TPM Wahdah Sebar 1000 Nasi Bungkus ke Korban Merapi

Laporan : Baihaqi, Kordinator TPM Wahdah Yogyakakarta 
Yogyakarta, Pasca erupsi Merapi yang dahsyat pada Jum’at dinihari 4 November 2010, Jum’at malam, 5 November 2010, Tim Penanggulangan Musibah (TPM) Wahdah Islamiyah Yogyakarta melakukan survei di beberapa lokasi yang dijadikan sebagai tempat pengungsian sekaligus menyalurkan bantuan nasi bungkus kepada para pengungsi.

 

 

Sabtu pagi, 6 November, TPM berangkat menuju lokasi pengungsian di Muntilan, Jawa Tengah. Relawan TPM berangkat dengan menggunakan dua mobil, sebuah mobil pickup yang mengangkut barang bantuan serta sebuah mobil lagi untuk membawa relawan. Tim berangkat dengan membawa 500 nasi bungkus, air minum  kemasan, selimut, pakaian bekas layak pakai, peralatan mandi, perlengkapan anak serta perlengkapan kewanitaan yang merupakan hasil sumbangan dari warga di sekitar markaz Wahdah Islamiyah Yogyakarta dan Kantor Lembaga Muslimah, dan bantuan dari sejumlah donatur.

Dalam perjalanan ke Muntilan, abu vulkanik ternyata cukup tebal menutupi jalan, sehingga menyebabkan jarak pandang menjadi sangat terbatas. Dari atas jembatan Sungai Krasak, yang merupakan batas alami antara Provinsi DIY dengan Jawa Tengah, terlihat lahar dingin mengalir dengan deras. Saat tim tiba di kota Muntilan, terlihat dampak yang sangat dahsyat akibat erupsi Merapi pada Jum’at dinihari 4 November 2010. Atap rumah penduduk dan toko-toko di sepanjang jalan kota Muntilan terlihat ‘bersujud’ karena tidak mampu menahan beban pasir yang menumpuk di atasnya. Dari berbagai sumber yang tim peroleh, disampaikan bahwa pada malam itu di Muntilan dan sekitarnya turun hujan abu bercampur pasir yang menutupi tumbuhan, jalan, dan pemukiman dengan ketebalan mencapai 10 cm.

Tim relawan kemudian bergerak ke Desa Ngawen. Di Balai Desa Ngawen, tim menjumpai sekitar 150 pengungsi. Tim kemudian menyerahkan sebagian nasi bungkus kepada koordinator posko beserta beberapa dos air mineral dan mukena. Kemudian tim bergerak menuju kawasan Gunungpring. Di kawasan Gunungpring ini, tim berhenti di sebuah posko. Posko tersebut didirikan dari hasil swadaya  masyarakat setempat. Disini, tim kembali menyerahkan 100 nasi bungkus beserta beberapa dos air mineral dan pakaian layak pakai. Perlu diketahui bahwa kebanyakan korban bencana yang mengungsi tidak sempat menyelamatkan harta bendanya kecuali pakaian yang melekat pada tubuh mereka.

Tim melanjutkan perjalanan -dengan logistik bantuan yang tersisa ditambah dengan puluhan dos air mineral yang dibeli di Muntilan- menuju posko berikutnya di SMP 3 Muntilan. Di posko tersebut, tim relawan bertemu dengan para pengungsi yang berasal dari Dusun Sudimoro, Srumbung, Magelang yang merupakan kawasan terdekat dengan puncak Gunung Merapi.

Berdasar penuturan para pengungsi, penduduk mulai meninggalkan desanya karena desa mereka diselimuti abu tebal serta kondisi Merapi yang semakin mencekam. Bu Wardo, salah seorang pengungsi menyampaikan bahwa evakuasi massal di desanya lebih mudah dilakukan karena banyak penduduk yang memiliki kendaraan pribadi. Dalam perbincangan dengan beberapa pengungsi, tim relawan menyampaikan bahwa musibah yang menimpa adalah sebuah bentuk tarbiyah (pembinaan) dari Allah yang harus dihadapi dengan kesabaran. Para pengungsi pun menyadari hal tersebut dengan mengatakan, “Awake dhewe sakdermi nglampahi (kita hanya sekedar menjalani).”

Perjalanan kemudian berlanjut menuju posko di Balai Desa Sukorini. Di posko ini, tim hanya menyerahkan 5 dos air mineral mengingat masih banyaknya persediaan air minum di tempat tersebut.  Perjalanan berakhir di posko SD Sriwedari. Sebagai bantuan, tim memberikan 5 dos air mineral. Tim relawan kemudian istirahat di Masjid al Hidayah yang terletak di dekat posko tersebut.

Sekitar pukul 12.30 WIB, tim kembali menuju Yogyakarta melalui jalur Ngluwar. Di tengah perjalanan, tim berhenti di posko pengungsian SD Druju 2, Kecamatan Ngluwar. Disini tim relawan memberikan bantuan dos air mineral dan satu dos pakaian layak pakai kepada koordinator posko tersebut.

Ahad, 7 November 2010 TPM WI Yogyakarta kembali turun menyalurkan bantuan 500 Nasi Bungkus, Air Dos Mineral, perlengkapan bayi, anak dan wanita, Selimut dan Mukena, bantuan ini disebar di enam posko pengungsian di Muntilan Magelang Jawa tengah

Bagi masyarakat yang ingin turut serta membantu korban bencana letusan Merapi melalui Wahdah Islamiyah Yogyakarta, dapat mengirimkan bantuan lewat donasi melalui: Rekening  “WI QQ BANTUAN KEMANUSIAN” BNI SYARIAH, NO.444 000 8883. 

Artikulli paraprakMentawai Kekurangan Tim Medis dan Tambahan Logistik
Artikulli tjetërRelawan Wahdah Tiba di Mentawai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini