Tabligh Akbar dengan Konsumsi Lebih Seribu Jagung

  • Diisi Oleh Wakil Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah

Gowa, Ahad 26 September 2010,  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wahdah Islamiyah Gowa kembali mengadakan Tabligh Akbar yang bertempat di Masjid Nurul Iman Bonto Ramba Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

 

Tabligh Akbar ini merupakan rangkaian acara Silaturahmi Kelurarga Besar Wahdah Islamiyah DPC Gowa, dengan menghadirkan pembicara Wakil Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ust. Muh.Ikhwan Abdul Jalil, Lc

Acara ini dihadiri dengan antusias oleh Ikhwan maupun Akhwat di Kabupaten Gowa. Meskipun jadwal Tabligh Akbar yang tidak seperti biasanya, namun semangat Ikhwan & Akhwat untuk menuntut ilmu tampak tidak menurun.

Yang lebih menarik lagi adalah acara silaturahmi kali ini, berbeda dengan  Tabligh Akbar ditempat lain adalah disuguhkan lebih dari seribu jagung  manis sebagai konsumsi bagi peserta yang disantap usai ceramah. Jagung sebanyak ini berasal dari sumbangan jamaah dan warga sekitar dari hasil kebunnya masing-masing. Bukan cuma jagung, berbagai macam kue juga dihidangkan, yang berasal dari swadaya masyarakat sekitar. 

 

Sebelum acara dimulai, Ketua Umum DPC Wahdah Islamiyah Gowa Ust. Andi Tajuddin SM. memberikan sambutan dalam acara tersebut, Beliau memaparkan beberapa program kerja di Setiap Departemen yang ada di DPC Wahdah Islamiyah Gowa ini. Selain itu, beliau mensosialisasikan Pesantren Tahfidzul Qur’an binaan DPC Wahdah Islamiyah Gowa. Tak lupa pula beliau menghimbau kepada jama’ah agar memasukkan anak ataupun keluarganya ke Pesantren tersebut.

Dalam acara ini, Wakil Ketua Umum menjelaskan tentang pentingnya menyambung silaturrahim, menyikapi problem yang ada diantara kaum muslimin, yakni perpecahan yang terjadi pada ummat, saling mengghibah  muslim yang lain yang tidak sepatutnya untuk diekspos.

"Mungkin dulu dia adalah guru kita, orang yang sangat berjasa kepada kita, namun ketika ada kesalahan kesalahan yang kecil saja, jangan sampai kita langsung menghukuminya, seolah-olah tidak ada sama sekali kebaikannya, wana’udzubillah," ungkap Ustadz.

Beliau juga menyayangkan tentang masalah yang terjadi antara negara Indonesia dengan Malaysia hanya karena lagu, padahal mayoritas kedua negara ini berpenduduk kaum muslimin.

Selain itu, Beliau juga menghimbau kepada kaum muslimin agar melaksanakan Program Satu Rumah Satu Hafidz  (SRSH), program ini bertujuan untuk lebih mendekatkan kita kepada Allah Azza Wajallah serta sebagai wujud sikap kita atas peristiwa pembakaran Kitab Suci Al-Qur’an oleh Pendeta Bob Old Laknatullah.

Sebelum acara ditutup, dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk biaya pemasangan listrik di Pesantren Tahfidzul Qur’an yang dimotivatori oleh Ust. Mansyur Salim, karena sampai sekarang listrik di Pesantren tersebut masih menyambung dari warga setempat. Dan Alhamdulillah hasil penggalangan dana melebihi target yang diharapkan. (mej/asy//www.al-munir.com)

 

Artikulli paraprakHemdardi: Penembakan Saat Shalat Melanggar HAM
Artikulli tjetërPelatihan Terjemah Al-Qur’an di Universitas Negeri Yogyakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini