(Bone-Wahdah.Or.Id) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Bone bersama ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ummat Islam Bersatu Kabupaten Bone beserta tokoh masyarakat menggelar Gerakan Shalat Berjamaah (GSB). Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap surat edaran Bapak Bupati Bone Dr. H. Andi Fahsar M. Padjalangi, M.Si tentang shalat berjamaah di masjid bagi pegawai, karyawan, dan masyarakat Bone.

GSB dilaksanakan di Masjid Agung Al-Markaz Al Ma’arif Watampone pada shalat Dhuhur Senin (20/3) kemarin. Tampak ratusan jamaah hadir memadati Masjid Agung Al- Markaz, masjid yang menjadi ikon kota Bone sekaligus kebanggaan masyarakat Bone.

Ba’da shalat dhuhur dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bone Ustadz Ervan Muhammad Arsyad hafizhahullah.

Ustadz Ervan memotivasi para jamaah agar senantiasa memantapkan hati melangkahkan kaki menuju masjid untuk shalat berjamaah.

Beliau menceritakan keadaan manusia ketika dikumpulkan di hari kiamat kelak mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir dan matahari di tarik lalu di dekatkan sekitar 1 mil di atas kepala manusia. “Pernahkah kita membayangkan ketika kita nanti di hari kiamat kelak mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir ada di sana dan matahari didekatkan sekitar 1 mil bisa di bayangkan bagaimana sengatan matahari saat itu” tutur ustadz alumni Tadribut Du’at Wahdah Islamiyah ini.

“Ada 7 golongan manusia yang tidak akan merasakan panasnya sengatan pada hari itu dan salah satunya adalah laki-laki yang terikat hatinya dengan masjid, ini bukan berarti kita 24 jam di masjid tetapi disela aktivitas kita ketika adzan berkumandang maka mereka segera memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala” lanjutnya.

Pada hari kiamat Allah bertanya kepada para malaikat: “Mana tetangga-Ku ?” Malaikat menyahut: ”Siapakah gerangan orang yang patut menjadi tetangga-Mu”. Allah menjawab: ”Dimana itu orang orang yang senang membaca Al-Quran dan orang orang yang suka meramaikan masjid ?” ustadz Ervan mengutip hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Naim dari Abi Sa’id

Ustadz Ervan juga mengangkat kisah Bani Salimah yang menawar agar mereka membeli rumah yg dekat dengan Masjid Nabawi, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan agar mereka tetap di tempatnya karena sesungguhnya setiap langkah akan dihitung sebagai pahala.[]

Berita sebelumyaApakah Surah Al-Baqarah Ayat 62 Menjelaskan Semua Agama Benar?
Berita berikutnyaDialog MUI dengan Kapolri, Ini Saran Ustadz Zaitun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here