Tugas Anda Sebagai Ummi Yang Shalihah

Date:

Anak adalah suatu anugrah Allah tak ternilai. Jerih payah seorang bunda yang dirasakan selama mengandungnya 9 bulan, ditambah lagi perjuangan melahirkannya yang mempertaruhkan nyawa anda, terasa sirna tatkala sang bayi telah lahir ke alam ini dengan selamat. Bahkan keluh kesah dan letih akan berganti dengan rasa bahagia tak terhingga ,pasalnya tidak setiap orang bisa mendapatkan anugrah ini. Sebab itu tidak aneh jika islam lebih mengedepankan kebaktian terhadap sang bunda dari pada sang ayah. Dalam hadis Abu Hurairah : Seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata: “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk saya sikapi dengan sebaik-baiknya” Beliau menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Lalu siapakah?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Orang itu sekali lagi bertanya: “Kemudian siapakah?” Beliau menjawab lagi: “Ibumu.” Orang tadi bertanya pula: “Kemudian siapa lagi.” Beliau menjawab: “Ayahmu.”(H.R. Bukhari dan Muslim ) .

Namun disisi lain, putera puteri kita juga adalah suatu amanat titipan Allah ta’ala. Anugrah sekaligus amanah ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat kelak. Jika sang bunda memenuhi amanat dalam pembinaan mereka, maka ia akan menjadi bunda paling bahagia didunia maupun diakhirat, sebaliknya jika ia menelantarkan amanah ini, hidupnya kan terasa tidak bahagia dan diakhirat kelak akan mendapatkan siksa Allah ta’ala.

Amanah Allah ini, diembankan diatas pundak kedua orangtua, namun karena sang ayah lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, dan mencari nafkah, maka sang ibulah yang paling berperan membina dan mengemban amanah ini.
Perlu diperhatikan bahwa amanah pembinaan ini tidaklah sesulit yang dibayangkan, sebab amanah ini adalah untaian kewajiban yang Allah bebankan sesuai kesanggupan sang hamba. Sehingga setiap bunda hanya diembankan tugas sesuai kemampuan yang ia miliki. Disisi lain, amanah ini juga tak semudah membalikkan telapak tangan, sebab ia adalah kumpulan kewajiban yang memerlukan usaha dan kesungguhan.

? Diantara amanah yang dipikul oleh seorang ibu adalah :
? 1.Memperhatikan pertumbuhan dan kesehatan putera puterinya. Menyusui dan menyiapkan mereka makanan dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Dengan sifat ikhlas inilah sang bunda akan mendapatkan pahala besar dari Allah ta’ala sekaligus membuat hari-harinya akan terasa lebih indah dan bahagia. Allah sendiri telah menyebut salah satu tugas ini dalam firman-Nya : ” Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan”. (QS Al-Ahqaf : 15).

? 2.Menanamkan mereka aqidah ,dan akhlak/adab-adab islami sejak kecil. Pembinaan aqidah dan akhlak sang anak lebih penting dari sekedar memperhatikan kesehatan dan pertumbuhan jasmani mereka. Sebab itu sejak kecil sang anak harusnya diajar tentang aqidah islam yang benar, dikenalkan tentang Allah, Nabi, Malaikat, Kitab-Kitab, dan masalah pokok-pokok aqidah mendasar lainnya. Demikian pula akhlak, seharusnya sang bunda menjadi teladan bagi mereka dalam akhlak, cara bergaul, dan praktek adab-adab islami lainnya. Untuk anak usia anak-anak sangat dianjurkan untuk diajar dengan mengisahkan kisah-kisah para nabi dan orang shalih, sebab ini akan sangat berpengaruh terhadap akhlak dan pemikiran mereka.

? 3.Mengajarkan mereka amalan-amalan islam. Seperti shalat, cara berwudhu, puasa, sedekah, berjilbab –bagi anak perempuan-, membaca Al-Quran, dan amalan lainnya. Dalam hadisnya Rasulullah sendiri sangat menganjurkan agar sang anak diajar sejak dini : “Perintahkanlah anakmu shalat, apabila mereka telah berumur tujuh tahun, dan jika mereke telah berumur sepuluh tahun (namun tidak mau shalat) maka pukullah mereka” (HR abu Dawud dan Tirmidzi : derajatnya hasan).

Umur tujuh tahun dalam hadis ini bukanlah umur minimal sang anak untuk diajar shalat, namun ia adalah suatu isyarat bahwa seorang anak umur tujuh tahun harusnya sudah bisa mengerjakan shalat. Jika umur mereka telah mencapai umur 10 tahun, maka orangtua hendaknya memaksa mereka untuk mengerjakan shalat. Sangat penting bagi sang ibu untuk menanamkan pada hati anak-anak akan kecintaan terhadap amalan-amalan islam khususnya shalat tepat waktunya. Perintah shalat ini juga telah diisyaratkan oleh Allah dalam Al-Quran ketika mengisahkan nasehat Luqman terhadap anaknya : “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu”. (QS Luqman : 13)

Diantara hal yang sering dilalaikan para ibu adalah pengajaran Al-Quran. Hendaknya ditanamkan dalam hati sang anak bahwa Al-Quran ini adalah pedoman hidup mereka, wajib dipelajari baik dari segi bacaan maupun makna-maknanya. Juga menganjurkan mereka untuk menghafalnya, dengan diawali dari surat-surat pendek. Rasulullah bersabda : “sebaik-kalian kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR bukhari)

Selanjutnya adalah : mengajari puteri memakai jilbab dan menutup aurat. Sebab ini merupakan kewajiban yang sangat dilalaikan oleh orangtua khususnya sang ibu. Menanamkan kecintaan terhadap jilbab ini dengan beberapa cara, diantaranya ; mengisahkan padanya kisah wanita shalihah yang konsisten dengan jilbabnya, memperkenalkan dirinya dengan wanita muslimah shalihah, atau memberikannya hadiah jika ia memakai jilbab.

? 4.Menanamkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya, juga kecintaan terhadap para ulama dan orang-orang shalih.

? 5.Berlaku adil terhadap anak-anak. Dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah bersabda : “Berlaku adillah terhadap anak-anakmu, berlaku adillah terhadap anak-anakmu, berlaku adillah terhadap anak-anakmu” (HR Ahmad, Abu daud dan Nasai).

Maksud berlaku adil disini adalah tidak menyamaratakan kasih sayang atau pemberian uang atau hal lain kepada semua anak. Namun hendaknya memberikan sang anak sesuai dengan tingkat umur dan kebutuhannya sebab tentunya kebutuhan anak umur 5 tahun akan berbeda dengan umur 10 atau 15 tahun. Demikian pula kasih sayang, seorang ibu pasti memiliki rasa kasih sayang berbeda-beda terhadap putera puterinya, namun hendaknya hal ini tidak terlalu ditampakkan kepada anak-anaknya agar tidak menimbulkan rasa cemburu dan dengki yang bisa merusak ikatan persaudaraan mereka.

Pembinaan dan didikan sang ibu hendaknya tidak berhenti ketika sang anak menginjak remaja dan tumbuh dewasa, bahkan dimasa-masa inilah peran ibu terasa berat, sebab anak-anak diusia ini biasanya lebih terpengaruh dengan kondisi lingkungan dan pergaulan sekitarnya. Sehingga nasehat dan kontrol sang ibu sangat diperlukan, agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, dan terjerat rantai kemaksiatan dan dosa yang begitu menjamur dalam masyarakat kita.

✍ Oleh Ustadz Maulana La Eda, Lc

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Catat Tanggalnya! Tabligh Akbar Syawal Wahdah Islamiyah Akan Digelar di Butta Salewangang

MAKASSAR, wahdah.or.id - Seperti kebiasaan tiap tahunnya, pasca Ramadan,...

Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Paket Iftar Berisi Nasi dan Ayam Khas untuk Warga Khan Yunis

KHAN YUNIS, wahdah.or.id – Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan,...

Jangan Sampai Tidak Hafal! Ini Doa yang Nabi Ajarkan Ketika Bertemu Malam Lailatul Qadr

MAKASSAR, wahdah.or.id - Ramadan tahun ini 1445 H/2024 M,...