Upaya pertama yang harus dilakukan sebagai terapi dari penyakit futur adalah dengan menjaga dan memperbaharui iman. Sebab iman bertambah dan berkurang. Bahkan iman bisa usang.

Imam Al-Hakim dan At-tabrani meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

إن الايمان ليخلق في جوف أحدكم كما يخلق الثوب فاسأل الله أن يجدد الإيمان في قلوبكم

Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sbagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian!

Di dalam hadits lain beliau bersabda, “Tidak ada satu hati pun kecuali di sana ada mendungnya, seperti mendung yang menutupi rembulan. Jika saat rembulan bercahaya, tiba-tiba mendung menutupinya, maka gelaplah. Dan jika mendung itu menyingkir darinya rembulan pun bercahaya (lagi)

Sesungguhnya menjaga iman dan memperbaruinya adalah penjagaan dengan izin Allah dari banyak penyakit hati. Futur adalah salah satunya. Karena itulah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah senantiasa menjaga iman dan memperbaruinya.

Sehubungan dengan ini Allah berfirman, “Wahai orang orang yang beriman!” (Al-Baqarah (2): 104)

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).” (Al-A’raf (7): 2011

Dari sinilah iman akan bertambah dan terjaga.

… untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). * (Al-Fath (48): 4)

“Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya.” (At-Taubah [9]: 124)

Diantara perkara yang dapat menambah iman adalah memperbanyak amalan, menjaga shalat Sunnah Rawatib, menjaga Qiyamullail dan shalat Tahajjud, serta tidak meninggalkan shalat Witir, baik di saat bermukim maupun saat bepergian. Begitu pula dengan puasa sunnah, dahaga di siang hari, dari tidak menyia-nyiakan hari-hari yang utama untuk diisi dengan puasa sunnah.

Termasuk yang juga dapat menambah iman adalah bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, mempererat tali silaturahmi, berbakti kepada kedua orang tua, serta berbaik hati, berbuat baik, dan mempedulikan fakir miskin dan anak yatim. Tidak ketinggalan pelaksanaan umrah, haji, bersegera ke masjid, i’tikaf.

Ibadah-ibadah ini memberi energi iman bagi seorang mukmin, la dapat menjadi bekal di perjalanan. la pun dapat meringankan musibah dan memudahkan kesulitan. Adalah Rasulullah jika dilanda suatu kesulitan, sesegera mungkin beliau mengerjakan shalat. Beliau pernah bersabda, “Mari kita beristirahat dengan shalat, wahai Bilal. []

Berita sebelumyaFaktor Penyebab Futur (19): Merasa Kesepian di Jalan Dakwah yang Panjang
Berita berikutnyaTerapi Futur (2): Muraqabatullah dan Banyak Berdzikir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here