Tafsir Ringkas Surah Al-Baqarah Ayat 1- 7

الم (١) ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٤) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٥)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ    (٦) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٧) –

Terjemahan:

  1. Alif laam miim

  2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

  3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

  4. dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

  5. Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. 1

  6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

  7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup, dan bagi mereka siksa yang Amat berat.

TAFSIR RINGKAS

  1. Alif lam mim, ini adalah huruf-huruf yang terpenggal di awal beberapa surat, mengandung isyarat kepada kemukjizatan al-Qur’an. Al-Qur’an menantang orang-orang musyrikin dan mereka tidak kuasa menentangnya. Ketidakmampuan orang-orang Arab untuk membuat semisal dengan al-Qur’an padahal mereka adalah orang-orang yang paling fasih- membuktikan bahwa al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah.

  1. Al-Qur’an ini merupakan kitab yang agung yang tidak diragukan bahwa ia datang dari sisi Allah, maka siapapun tidak patut meragukannya karena ia adalah kitab yang jelas. Orang-orang yang bertaqwa mengambil manfaatnya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih,orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan hukum-hukum-Nya.

  1. Orang-orang yang bertqwa adalah orang-orang yang membenarkan perkara ghaib, yaitu perkara akal dan indera mereka saja tidak akan mampu mengetahuinya, karena ia hanya bisa diketahui melalui wahyu Allah Ta’ala kepada para Rasul-Nya, seperti iman kepada Malaikat, Surga, Neraka dan perkara-perkara lainnya yang telah dikabarkan oleh Allah dan oleh para Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Iman adalah kata general (menyeluruh) untuk menetapkan bagi keyakinan kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhir dan takdir yang baik dan yang buruk.

  1. Orang-orang yang bertakwa beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, yaitu al-Qur’an, dan apa yang diturunkan kepadamu berupa hikmah, yaitu sunnah,2 mereka juga beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul sebelummu, seperti Taurat, Injil dan lainnya. Mereka juga membenarkan alam kehidupan pasca kematian termasuk apa yang ada disana, berupa hisab dan amal perbuatan, mereka membenarkan dengan hati mereka dengan pembenaran yang terlihat dari lisan dan perbuatan mereka.

  1. Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut berjalan diatas cahaya dari Rabb merka dan meraih taufik dari pencipta dan pemberi hidayah mereka. Mereka adalah orang-orang yang beruntung yang meraih apa yang mereka cari selamat dari keburukan dimana mereka lari darinya.

  1. Sesungguhnya orang yang mengingkari apa yang Rabbmu turunkan kepadamu karna kesombongan atau keangkuhan, mereka tidak beriman, baik engkau memperingatkan dan menakuti-nakuti mereka wahai rasul dari siksa Allah atau engkau tidak melakukan hal itu, karena mereka aka tetap berselingkuh di atas kebalitan yang mereka pegang.

  1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menutup rapat-rapat hati dan pendengaran mereka. Allah telah meletakkan penutup di depan pandangan mata mereka disebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran merka setelah sebelumnya mereka mengetahui kebenarn, sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak membimbing mereka kepada petunjuk, dan bagi mereka siksa yang berat di dalam api Neraka Jahanam .

(At-Tafsirul Muyassar, Kumpulan Para Ulama Pakar Tafsir)


 

1 Allah membatasi al-Falah(keberuntungan) bagi mereka (orang bertaqwa) karena tidak adala jalan mempeoleh keberuntungan dan kebahagiaan melainkan dengan mengikuti jalan hidup mereka. Sebab selain jalan tersebut merupakan jalan penderitaan dan kebinasaan. Oleh karena itu ketika menyebutkan sifat-sifat orang beriman sejati, Allah sebutkan pula (setelahnya) sifat orang-orang Kafir yang menampakan kekafirannya dan memusuhi Rasul. (Lih: Taisir karimir Rahman, hlm. 41)

2 Orang bertakwa mengimani seluruh yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka tidak memisah-misahkan Al-Qur’an dan dan As-Sunnah, karena keduanya merupakan wahyu Allah Ta’ala. Mereka tidak mengimani sebagian dan menolak sebagian yang lainnya dari kedua wahyu tersebut. (Lih: Tafsir As-Sa’diy (Taisir karimir Rahman, hlm. 41)

Berita sebelumyaAnak usia 11 tahun masuk islam, wajibkah mengucapkan syahadat?
Berita berikutnyaTPM Lazisway Kirim Bantuan ke Musibah Longsor Banjar Negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here