Tarbiyah adalah sebuah proses pertumbuhan atau perkembangan potensi-potensi yang dimiliki, baik potensi jasmani, rohani dan akhlak, yang diarahkan pada pertumbuhan yang seimbang, yaitu pertumbuhan yang sehat dan tidak rancu.
Proses tarbiyah anak dimulai sejak dini, yakni sejak anak berada dalam rahim ibunya, bahkan jauh sebelum itu, dengan mencari dan memilih wanita yang sholihat untuk dijadikan ibu bagi anak-anaknya. Sebagian orang berpendapat bahwa pendidikan anak dimulai sejak bayi lahir. Hal ini tidak benar karena seorang bayi yang masih berada di dalam rahim ibunya sudah akan terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh ibunya.

Oleh karena itu, ibu yang sedang hamil harus berusaha menjaga emosinya agar anak yang dilahirkan kelak memiliki emosi yang stabil/terkendali. Dari penelitian modern, seorang ibu yang merokok, minum minuman keras, dapat mempengaruhi bayi dalam rahimnya. Bahkan beberapa krim kecantikan yang dioleskan pada permukaan kulit (tubuh dan wajahnya) turut mempengaruhi janin dalam rahim. Proses menyusui bayi juga merupakan hal penting dan sangat diperhatikan dalam Islam. Diriwayatkan dalam sebuah kisah bahwa: pernah suatu ketika Imam Ahmad bin Hambal melihat anaknya disusui oleh seorang budak maka Imam Ahmad menarik anaknya dan berkata: Saya tidak bisa menjamin anak saya bisa jadi baik/selamat jika disusui wanita budak tersebut. sebab daging dan tulang akan terbentuk dari air susu yang diminumnya, demikian pula akalnya, akan terbentuk saat meminum susu tersebut. oleh karena itu Abdullah bin Ahmad bin Hanbal seringkali emosinya tidak terkendali. Lalu Imam Ahmad berkata, ini mungkin disebabkan air susu yang diminumnya dari wanita jariyah tadi. Kesalahan yang banyak dilakukan oleh para orang tua saat ini antara lain:
 
Pertama, seperti apa yang diisitilahkan oleh Al-Mihad, yaitu seluruh tubuh bayi diikat dan ini dilakukan oleh seorang ibu sehingga anak tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Ini dapat menyebabkan hati anak menjadi sempit.

Kedua, membiasakan bayi tidur di tempat tidur yang digoyang-goyangkan agar anak berhenti menangis, yang apabila berhenti digoyangkan maka sang anak merasa ketagihan dan menangis lagi.

Ketiga, pemberian susu kaleng (susu sapi atau lainnya), ini akan berpengaruh pada sang anak. Yang terbaik adalah dengan memberikan ASI.

Artikulli paraprakKEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS(2)
Artikulli tjetërHukum Memanjangkan kain celana ( Isbal )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini