Untuk Saudaraku

Alhamdulillah, surat ini kutulis untuk kalian, karena rasa cinta yang mendalam, kutulis karena rasa persaudaraan. Sebelumnya, aku minta maaf kepada semuanya, karena kekurangan dan kekhilafan, semoga Allah mengampuniku

Saudaraku…..
Hari ini begitu banyak kesempatan untuk berbuat baik, mengumpulkan keutamaan dan ketinggian derajat di sisiNya, setelah memperhatikan kewajiban-kewajiban kita yang lainnya….

Di pagi hari…..
Disaat pertama kali bertemu dengan keluarga, kecerian dan senyum adalah hiasan wajah kita. Senyum suami kepada istrinya, senyum istri kepada suaminya, senyum orangtua kepada anaknya, senyum anak kepada orang tuanya, senyum para da’i kepada mad’unya, senyum optimisme, senyum semangat dan harapan, memulai hidup kembali, menapaki ruas-ruas waktu hari ini untuk mengumpulkan berbagai macam kebaikan-kebaikan.

Saudaraku….
Jika memang ada waktu, sempatkan diri untuk meyapa tukang sapu di jalan, pedagang kaki lima, penjual bakso, penjual buah, anak-anak jalanan, sapa siapa saja bertemu dengan anda, sempatkan diri untuk memberi senyum khusus buat mereka, senyum tulus dari saudara kepada saudaranya yang lain.

Saudaraku….
Di atas angkot, pilihlah tempat duduk yang aman, kemudian carilah kesempatan yang paling tepat untuk menyapa.

Ketika kita ingin berdakwah, pilihlah kata-kata yang paling tepat untuk kita tanyakan, misalnya: Anda mau kemana? Kalau boleh  tahu, Anda ke jurusan apa, dan lain-lain, karena kadang-kadang pertanyaan yang singkat seperti ini adalah pintu-pintu hidayah.

Jika memungkinkan, Anda boleh memperkenalkan diri terlebih dahulu, bisa diawali dengan memilih tema pembicaraan yang ringan, selanjutnya, mungkin inilah saat yang tepat untuk menyerahkan kartu nama anda padanya.

Saudaraku……
Bagi orang lain, cara-cara seperti ini mungkin dianggap terlalu mengada-ada, tetapi bagi kita seorang Da’i hal ini sangat berarti bagi diri kita, juga buat orang lain.

Saudaraku….
Jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada orang yang baru saja kita kenal di atas angkot dengan mengatakan, “Sahabatku, terima kasih atas pertemuan ini dan saya berharap anda jangan segan untuk menghubungiku.
Ucapan terima kasih juga anda sampaikan kepada supir angkot tersebut, karena dia telah membawa anda sampai ke tempat tujuan.

Saudaraku…..
Jika memungkinkan, dalam setiap perjalanan, bawalah buku-buku kecil atau lembaran da’wah yang bisa anda berikan sebagai hadiah, sebab hadiah sekalipun harganya murah akan sangat berarti dalam memupuk persahabatan
Dalam kesempatan yang lain…, sebelum melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalanan, berhentilah sejenak, dan pikirkan kebaikan apalagi yang mungkin dikerjakan lagi, menoleh ke kanan dan kiri untuk membantu membuka pikiran anda. Lihatlah, mungkin di sana, tidak jauh dari tempat anda berdiri, ada seorang tua yang butuh dituntun untuk menyeberang, atau seseorang yang merasa berat untuk mengangkat barangnya sendirian ke atas kendaraan , atau seorang yang sudah lama berdiri kebingungan mencari alamat, atau anak kecil yang menangis karena dirampas mainannya, mendekatlah padanya dan berilah bantuan sesuai dengan kebutuhannya, saya yakin ini adalah sebuah kesempatan, jangan sia-siakan.

Saudaraku…..
Di rumah sakit yang tidak jauh dari rumah kita, tengah berbaring begitu banyak orang dengan segala macam penyakit, bahkan diantara mereka ada yang tinggal menunggu ajalnya.
Ditengah hiruk pikuk para pembesuk, dengan tawa-tawa kecil dari semua yang hadir,…. Dipojok sana, seorang pasien terbaring lesu, rambutnya nampak semrawut, mukanya pucat seakan tidak punya semangat untuk hidup, tak ada tawa dan canda disana, sepi, karena tidak seorangpun penjaga yang ada di sampingnya. Di atas lemari kecil yang ada di samping tempat tidurnya, hanya ada 2 botol air mineral yang sudah kosong, dan beberapa bungkus mi instan, mereka hanya bisa memandang para pembesuk yang lalu lalang di samping tempat tidurnya walau tidak ada satu orangpun yang mampir menyapanya.

Saudaraku….
Inilah kesempatan yang terbaik untukmu, memberikan kegembiraan baginya, bangkitkan semangat hidupnya, ajar dia untuk menerima takdirNya. Katakan padanya anda adalah saudaranya.
Apa ini berat …? Tidak saudaraku, jika anda betul-betul ingin mendapatkan kemulian dan keutamaan dariNya
Jika anda seorang dokter atau perawat, maka sungguh ini adalah kesempatan yang terbaik untukmu. Sebab kehadiran anda memang selalu dinanti-nantikan. Kehadiran anda di sampingnya sangat berarti baginya, kelembutan sapaan akan sangat berpengaruh pada jiwanya, dia masih sakit tapi dia merasa sudah sembuh, oleh sebab itu perhatikanlah mereka dengan tulus, sayangi mereka, jangan membentaknya, jawablah pertanyaan-pertanyaanya, jangan menakut-nakuti, sekalipun anda mendengar informasi tentang betapa tipisnya harapan hidup baginya, katakan padanya, Insya Allah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk anda.

Saudaraku, Insya Allah ini adalah kebaikan-kebaikan dan mungkin hanya inilah yang dapat aku tuliskan untuk anda saudaraku, semoga bermanfaat adanya, dilain kesempatan anda masih dapat membaca lanjutannya.
Kuucapkan syukran atas semua kebaikan anda padaku, karena telah berkesempatan untuk membaca suratku ini sampai selesai, juga permohonan maaf, jika di dalamnya ada hal-hal yang tidak berkenan

Dari  saudaramu
Abuabdirrahman

Artikulli paraprakBahaya Zat Aditif
Artikulli tjetërBerita Pinrang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini