Tahun Baru, Inikah Yang Kita Harapkan?

Date:

Saat pergantian tahun ini, sebagian orang bersorak sorai gembira. Mereka menyalakan kembang api, membisingkan langit dengan gemuruh ledakan petasan, lalu meneriakkan terompet yang saling bersahut-sahutan.

Hanya saja, apa latar belakang mereka melakukan semua ini, akankah ada harapan yang terpenuhi?

Saat pergantian tahun esok, mentari yang memancarkan cahyanya tetaplah ia yang tiap hari memancarkan cahyanya itu. Tatkala kita terbagun dari tidur, kita masih saja tetap berada pada ruang yang sama, dunia. Kecuali ruh benar-benar telah lepas sempurna dari jasad, mati.

Tahun baru, umur bertambah, mungkin lebih tua sehari, atau mungkin sebulan atau lebih dari itu. Disadari atau tidak, jatah hidup di dunia semakin berkurang, kesempatan untuk beribadah pun semakin berkurang. Semantra tak ada kepastian untuk kehidupan hari esok yang abadi, pada hari yang tak ada lagi kematian. Kebahagiaan yang abadikah atau kesengsaraan abadi dengan siksa pedih yang tak henti-hentinya.

Jadi, mengapa tidak memperbanyak istighfar dan bertaubat?

Tahun baru, apa yang kita harapkan darinya?
Hidup bahagia dengan kemewahan dunia, atau hidup bahagia dengan kedekatan bersama Sang Pemberi kebahagiaan itu?

Jika harapan kita adalah perubahan hidup menuju kebahagiaan dan kemewahan dunia, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya apa yang kita kehendaki itu tak dapat tercapai melainkan atas izin-Nya.

Tapi, jika harapan ita adalah perubahan hidup menuju kebahagiaan bersama Sang Pemberi kebahagiaan, maka sesungguhnya Dia amat senang dengan apa yang kita harapkan itu.

Mari bersegera, memperbaiki cara untuk mendapat kebahagiaan seperti yang Dia tuntunkan. Dengan niat yang benar dan cara yang benar, sesuai dengan kerdihaan-Nya. Bukan mengikuti cara orang-orang yang memusuhi agama-Nya.

Jika kita benar-benar yakin, bahwa ada kehidupan tanpa kematian setelah kehidupan dunia ini, maka persiapkanlah untuknya. Jika kita benar-benar yakin bahwa ada hari perhitungan amalan setelah kehidupan ini, maka berbekallah untuknya. Jika kita yakin adanya neraka yang siap menyiksa setiap orang yang menyelisihi perintah-Nya, mengapa kita tiada jua merasa takut?

Bukankah surga hanya untuk orang-orang yang takut pada-Nya?

جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ ٨

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”. (al-Bayyinah: 8)

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”. (al-Nazi’at: 40-41)

Jika kita benar-benar takut, maka buktikanlah. Malam tahun baru ini, kita ingin berada dijalan-Nya atau di jalan setan?

Oleh Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Sambut Kunjungan Wahdah, Ini Pesan Mendag Soal IKN

JAKARTA, wahdah.or.id - Ketua DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun...

Sowan Ke Baznas, Prof. Noor Ahmad Berharap Wahdah Segera Hadir di IKN

JAKARTA, wahdah.or.id - Ketua DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun...

Pimpin Doa Dalam Munas Forum Zakat di Istana Wapres, Ustaz Zaitun Panjatkan Doa untuk Gaza dan Gerakan Zakat di Indonesia

JAKARTA, wahdah.or.id – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin...

Pelajaran Tentang Muharram (1) : Urutan Bulan Muharram dalam Syariat Islam

Wahdah.Or.Id -- Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan...