TEMPAT PERHENTIAN ITU ADA DAN PASTI

Oleh : Dep. Dakwah DPP Wahdah Islamiyah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

 

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Kehidupan bukanlah sebuah perjalanan yang tanpa pertanggung jawaban, kehidupan bukanlah sebuah masa dan waktu belaka yang tanpa mendapat perhitungan kelak di akhirat, kehidupan bukanlah hari-hari, bulan dan tahun yang tanpa penghisaban, namun, kehidupan adalah perjalanan, masa, waktu, hari, dan tahun yang setiap makna dari kehidupan tersebut akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah Ta’ala.

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Setiap manusia, apapun kedudukan dan jabatannya, apapun status sosialnya, dan apapun takdir penciptaannya, maka akan datang kepada mereka waktu, dimana mereka akan diberhentikan dalam satu batas perhentian, untuk mereka akan ditanya dan dimintai pertanggung jawaban kehidupannya. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah As-Saffat ayat yang ke 24,

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْؤُولُونَ

“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya”.

Jamaah sidang salat jum’at yang berbahagia.

Begitu adilnya Allah Ta’ala, begitu bijaksananya Allah, karena tiada satupun makna kehidupan, tiada satupun nilai kehidupan, kecuali makna dan nilai kehidupan tersebut akan diberhentikan disuatu batas perhentian untuk ditanya dan diadili. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah al-Hijr ayat 92 dan 93,

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,  tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”.

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Diantara makna dan nilai kehidupan yang akan diberhentikan pada batas pemberhentian kelak di akhirat, untuk ditanya dan diadili terlebih dahulu adalah,

Pertama : Makna dan nilai kehidupan berupa pendengaran, penglihatan dan hati. Semua itu akan diberhentikan pada batasnya, untuk kemudian akan ditanya oleh Allah Ta’ala tentang apa yang telah mereka perbuat semasa di dunia. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah al-Isra’ ayat yang ke 36,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya”.

Kedua : Makna dan nilai kehidupan berupa umur, ilmu, harta dan jasad. Yang semuanya juga akan diberhentikan pada batas penghisabannya. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya”. (HR. Tirmidzi)

Ketiga : Makna dan nilai kehidupan berupa keluarga, yang kelak juga akan diberhentikan pada batas pemberhentian pertanggung jawabannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surah At-Tahrim ayat yang ke 6,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Keempat : Makna dan nilai kehidupan berupa jabatan dan dan kepemimpinan, yang juga kelak akan diberhentikan pada batas pengadilannya, sebagaimana dalam sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam,

أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya”. (HR. Bukhari)

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Kelima : Makna dan nilai kehidupan berupa nikmat dan segala macamnya, semua nikmat tersebut yang manusia berbangga-bangga dengannya, akan diberhentikan pada batasnya, untuk semuanya akan ditanya dan diadili. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah At-Takasur ayat yang ke 8,

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Demikianlah beberapa makna dan nilai kehidupan yang akan diberhentikan pada batas pemberhentiannya, untuk kemudian ditanya dan diadili oleh Allah Ta’ala dari apa yang telah mereka perbuat. Semoga jamaah Jum’at yang berbahagia, Allah meringankan dan memudahkan kelak untuk kita semua, dalam menjalani masa pengadilan yang abadi, setelah kita meninggalkan dunia yang singkat dan sebentar ini, Amiin Yaa Rabbal A’lamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Usia akan terus mengejar kehidupan kita, usia akan terus mengikuti hari dan tahun kehidupan kita, dan usia pasti akan berhenti pada batas pemberhentiannya, maka jangan pernah terlambat, apatah lagi berhenti dari memaknai kehidupan dengan kebaikan dan kesalehan, teruslah beramal dengan kemampuan terbaik yang Allah berikan kepada kita, Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah At-Tagabun ayat yang ke 16,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu”.

Jamaah sidang salat Jum’at yang berbahagia.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang baik dan saleh, dalam meniti dan menyelesaikan segala tugas, amanah dan tanggung jawab kehidupan kita di dunia ini, Amiin Yaa Rabbal A’lamiin, dan marilah kita menutup khutbah yang mulia ini dengan memperbanyak berdoa kepada Allah, di hari yang mulia ini, dan di hari yang agung ini.

 

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here