampai seorang muslim kurang perhatian dengan semangat pejuangan yang lemah, bahkan berada di luar garis perjuangan.

Ustadz mengatakan bahwa sekarang ini betapa banyaknya potensi pemuda-pemuda Islam yang tidak termanfaatkan, olehnya itu diperlukan seorang muslim mengambil peran yang maksimal dalam dakwah dan pembinaan.

Pada kesempatan ini juga, Ketua Umum menjelaskan akan pentingnya pembinaan dalam keluarga, yang merupakan bagian dari dakwah.Seorang ibu memegang peran sentral dalam pembinaan, begitu juga peran sebagai bapak tidak kalah pentingnya untuk bisa mengayomi, mengarahkan dengan komunikasi yang intensif, menyiapkan faktor pendukung pembinaan, dan menciptakan suasana kedamaian dan kesejukan dalam rumah tangga. Semua ini menurut ustadz perlu melewati proses belajar dan pelatihan.

 

Kumpulkan Dana 47 Juta, Motor, Cincin dan Donor Darah 23 Kantong

 

Memanfaatkan momen Tabligh Akbar ini, digelar penggalangan dana guna pembiyaaan pemberangkatan dai, terkumpul dana sebesar 47 Juta ( Tunai Rp.25.716.600 dan pengakuan Rp.20.500.000) ditambah sumbangan 1 motor Honda Blade, 1 Cincin, 1 jam tangan, dan 1 tape.

Sebagai acara selingan panitia memutar video singkat “10 Menit Bersama Tabdribut ad-Duat Angkatan IX” dan penampilan tim nasyid CRM el-Wahdah dan tim nasyid dari Dai yang diutus dengan membawakan lagu “Selamat Tinggal Sahabat”, lagu ini banyak membuat peserta Tabligh Akbar terharu, sehingga tidak bisa menahan meneteskan air mata, syair lagu ini sangat menyentuh suasana pelepasan dai ke medan dakwah.

Acara Pelepasan Dai ini dirangkaikan dengan aksi Donor Darah dari Unit Transfusi Darah PMI Kota Makassar, terkumpul sebanyak 23 kantong darah. Aksi Donor darah kali ini hanya dari peserta ikhwan. 18 peserta akhwat yang mendaftarkan diri, semuanya tidak ada yang memenuhi syarat
untuk bisa mendonor. Menurut salah seorang petugas PMI mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya kurang tidur pada malam hari (begadang), tidak sarapan pagi, haid, dan berat badan kurang dari 48 Kg.

NB:Video Perjalanan Hidayah Seorang yang Lumpuh (yang diputar saat tablik akbar kemarin), Insya Allah Selasa, 28/12 baru bisa ditampilkan di Menu "Dowload Terbaru". Ukuran File Videonya cukup besar sehingga perlu dikompres terlebih dahulu.Atas perhatiannya diucapkan Syukran Jazakumullahu Khaeran.

 

Lihat File Penempatan Da’i
Lihat Dokumentasi
Lihat Video Nasyid Tadrib

  

Artikulli paraprakUndangan Terbuka Tabligh Akbar Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah
Artikulli tjetërPengukuhan DPC Pangkep

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini