TUJUH KARAKTERISTIK SYIAH1

syiah

Perhatian : Kajian ilmiyah yang aku paparkan berikut, tidak kutujukan kepada seorang penganut syi’ah yang menganggap keotentikan al-Qur’an, tidak mencaci para sahabat nabi, tidak pula menuduh kesucian Aisyah. Bahkan jika ia adalah seorang penganut syiah yang hanya mengutamakan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu dari sahabat Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma. Adapun jika ia tidak sebagaimana yang aku sebutkan, sungguh ia lebih tahu bahwa karakteristik yang aku sebutkan berikut adalah benar jati diri keyakinan yang dianutnya.

Karakteristik Pertama : Pengkhianatan

Karakteristik yang satu ini mutlak ciri khas syiah yang tidak bisa terpisahkan. Pengkhianatan telah mendarah daging dalam tubuh syiah dan menjadi sebuah hal yang sakral, mustahil untuk ditinggalkan walau mereka berusaha untuk meninggalkannya. Syiah telah mengkhianati Imam Ali yang bisa kita baca dalam kitab Nahjul Balaghah rujukan penting mereka. Syiah juga pernah mengkhianati Imam kedua mereka Hasan bin Ali, mereka merampoknya hingga permadani yang berada dibawah kakinya. Mereka juga mengkhianati imam ketiga Husain sebelum sempat membunuhnya sebagaimana persaksian putranya Ali bin Husain. Pengkhianatan terus berlanjut sampai pada khilafah Umawiyah, begitupula khilafah Abbasiyah.

Sampai suatu ketika Khalifah Abbasiyah Harun ar-Rasyid memberikan kehormatan kepada mereka dengan mengangkat menteri dari kalangan syiah. Lagi-lagi menteri pengkhianat ini (Ali bin Yaqthin) melakukan pengkhianatan terhadap kaum muslimin sebagaimana adat kaumnya. Dan hal pertama yang dilakukan salah seorang khalifah Abbasiyah yang bernama An-Nashir lidinillah ketika menganut ajaran syiah adalah menyurati bangsa Tatar untuk membuat makar di negara kaum muslimin sebagaimana yang disebutkan oleh pakar sejarah Ibnu Katsir. Pengkhianat selanjutnya adalah Muayyiduddin bin al-Alqami salah seorang menteri Khalifah Abbasiyah al-Mu’tashim membuka jalan kepada bangsa Tatar memasuki kota Bagdad, yang sebelumnya telah melakukan kesepakatan dengan Hulaku (pimpinan Tatar) dengan bantuan pembesar syiah Nashiruddin at-Thusi untuk membunuh khalifah kaum muslimin dan menjajah Bagdad. Hal itu dilakukan sebagai imbalan Hulaku menyerahkan kekuasaan kota Madinah agar mereka leluasa menginjak dan menghancurkan kuburan Aisyah, Abu Bakar dan Umar.

Pengkhianatan berlanjut pada Daulah syiah Ubaydiyah(Fatimiyyah) terhadap kaum muslimin dengan cara yang sangat busuk. Mereka membantu pasukan perang Salib melawan Shalahuddin al-Ayyubi. Di Andalus, mereka melakukan kerjasama dengan pemberontak nashrani Samuel bin Hafshun2 melawan khalifah Abdurrahman an-Nashir lidinillah. Kaum syiah sekte Fatimiyah juga pernah membunuh sepertiga penduduk sunni di Mesir. Syiah sekte Qaramithah pernah mencuri hajar aswad dari Ka’bah dan memindahkannya ke negara mereka, dan pada tahun 294 H mereka menjarah dan membantai jamaah haji dipinggiran ka’bah. Dan suatu ketika salah seorang raja syiah Ismail as-Sofawi bekerjasama dengan pemimpin tentara salib berkebangsaan Portugal yang bernama Alfonso de Albuquerque untuk membongkar kuburan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam yang hampir saja terjadi. Akan tetapi Allah berkehendak lain, rencana busuk tersebut berhasil digagalkan dengan perantara raja Salim II. Kemudian syiah sofawiyyun ini melakukan kerjasama dengan pemberontak salibis Majer(Hongaria) untuk memerangi kaum muslimin yang berada dibawah naungan Daulah Utsmaniyah.

Berlanjut pada masa Khumaini yang pernah mengumumkan bahwa Amerika adalah musuh terbesar bagi Iran. Akan tetapi pada tahun 1985 M, muncul ke permukaan skandal politik Amerika yang disebut (Iran-Contra affair)3. Dimana Amerika secara diam-diam mensuplai senjata antitank (pentj : atas permintaan Iran kepada Amerika sebagai balasan dibebaskannya sandera warga AS di Taheran) yang didistribusikan dengan perantaraan Israel untuk membantai kaum muslimin di Irak (Perang Iran-Irak).

Pada akhir tahun 80-an abad silam, organisasi Pergerakan Syiah Amal Libanon membantai kaum muslimin ahlussunnah yang merupakan pengungsi Palestina yang bermukim di perkampungan Sabra dan Shatila yang sebelumnya mengalami penyerangan selama tiga tahun tanpa henti.

Tahun 2003 M, syiah mengirim pasukan ke Irak untuk membantai kaum muslimin dengan sangat keji. Dan pada tahun 2007 M, dunia menyingkap keberadaan penjara bawah tanah, tempat orang syiah melakukan penyiksaan terhadap kaum muslimin yang ditahan dengan melubangi kepala tahanan dengan bor listrik.

Dan masih banyak lagi pengkhianatan keji yang dilakukan oleh kaum pengkhianat super bejat ini.

Karakteristik Kedua : Penyimpangan Seksual yang mengerikan.

Sebenarnya aku ingin menempatkan point yang satu ini dibagian paling pertama dalam rangkaian karakteristik syiah. Namun setelah mempelajari lebih lanjut, tenyata pengkhianatan syiah tidak sedikit atau jauh lebih banyak dibanding kasus penyimpangan seksualnya. Akan tetapi tak diragukan lagi bahwa penyimpangan seksual merupakan ciri khas yang sangat nampak yang tidak bisa dibedakan antara lelaki maupun wanita penganut syiah. Mungkin saja Allah subhanahu wata’ala ingin membalas perbuatan mereka terhadap Nabi-Nya shallallahu ‘alayhi wasallam yang telah dilecehkan kehormatan serta kemuliaan pendamping hidup sekaligus kekasih yang paling beliau cintai yaitu Aisyah radhiallahu ‘anhu.

Mut’ah, begitulah ibadah agung versi syiah ini menjalar cepat bagai virus yang menggerogoti. Hingga salah seorang imam syiah yang bernama al-Mufid menuliskan dalam kitab yang khusus membahas masalah mut’ah4 bahwa : “Tidak jadi masalah jika seorang lelaki bermut’ah ria (berhubungan intim alias berzina) dengan seorang pelacur atau wanita bersuami, sepanjang wanita itu mengaku kalau ia masih perawan”.

Salah seorang teman asal kurdi(irak) pernah bercerita padaku bahwa belum lama ia berkunjung ke Iran. Dan ia terkejut mendapatkan sebuah taman di Asfahan telah menjadi daerah lokalisasi(pelacuran). Barangkali akibat kelancangan kaum syiah yang mengotori kehormatan Nabi tercinta shallallahu ‘alayhi wasallam, Allah subhanahu wata’ala menimpakan atas mereka kehinaan dan keterpurukan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah ungkapan “Balasan yang diterima harus sesuai dengan perbuatan”. Oleh karena itu, dikalangan kaum syiah sudah menjadi hal yang biasa terjadi kasus pengkhianatan dalam rumah tangga. Dan juga tersebar dan menjamurnya berbagai jenis penyimpangan seksual yang hampir menyamai perilaku menyimpang layaknya hewan yang pernah terjadi di kalangan bangsa persia majusi di zaman raja kishra yang bernama Anusyriwan.

Krakteristik Ketiga : Kebencian, Hasad, dan Dengki yang mendalam terhadap bangsa Arab

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa kedatangan Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam di muka bumi ini telah memadamkan api sembahan orang-orang majusi adalah seorang berbangsa Arab. Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu yang telah meluluhlatakkan kekaisaran Persia dari peredaran adalah seorang yang berbangsa Arab. Dan orang-orang asli Arab lah yang telah mengusir Kisra raja Persia yang bernama Yazdajird kemudian ditendang jauh ke pegunungan pedalaman hutan rimba Asia yang tak bertuan hingga terlunta-lunta bagaikan seekor anjing yang kehilangan arah.

Karena sebab itulah sehingga mereka menjadikan bangsa Arab sebagai musuh number wahid syiah sepanjang sejarah. Kebencian mereka tersebut nampak dari doa yang sering di ulang-ulang dalam berbagai kesempatan di Husainiyat mereka :” Laknat Allah atas ummat yang telah membunuhmu”. Bangsa Arab adalah sebuah ummat secara keseluruhan tanpa terkecuali, dan itulah yang dimaksud oleh kaum syiah. Para ulama syiah sama sekali tidak menutup-nutupi bahwa hal pertama yang akan dilakukan oleh Imam Mahdi versi mereka ketika keluar dari tempat persembunyian adalah menumpahkan darah 100 qabilah arab. Hasad syiah terhadap bangsa Arab terlihat dari cara mereka mengkultuskan anak cucu keturunan Husain dari istrinya yang memiliki darah asli Persia yang bernama Syah Zinan bintu Yazdajird, jika dibandingkan dengan keturunan dari istri-istri yang berdarah Arab. Hal yang sama juga bisa kita lihat dari sikap mereka terhadap anak keturunan kakak kandungnya al-Hasan.

Sempat aku perhatikan fenomena dan kelakuan dari pemuda syiah, mereka menamakan bangsa Arab dengan julukan arab badui, kampungan, gembala onta dan sejenisnya. Bangsa majusi itu ternyata telah lupa bahwasanya bangsa arab badui kampungan itulah yang telah menghancurkan kekaisaran Persia dan menghapusnya dari peta dunia. Fenomena yang terakhir yang bisa kita lihat dari sikap Iran saat menolak penamaan Teluk Arab dan malah menggantinya dengan nama Teluk Persia. Bahkan mereka juga menolak mentah-mentah gagasan untuk menamainya dengan Teluk Islam.

Karakteristik Keempat : Mendahulukan Perasaan diatas Akal

Ulama syiah melakukan pembohongan publik dengan mengedepankan perasaan yang memberikan efek beku kepada pengikutnya untuk berfikir. Kelicikan tersebut ditempuh dengan tipuan basi yang pernah digunakan saudara-saudara Yusuf ketika datang menghadap Ya’kub ayah mereka sedari menangis terisak kehilangan Yusuf yang diterkam serigala, sesuai skenario yang mereka atur.

Seorang pembohong biasanya menggunakan tangisan dusta demi menguatkan hujjah dan argumennya. Perlu kita ketahui, bahwasanya syiah memiliki lebih dari 30 perayaan dalam setahun yang dimana mereka meratap disebagian perayaan, pada saat yang lain mereka menari berdendang. Oleh karena itu, ulama syiah berani menjamin bahwa sebagian besar pengikutnya tidak akan menggunakan otak mereka. Karena jika mereka menggunakan akal mereka sekedar bertafakkur sejenak saja, mereka akan mendapati bahwa ulama mereka sedang melakukan tipuan demi memperoleh khumus.5

Karakteristik Kelima : Taqiyyah

Taqiyyah merupakan kata yang berarti dusta atau bohong menurut syiah. Syiah menyandarkan syariat taqiyyah ini dari perkataan Imam as-Shadiq Abu Abdillah bahwasanya ia berkata :”Sesungguhnya sembilan dari sepuluh bagian dari agama adalah taqiyyah, dan tiada agama bagi orang yang tidak bertaqiyyah”. Bohong adalah sifat wajib yang harus dimiliki oleh seorang penganut syiah. Karena itu, sering kita dapati seorang syiah tulen berbicara masalah ukhuwah islamiyah dan mencela perpecahan. Dan kita tidak boleh luput dari hakikat mereka yang sebenarnya bahwa merekalah asal-usul fitnah dan para pengkhianat ulung sepanjang sejarah.

Karakteristik Keenam : Penyebaran legenda fiktif dan khurafat

Mendahulukan sikap inshaf(pertengahan), aku katakan bahwa karakteristik ini tidak dimiliki oleh syiah sendiri. Akan tetapi ciri khas ini merupakan milik seluruh agama dan keyakinan sesat menyimpang yang sebagiannya mengatasnamakan diri bagian dari ahlussunnah. Walaupun sebenarnya syiah memiliki spesifik yang membedakannya dari keyakinan menyimpang lainnya, bahwasanya agama syiah berdiri diatas berbagai khurafat. Dan diantara keyakinan syiah adalah keyakinan terhadap Imam Mahdi versi mereka yang ditunggu-tunggu di akhir zaman.

Penganut syiah berkeyakinan bahwasanya dulu ada seorang bayi yang lahir yang termasuk dari imam dua belas syiah yang merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini. Imam ini terlahir dari seorang wanita nashrani bernama Narjis. Imam syiah yang kedua belas ini bersembunyi dalam sebuah gua sejak tahun 260 hijriyah karena takut atas kejaran prajurit abbasiyah yang ingin menangkapnya. Semenjak itu, kaum syiah menjulukinya imam mahdi yang nama sebenarnya adalah Muhammad al-Askari. Yang mengherankan adalah imam mahdi syiah ini kok masih sembunyi didalam gua padahal sudah lebih dari seribu tahun runtuhnya daulah Abbasiyah.

Ada juga khurafat yang diyakini syiah yang cukup menggelikan, bahwasanya ‘Usfur (sejenis burung kecil) dulunya sebesar burung unta, akan tetapi karena ia menolak untuk mengakui ke-imamah-an para imam, ia pun dihukum menjadi burung kecil. Dan namanya berubah yang dalam bahasa arab (عصى فور/ عصفر) yang berarti bermaksiat, karena telah berbuat maksiat terhadap para imam.

Ada lagi khurafat yang juga tidak masuk akal, bahwasanya sebuah semangka yang berwarna merah merona itu adalah semangka yang mengakui ke-imamah-an ahlul bait. Adapun yang tidak berwarna merah, maka semangka itu menolak untuk mengakui wilayah keturunan Husain dari istrinya Syah Zinan putri kisra raja Persia. Dan masih banyak khurafat-khurafat tolol yang tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu.

Karakteristik Ketujuh : Haus akan darah

Sebagian orang menganggap bahwa syiah dalam perayaan kematian Husain dengan mencambuk punggung dengan janazir (rangkaian besi tajam), memukul kepala dengan pedang atau mengalirkan darah dari ubun-ubun bayi yang masih kecil hanya sebuah syi’ar agama yang mengungkapkan penyesalan mendalam dari pengkhianatan yang syiah lakukan terhadap Husain. Pada hakikatnya, ada sesuatu yang tersembunyi yang lebih mengerikan dari yang kita saksikan. Para pakar psikolog menyatakan bahwa seorang yang biasa mengalirkan darah dari tubuhnya, lebih enteng untuk mengalirkan darah selainnya tanpa merasa peduli dan berdosa. Seekor anjing yang terbiasa mencium aroma darah, bisa berubah menjadi gila dan menggigit orang-orang disekelilingnya.


1 . Dari Buku ” Al-‘Udzhamaa Al-Miah”.

2 .ia adalah Umar bin Hafshun, murtad dan masuk ke agama kristen kemudian berganti nama menjadi Samuel

3 . Skandal politik Amerika pada masa perebutan kursi presiden antara Jimmy Carter dan Ronald Reagan, yang dprakarsai tim sukses Ronald George H.W.Bush.

4 . Khulasotul Ijaz fil Mut’ah lil-Mufid, hal : 56

5 . Khumus dalam agama syiah adalah seperlima dari harta yang wajib dikeluarkan penganut syiah yang diperuntukkan kepada para imam/ulama mereka.

Berita sebelumyaHadits Pilihan : 3 CIRI ORANG MUNAFIK (Video)
Berita berikutnyaMAJELIS RELAWAN AL-QUR’AN “Menjadi Ahli dan Pelayan Al-Qur’an”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here