Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah

Melahirkan Imam Handal & Amanah
 

Pada tanggal 18 Dzulhijjah 1419 hijriah (bertepatan dengan 4 April 1998 miladiyah), Pesantren Tahfidzul Quran secara resmi berdiri di Makassar. Pesantren yang dikelola Yayasan Wahdah Islamiyah (kini menjadi ormas) semula hanya menampung 7 orang santri dengan menjadikan Masjid Wihdatul Ummah Makassar sebagai lokasi sementara, mengingat saat itu YWI belum memiliki lokasi pesantren yang permanen.

Pindah ke Kassi Tamangapa
Lebih kurang 2 tahun kemudian, tepatnya Oktober 2000 miladiyah, Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah pindah ke lokasi permanen di Kassi Kec. Tamangapa Makassar yang berbatasan dengan Kab. Gowa. Semula lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai kampus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan bahasa Arab (STIBA) Makassar, perguruan tinggi swasta yang juga dikelola oleh Wahdah Islamiyah. Saat itu STIBA telah memiliki lokasi kampus yang lebih kondusif di Kec. Manggala Makassar (daerah tersebut berbatasan dengan Kab. Maros).
    
Dibutuhkan Masyarakat
Sejak pertama kali didirikan, pesantren ini telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Kehadiran para santri maupun alumni Pesantren Tahfidul Quran Wahdah Islamiyah sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam mengisi kekosongan tenaga imam masjid di kompleks-kompleks perumahan. Selain berperan sebagai imam masjid, para santri maupun alumni juga siap bertugas sebagai daí, terutama dalam pembinaan anak-anak TK / TPA.

Hingga kini banyak di antara santri maupun alumni yang harus terpaksa tinggal di luar asrama pesantren, karena harus melayani masyarakat agar menjadi imam masjid di lingkungan mereka.

Dengan berbagai fasilitas dan juga bantuan dari para Muhsinin, Alhamdulillah dalam kurung waktu 9 tahun telah menghasilkan Alumni sebanyak 66 orang yang khatam 30 Juz yang telah tersebar ke berbagai daerah  diantaranya ada yang sudah mendirikan pondok Tahfidz, melanjutkan studynya baik di dalam maupun di luar negeri di antaranya LIPIA, Madinah , Pakistan dll, juga ada yang bertugas sebagai Imam di beberapa daerah. Sebagian santri juga ada yang telah keluar meski belum khatam 30 Juz dengan berbagai kendala diantaranya ketidakmampuan untuk tajarrud secara full (sebagian ingin melanjutkan studinya), potensi dan kemampuan yang terbatas dan faktor kesehatan yang kurang mendukung. Hingga Sekarang ini jumlah santri yang masih terlibat dalam proses pembinaan berjumlah 108 orang santri laki-laki (Ikhwah), sebagian diantaranya Murojaah(mengulang). Alhamdulillah, Tahfidz akhwat mulai di buka tanggal 1 Januari 2005 M dengan jumlah santri perempuan (akhwat) sampai sekarang ini berjumlah 77 orang. Diantara santri Tahfidz tersebut ada juga santri yang mengikuti program Pondok Pesantren Salafiyah tingkat Wustho (Sederajat SMP) sebanyak  84 Orang Putra dan Putri .
 
Sebagian besar santri berasal dari wilayah pedesaan dan dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Bahkan beberapa di antaranya merupakan anak-anak korban bencana alam tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam 26 Desember 2004 miladiyah lalu, yang telah kehilangan sanak saudara dan harta benda.

Kurikulum
Pesantren tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah, sebagaimana misi utamanya melahirkan kader imam handal dan amanah, memberikan porsi pendidikan Al Quran yang lebih besar. Sebab para santri diharapkan mampu menjadi hafidz (penghafal Quran 30 juz) setelah tamat nanti. Pada umumnya santri dapat menyelesaikan hafalannya (30 juz) selama 2 tahun.
   
Meskipun pendidikan Al Quran merupakan matyeri utama yang diberikan, namun para santri juga diberikan berbagai macam ilmu sebagai bekal mereka setelah lulus nanti, seperti Fiqh Islam, Al Hadits, Fiqh Ad Da’wah, Bahasa Arab, Tarbiyah Islamiyah, serta pelajaran umum lainnya.
   
Bahkan sejak awal 2006 miladiyah ini, Kanwil Departemen Agama Kota Makassar telah merekomendasikan Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah untuk membuka program Pesantren Salafiyah Wustha. Melalui program tersebut, pesantren dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar pelajaran umum setingkat SMP bagi santri. Sehingga para santri pun dapat memiliki ijasah setingkat SMP.

Fasilitas
Hingga kini Pesantren tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah berusaha membina santri dengan sebaik mungkin, meskipun hanya memiliki fasilitas yang terbatas berupa masjid, asrama, sarana olahraga, dan perumahan tenaga pembina. Beberapa tahun lalu sempat ada poliklinik kesehatan, tetapi kini gedungnya dimanfaatkan sebagai kantor administrasi karena tidak adanya tenaga kesehatan maupun biaya operasional.
  
Tenaga pengajar pesantren adalah alumni Universitas Islam Madinah, Kerajaan Saudi Arabia. Setelah dibuka program Pesantren Salafiyah, Tahfidzul Quran mendatangkan tenaga pengajar umum dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Rp 11, 69 Juta, Kebutuhan Bulanan Pesantren Penghafal Quran
Agusman, A.Md.
Sekretaris Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah, Makassar

Alhamdulillah, lebih-kurang 8 tahun Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah Makassar hadir di tengah masyarakat. Selama masa pengabdiannya, pesantren ini telah berhasil melahirkan 39 imam masjid yang mampu menghafal 30 juz Al Quran dan puluhan lainnya yang belum menggenapkan 30 juz hafalannya. Tahun ajaran ini pesantren mendidik 99 orang santri, 11 di antaranya santri puteri.
  
Seiring kenaikan harga BBM dan biaya-biaya yang lain, kebutuhan dana operasional pesantren semakin besar pula. Sebagai informasi, sebagian besar santri Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah Makassar berasal dari keluarga kurang mampu, terlebih beberapa di antaranya merupakan anak-anak korban bencana alam di Aceh. Ditambah pula pembiayaannya selama ini berasal dari sumbangan para donatur.
   
Melalui kesempatan ini, kami berharap kiranya kaum Muslimin yang hingga kini belum bergabung menjadi donatur tetap Wahdah Islamiyah untuk dapat bersama-sama menginfaqkan sebagian rezeki bulannya, demi kelangsungan operasional pendidikan Islami, termasuk dana operasional pesantren Tahfidzul Quran.
   
Kebutuhan dan Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah Makassar adalah Rp 11.690.000,- per bulan. Dana tersebut untuk membiayai konsumsi santri, rekening air, rekening listrik, rekening telepon, serta biaya operasional lainnya.
   
Untuk konsumsi makanan pokok santri, para donatur juga dapat memberikan sumbangannya dalam bentuk beras. Setiap bulannya santri pesantren membutuhkan beras sebanyak 1.000 liter.
      
   
 

Artikulli paraprakSD Islam
Artikulli tjetërPPS

6 KOMENTAR

  1. Assalamualaiku.. Afwan brosur penerimaan murid baru untuk TahfidzulQuran kassi maw liat dimana?? soalnya suda lama kami cari-cari brosurnya di internet tapi tidak ketemu.

  2. INFO penerimaan calon santri baru Ponpes tahfidzul qur’an wahdah islamiyah makassar insya Allah membuka pendaftaran mulai 13 April – 16 Mei 2015 putra putri tingkat smp dan sma di sekretarian panitia PSB PPTQ-WI jl Rahmatullah Raya Kassi Kel. Tamangapa Kec Manggala Kota Makassar Sul-sel. atau melalui [email protected]. cp 085242292056. an. panitia PSB. syukran

  3. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    afwan ustadz, tolong info pendaftaran untuk pondok tahfidz tingkat SMP putri kapan ya,,
    Alamatnya dan kontak personnya dimana ya,,,

    • INFO penerimaan calon santri baru Ponpes tahfidzul qur’an wahdah islamiyah makassar insya Allah membuka pendaftaran mulai 13 April – 16 Mei 2015 putra putri tingkat smp dan sma di sekretarian panitia PSB PPTQ-WI jl Rahmatullah Raya Kassi Kel. Tamangapa Kec Manggala Kota Makassar Sul-sel. atau melalui [email protected]. cp 085242292056. an. panitia PSB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini