Ustadz Supardi Liu Isi Taklim Umum DPC Banggai

DPC Wahdah Islamiyah Banggai kembali mengadakan Taklim Umum, Ahad 17 Juli 2011, dengan narasumber Ustadz Supardi Liu, Lc.Kegiatan tersebut merupakan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan dakwah beliau ke "Luwuk Kota Air".

DPC Wahdah Islamiyah Banggai kembali mengadakan Taklim Umum, Ahad 17 Juli 2011, dengan narasumber Ustadz Supardi Liu, Lc.Kegiatan tersebut merupakan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan dakwah beliau ke "Luwuk Kota Air".

Menurut Ustadz. Supardi, konsep hijrahnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersama sahabat-sahabatnya, banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil diantaranya bagaimana seorang Rasul Allah mengatur Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Asma’ Radhiyallahu ‘anhuma, untuk sebuah perjalanan yang cukup berat dan melelahkan,terlebih di belakang mereka ada utusan yang ditugaskan untuk mencari dan membunuh Rasulullah.

Pola pengaturan yang dilakukan Rosulullah dengan menugaskan Ali bin Abi Tholib untuk menggantikan posisinya di tempat tidurnya Rasulullah, sementara Abu Bakar mendampingi Rasulullah selama dalam perjalanan, dan Asma’ radhiallaahu’anha sebagai penyedia makanan.

Menurut Ustadz ,dari kisah hijrahnya Rasulullah tersebut maka ada beberapa pelajaran yang bisa diambil, diantaranya ta’awun (kerjasama) dalam segala hal terlebih dalam dakwah maka itu adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para aktivis dakwah.” beban dakwah ini hendaknya tidak ditanggung sendiri akan tetapi butuh kekompakan dalam perbaikan umat.Kata "Optimis" dalam dakwah merupakan prinsip bagi seorang kader dakwah, karena Allah menyuruh kita untuk berdakwah dulu kemudian tawakkal," tutur Alumnus Univ. Islam Madinah tersebut."

Sebelumnya bertempat di Masjid Baiturrahim Luwuk, Jum’at 15 Juli 2011,Ustadz Supardi juga mengisi ceramah umum antara Maghrib-Isya.

Dihadapan jamaah, Ustadz Supardi memaparkan tentang sebuah kisah disaat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersama para Sahabatnya melewati dua buah kuburan, tiba-tiba Rasulullah mengatakan, “Sesungguhnya dua penghuni kubur ini sedang di adzab dengan adzab yang besar, karena salah seorang penghuni kubur tersebut selama hidupnya suka melakukan namimah/ghibah, sementara yang lainnya tidak berhati-hati dengan najis selepas buang air kecil,”.

Diakhir ceramahnya Ustadz menyampaikan tentang pelajaran yang bisa dipetik dari kisah tersebut bahwa pembinaan dan pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah tidak terikat oleh waktu dan tempat, kemudian Rasulullah bisa mengetahui perkara yang ghaib tersebut berdasarkan wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril ‘Alaihissalaam,  pelajaran yang terakhir dari kisah tersbut adalah, hendaknya berusaha untuk berhati-hati dari dua perbuatan kebiasaan buruk tersebut.

Kedatangan Ustdz Supardi di Kota Luwuk dalam rangka  pernikahan Akh Ismet yang telah melangsungkan acara walimahan (16/07) di Kilongan-Luwuk sekaligus ziarah kepada segenap pengurus DPC WI Banggai dan Kaum Muslimin di Kota Luwuk ( Yulianto/Infokom DPC).
 

Artikulli paraprakAlumni Madinah dan Sudan Isi Tabligh Akbar DPC Tarakan
Artikulli tjetërWalikota Terima Kunjungan Silaturahmi DPC Tarakan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini