Terlahir Untuk Unggul

Allah ingin agar manusia muslim selalu unggul. Allah mempersiapkan seluruh perangkat dan sistem agar kehendak itu terealisasi.
Dia ‘Azza Wajalla tidak sekedar memberi konsep yang bernama Islam, tapi Ia juga mengirim kepada setiap ummat seorang Rasul yang berfungsi sebagai murabbi yang memberi arahan dan bimbingan. Agar akal-akal ummatnya tercerahkan. Agar  jiwa-jiwa mereka bersih  dari berbagai kedegilan. Sebab ,  setiap jiwa itu diharapkan selalu siap mengemban amanah berat.

Semua bertujuan agar lahir manusia muslim unggul yang bertugas mengajak manusia menyembah Allah saja. Selanjutnya memimpin mereka agar merealisasikan satuan-satuan kehendakNya di muka bumi ini.  Manusia unggul itu harus lahir, supaya kesyirikan sirna dari permukaan bumi ini, supaya agamaNya mengungguli  seluruh sistem hidup gombal yang hanya semakin membuat kehidupan manusia terpuruk di kolong langit ini. Muslim unggul itu harus segera muncul agar para thawaghit al-jababirah (diktator kejam) yang memperbudak manusia segera enyah dari muka bumi. Merekalah tumpuan harapan banyak orang agar mereka mengeluarkan ummat dari kubangan jahiliyah. Lahirnya muslim unggul sangat mendesak, sebab merekalah pemilik akal-akal besar yang diharapkan menggoncang peradaban materi dengan sepak terjangya.
  
Masalahnya sekarang, manusia muslim unggul itu adalah makhluk langka. Seakan rahim wanita-wanita muslimah kita sudah mandul untuk melahirkan muslim unggul. Institusi pendidikan kita ,juga, bukan lagi lahan yang subur untuk berkecambahnya muslim berkarakter unggul. Realita juga bertutur, bahwa perguruan tinggi kita tidak lagi mewisuda manusia muslim dengan segudang ide yang dengannya mereka menjadi unggul. Yang banyak adalah manusia muslim yang menyia-nyiakan potensinya dan membiarkan otaknya menganggur tidak bekerja. Wajar kalau mereka ini adalah sekumpulan orang yang tidak punya himmah. Mereka ini jumlahnya banyak, tapi hanya membebani ummat ini dengan tumpukan  musykilah.
Jika Anda buka lembaran-lembaran al-Qur’an, maka Anda akan menemukan ajaran-ajaran tentang keunggulan. Ya, ajaran tentang keunggulan. Mungkin Anda membaca kisah, tapi di sana ada ajaran tentang keteguhan.  Boleh jadi Anda membaca ayat-ayat hukum, tapi jika ayat itu diamalkan, akan membuat Anda istiqamah di jalan Allah. Sebab keteguhan itu memang miliknya orang unggul.Sebab keunggulan dan keistiqamahan hampir tidak bisa dipisah.
 Allah ta’ala berfirman:”Allah menguatkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh di dunia dan di akhirat…”(QS.Ibrahim:27).

Karena itu, al-Qur’an yang turun kepada Rasulullah benar-benar telah mengubah generasi yang sama sekali tidak pernah diperhitungkan sebelumnya. Aqidah, emosi, persepsi, sepak terjang mereka ,dengan al-Qur’an, menjadi benar-benar baru setelah sebelumnya dilumuri dengan lumpur kejahiliyahan. Dengan caranya yang sangat unik, al-Qur’an telah meracik sekumpulan penggembala kambing, menjadi ustadziyatul ‘alam (guru alam semesta)yang sulit dicari padanannya dalam sejarah. Dengan aqidah, persepsi, suluk, perasaan yang baru itulah, beserta segala kebersahajaannya, mereka menggoncang seluruh peradaban yang lebih dahulu maju. Padahal mereka itu ‘hanya’ menawarkan kemuliaan  kepada setiap orang yang mereka temui. Tetapi justru disitulah keunggulan mereka. Wajar kalau  predikat khairiyatul ummah disematkan di dada-dada mereka. Demikianlah adanya, kita ummat Islam sejatinya memang dilahirkan untuk unggul. Terlahir untuk menggunguli semua jenis manusia yang membangkang dari Allah, dan berbagai rupa sistem hidup hasil kreasi mereka yang menjauhkan manusia dari beribadah hanya kepadaNya.(Abu Hasan)

Artikulli paraprakKajian Umum Kandidat Doktor Hadits Universitas Islam Madinah
Artikulli tjetërRajulul Aqidah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini