Teknik Komunikasi dan Penguasan Forum

Dalam rangka menambah Skill dan wawasan para Murabbi (Pembina) dan  Muballigh (Dai) Wahdah Islamiyah, Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah gelar Training of Trainer for Murabbi-Muballigh menghadirkan Trainer TIPS Indonesia, Askan Setiabudi, M.Si.

Acara ini digelar di Lantai II Masjid Kantor Pusat Wahdah Islamiyah, Sabtu 23 Oktober 2010 Wahdah Islamiyah.

Dalam Sambutannya, penanggung Jawab Training Ustadz Muh.Qasim Saguni, mengatakan bahwa para Dai selain dituntut menguasai materi dakwah, juga yangdiharapkan  memiliki kemampuan yang menarik dalam menyampaikan materi sehingga maksud yang diinginkan dapat tercapai.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum yang membuka secara resmi acara ini, juga menekankan akan pentingnya seorang Dai memiliki kemahiran dalam menyampaikan dakwah. Kemahiran ini merupakan salah satu persiapan dalam menghadapi tantangan dakwah yang besar yang ada saat ini dan yang akan datang. “Kegagalan dalam mempersiapkan diri sama dengan mempersiapkan kegagalan,” ungkap Ustadz.

Dengan adanya kegiatan semacam ini Ustadz berharap, selain bisa menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri, menjadi orang shaleh, juga dapat menjadi pribadi yang Muslih, agen perubah orang lain di masyarakat.
Dalam materinya,Pak Askan Setiabudi mejelaskan topik tentang “Teknik Komunikasi dan Penguasaan Forum”. Dalam pembahasannya, Alumni Pascasarjana Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang ini, mengatakan bahwa salah satu faktor kesuksesan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam adalah penguasaan terhadap psikilogi obyek dakwah, bahwa dakwah disampaikan disesuaikan dengan berbagai keadaan yang dihadapi.

“Tidak semua orang yang menghadiri suatu forum atau pengajian memiliki kesiapan mental dan fisik, olehnya itu perlu pemateri menggunakan metode yang menarik dalam menyampaikan materi,” ungkapnya.

Diantara kunci komunikasi yang efektif adalah mengikhlaskan niat, memiliki percaya diri, olah vokal yang mantap, bahasa tubuh yang meyakinkan, penguasaan materi dan optimalisasi media.

Menurutnya, Ada 3 faktor penting dalam komunikasi yakni Visual, Vokal dan Verbal.Visual (55%) kontak mata, ekspresi wajah, gerak isyarat dan sikap tubuh. Vokal (38%) meliputi volume, kecepatan, irama, intonasi dan kemantapan. Verbal (7%) sederhana, lengkap, jelas dan tidak multi tafsir. “ Untuk memaksimalkan sampainya informasi, audience perlu dilibatkan memahami dalam berbagai indera,”jelasnya.

Dalam berkomunikasi, diperlukan juga ada variasi, diantaranya tekanan pada kata-kata tertentu, mengulang pernyataan seolah-olah ada yang meragukan pernyataan dan selingan denga ice breaker berupa cerita humor, cerita yang memukau, cerita yang menyedihkan baik pengalaman pribadi maupun orang lain.
Pak Askan mengemukan akan pentingnya memunculkan konsentasi awal  materi pada pendengar. Ada beberapa hal yang bisa memusatkan konsentrasi komunikan, yakni awali berbicara dengan cerita, tanyakan dan tegaskan ulang akan manfaat yang dapat diterima, berikan pertanyaan, dan kutipan kata-kata tokoh terkenal/kata mutiara.

Beberapa perkataan penting yang perlu diperhatikan: 6 kata yang paling penting (saya menghargai anda dan usaha anda), 5 kata yang paling penting (saya merasa bangga dengan anda), 4 kata yang paling penting (apa kiranya pendapat anda?), 3 kata yang paling penting (silahkan anda duluan ), 2 kata yang paling penting (terima kasih), 1 kata paling pentinng (Kita), 1 kata paling tidak penting (Saya)

Pak Askan juga mengemukakan cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain apalagi dengan kenalan baru. Mulai dari tehnik berjabat tangan yang erat sebagai tanda penghargaan, bahkan disertai dengan memegang pundak dan merangkul, hal ini disesuaikan dengan orang yang dihadapi. Setelah itu, munculkan pembicaraan-pembicaraan positif tentang teman bicara kita, untuk menarik simpati, dan lebih bagus lagi jika memiliki kemampuan, bisa diajak minum dan makan terlebih dahulu, seperti yang pernah dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dengan mengajak makan beberapa Sahabat disuatu waktu, sebelum menyampaikan dakwah.

Menurut Pak Askan,menggugah emosi seseorang telebih dahulu dengan sesuatu yang positif, sangat mendukung suksesnya komunikasi. seseorang mestinya memberi dulu, sehingga orang lain merasakan terlebih dahulu manfaat, baru manfaat yang diinginkan bisa tercapai.

Berhubungan dengan Program SKS, menurut Pak Askan dalam mencari orang yang bisa ikut program ini ditargetkan orang yang lebih dari kita. Yang memiliki kelebihan dari berbagai aspek, karena dengan target ini, bisa berpeluang menjadi potensi dakwah yang dapat memberi pengaruh di masyarakat, tanpa menafikan objek yang lain.

Ada 3 cara yang paling mudah agar terampil berkomunikasi,yaitu 1.praktek 2.praktek 3.praktek, seandainya ada cara yang keempat, kelima dan seterusnya adalah PRAKTEK…!!!

Training ini dihadiri sebanyak 220 peserta (Ikhwan 90 dan Akhwat 130). Diantara beberapa Klien dari TIPS Indonesia adalah Telkomsel Surabaya, PLN Makassar-Jatim-Bali, Indosat Malang, Semen Gresik dan berbagai kampus,sekolah, Majelis Taklim di Indonesia.(*)

Artikulli paraprakWahdah Datangkan Trainer Nasional
Artikulli tjetërTrainer Nasional di Pelatihan Wahdah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini