Tribun Timur, Senin, 4 Oktober 2010 

 

Ulama Negara Muslim di WAMY

Laporan : Ilham Jaya Abdurrauf, Ketua Komisi Muamalah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah

 

Setelah pembukaan Konferensi Internasional World Assembly of Muslim Youth (WAMY) ke-11 di JCC, Jakarta, konferensi berlanjut di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (3/10).

Ceramah umum pertama disampaikan Menteri Wakaf Urusan Islam Sudan, Dr Isam bin Ahmad al Bashir, dengan materi Parameter Proyek Peradaban antara Orisinalitas dan Modernitas.
Acara lainnnya adalah dialog dengan salah satu Anggota Komisi Ulama Besar Saudi Arabia, Syaikh Abdullah bin Sulaiman al Mani. Ia menekankan bahwa akal sehat selalu sejalan dengan ajaran Islam, juga bahwa Islam menghargai kemanusiaan.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah (WI), Muh. Zaitun Rasmin, pada sesi ini mengajukan usul agar ulama besar sering berkomunikasi dengan pemuda untuk bersama memecahkan masalah-masalah dakwah pada tataran praktis.
Pengurus MUI Pusat Komisi Luar Negeri ini mengajukan protes tentang kesempatan bicara yanga diberikan lebih banyak kepada peserta ArabSaudi. Padahal mereka dapat lebih mudah berkomunikasi dengan ulama-ulama besar di negaranya sendiri. Sehingga seharusnya kesempatan diberikan kepada tamu-tamu non Saudi.
Pada diskusi lain dengan tema peran sosial pemuda, Dr Abd Hamid al Qudha, dari Forum Dokter Dunia Islam mengangkat data kerusakan moral yang melanda masyarakat barat yang berakibat munculnya banyak penyakit yang menimpa mereka.
Talkshow konferensi ini menampilkan perwakilan pemuda dari tiga negara yakni lndonesia, Saudi dan Yaman. Dari lndonesia di wakili Jayadi Hasan dari WI dan Nurman dari unsur mahasiswa.
Di hari kedua ini, tokoh yang hadir dalam diskusi dan seminar diantaranya Presiden Dewan Muslim India, Dr. Zufar Islam Khan, Dekan Pusat Riset Ummul Quro Dr. Hamzah Husein al Far, Persatuan Ulama Irak Dr. Muh Ayas al Kubeis.
Semua materi di konferensi ini diterjemahkan ke empat bahasa, yakni Arab, Inggris, Indonesia dan Perancis. Beberapa Stasiun TV dari luar negeri meliput acara ini seperti Sudan, Saudi, Iran, Al Jazirah Qatar.
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahatir Muhammad direncanakan akan membawakan materi berjudul Social Responsibility: How To Grow It pada hari terkahir, Senin (4/10). Lihat Scan Berita

Artikulli paraprakCitizen Reporter: Menteri Agama Buka World Assembly of Muslim Youth
Artikulli tjetërLiga Pemuda Muslim Dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini