Ustadz Zaitun: Bahasa Arab Merupakan Bahasa Alquran yang Tertua dan Abadi
(Disampaikan ketika menjadi pemateri seminar Al Qur’an di Ma’had Al Birr Makassar)

Sebagai bahasa Al Qur’an, maka mempelajari bahasa Arab sangat penting dalam memahami kandungan Al Qur’an. Demikian dikemukakan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI), Ustadz H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc, ketika menjadi pemateri Seminar Al Qur’an yang diselenggarakan Ma’had Al Birr Makassar.

Seminar Al Qur’an sebagai rangkaian Tasyakuran Khotm Al-Qur’an Ma’had Al Birr berlangsung, Selasa/22 Januari 2008 di Aula Auditorium Al Amien Unismuh.
Paling tidak, menurut Ustadz Zaitun, ada tiga urgensi mempelajari bahasa Arab, yakni; Sebuah keniscayaan karena Alquran adalah bahasa Arab, tidak boleh ada Al Qur’an dalam bahasa lain, serta terjemahan tidak mampu memindahkan seluruh ma’na yang ada dalam bahasa Al Qur’an.

Dengan demikian,  papar mantan staff pengajar Universitas Ibnu Suud Saudi Arabia cabang Jepang ini, umat Islam sangat perlu mempelajari bahasa Arab. Bahkan, mengutip perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : “ Sesungguhnya bahasa Arab adalah bahagian dari addin (Islam), mempelajarinya adalah wajib(kifayah) karena memahami Al Qur’an dan assunnah fardhu, dimana  keduanya tidak dapat dipahami kecuali dengan bahasa Arab. Dan apa yang menjadi syarat terlaksananya suatu kewajiban maka ia jadi wajib”.

Ustadz Zaitun, juga berbagi pengalaman dengan kurang lebih 500 peserta, yang terdiri; da’i, masyarakat, mahasiswa, serta santri, ketika di Jepang selama empat tahun. “Di Jepang, sekitar 97  persen mahasiswa yang belajar bahasa arab adalah non muslim. Namun, mereka bersungguh-sungguh dalam belajar, bahkan ada yang sudah menghafal Al Qur’an 1 juz baru masuk Islam. Mereka mempelajari bahasa arab bukan untuk digunakan nantinya bekerja di perusahaan Arab atau tujuan dunia lainnya, akan tetapi mereka belajar karena kesungguhan untuk mendalami al Qur’an”. Tandasnya.

Kondisi ini, lanjut Ketua Forum Ukhuwah Pemuda Islam (Fupi) Sulsel, berbeda dengan umat Islam di Indonesia, yang kurang termotivasi dalam belajar bahasa arab, orang non muslim saja seperti di Jepang semangat untuk mempelajari bahasa arab apalagi kita yang sudah Muslim. Olehnya itu, Ia sangat berharap ke depan, masyarakat semakin termotivasi dalam belajar bahasa Arab.(Foto Kegiatan)

 

Artikulli paraprakEnam Pengurus WI Jadi Pengurus MUI Makassar
Artikulli tjetërPESONA ISLAM TRANSNASIONAL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini