Secara sederhana, ta’lim adalah kegiatan pengajaran ilmu agama dari seseorang kepada sekumpulan khayalak pada suatu tempat tertentu. Bentuknya yang paling mudah kita lihat adalah pengajian rutin yang diadakan pada malam-malam tertentu di masjid Wihdatul Ummah Makassar.

· Apa itu ta’lim dan tarbiyah, dan apa perbedaan keduanya ?
Secara sederhana, ta’lim adalah kegiatan pengajaran ilmu agama dari seseorang kepada sekumpulan khayalak pada suatu tempat tertentu. Bentuknya yang paling mudah kita lihat adalah pengajian rutin yang diadakan pada malam-malam tertentu di masjid Wihdatul Ummah Makassar.
Adapun tarbiyah, merupakan kegiatan pembianaan yang lebih khusus terhadap pribadi-pribadi muslim dalam berbagai aspeknya. Olehnya itu, tarbiyah itu memberikan perhatian kepada semua aspek dari pesertanya.

· Mengapa mesti dibedakan ?
Begini, anda tentu pernah mendengar istilah kelas besar dan kelas kecil dalam proses belajar mengajar. Ta’lim itu dapat diibaratkan sebuah kelas besar dimana materi yang diberikan lebih umum dan baku. Ini untuk mengingat bahwa pesertanya sangat beragam latar belakang dan memiliki kesempatan terbatas.
Tarbiyah lebih spesifik mengarahkan orang-orang yang menginginkan interaksi lebih jauh kedalam Islam. Orang-orang inilah yang dibina secara intensif agar mereka dapat melaksanakan ajaran—ajaran Islam secara terarah dan kelak mampu mengemban amanah-amanah yang dibebankan kepadanya demi kemaslahatan ummat.
Jadi secara ringkas, perbedaan keduanya terletak pada beberapa aspek yaitu: tujuan kegiatan, target dan sasarannya, metodenya dan bentuknya.

· Bisa dijelaskan secara lebih terperinci ?
Kita semua mengharapkan agar umat Islam saat ini mampu tegak dihadapan umat lain. Kita juga menginginkan agar setiap pribadi muslim menyadari tanggung jawabnya selaku hamba Allah yang memiliki tugas yang dibebankan semenjak ia memeluk Islam. Kita sangat merindukan ummat Islam mampu bersatu di atas landasan dan manhaj yang benar.
Tetapi kenyataan menunjukkan dan akal sehat membenar bahwa mengubah kondisi masyarakat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya butuh proses dan butuh waktu. Tentu saja perbedaan kondisi yang ada pada setiap jenis orang membutuhkan metode penanganan yang berbeda. Perbedaan metode inilah yang melahirkan ada metode ta’lim dan metode tarbiyah.
Kegiatan ta’lim ditujukan kepada masyarakat umum yang ditujukan untuk membentuk pemikiran, wawasan, dan kebanggaan kepada Islam. Pada kegiatan ta’lim, seseorang dai berusaha menjelaskan Islam secara gemblang dan sedapat mungkin tidak meninggalkan pertanyaan dan persoalan baru dari pendengarnya. Ringkasnya, kegiatan ta’lim itu sedapat mungkin menarik bagi masyarakat.

· Bagaimana agar kegiatan ta’lim menjadi menarik ?
Secara teoritis, sesuatu itu menarik jika mengandung 3 (tiga) unsur yaitu : unsur tendensi, unsur distingsi,. dan unsur konsistensi/repetisi.
Yang dimaksud dengan unsur tendensi adalah bahwa sesuatu yang menjadi kebutuhan bagi orang cenderung akan mempunyai daya tarik. Misalnya saja, materi ceramah yang menyinggung soal-soal perdagangan akan memberikan daya tarik bila diberikan kepada pedagang. Materi yang memberikan jawaban tuntas tentang suatu masalah yang selama ini diperselisihkan tentu akan sangat menarik bagi yang menantikan jawaban. Demikian pula dengan pemberian materi dengan data-data ilmiah kepada sekelompok pelajar atau mahasiswa akan lebih menarik ketimbang hal tersebut disampaikan kepada masyarakat awam.
Unsur kedua yaitu unsur distingsi (keunikan) artinya bahwa sesuatu yang unik akan memiliki daya tarik melebihi sesuatu yang biasa-biasa saja. Misalnya ceramah tentang kisah perjalanan seorang mujahid di Medan Jihad yang diberikan kepada sekelompok pemuda, akan menarik karena keunikan dan kelangkaannya. Berbeda halnya jika yang diceritakan adalah kisah tentang suka duka seorang dosen atau pegawai negeri. Kisah keunikan dan keluarbiasaan kehidupan para sahibat, akan sangat menarik mengingat figur seperti mereka adalah figur yang langka di zaman ini.
Distingsi selain dapat ditampilkan dalam bentuk materi juga dapat ditampilkan dalam keunikan metode. Misalnya menjelaskan suatu materi dengan bantuan peraga tertentu atau orang tertentu.
Sedangkan unsur ketiga yaitu unsur konsistensi/repetisi (perulangan) adalah bahwa sesuatu dapat menarik perhatian apabila diberikan/terjadi secara berulang-ulang. Itulah sebbnya, seorang penceramah untuk menarik perhatian pendengarnya terkada mengacung-acungkan tangannya, menggeleng-geleng, dan berbagai gerakan berulang yang dapat menarik perhatian. Demikian yang dapat menarik perhatian. Demikian pula seorang pembicara kadang-kadang mengulang-ulang suatu kalimat dengan intonasi tertentu untuk menarik perhatian.
Jadi, untuk membuat kegiatan ta’lim kita menjadi menarik, kita dapat mengusahakan memenuhi salah satu unsur tadi. Tentu saja sebelumnya kita perlu mengetahui siapa yang kita targetkan menjadi pendengar dan peserta kegiatan ta’lim kita.

· Apa bisa dijelaskan tentang tarbiyah secara terinci? Apakah kegiatannya terbatas pada pertemuan (liqa) pekanan saja ?
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tarbiyah itu membina beberapa aspek pembinaan yaitu aspek pembinaan akal, ruhani dan jasmani pesertanya. Kesemuanya ditujuan agar peserta tarbiyah dapat langsung mengamalkan apa yang difahaminya secara terarah dan berkesinambungan. Misalnya pada kegiatan ta’lim mereka memahami cara sholat secara umum. Maka dalam tarbiyah merek diajari dan disadarkan untuk sholat. Lebih dari itu, peserta tarbiyah pun suatu ketika dapat dievaluasi aktivitas sholat dan pengaruh sholat terhadap pribadinya.
Aktivitas tersebut tentu memerlukan metode yang beragam untuk menghindari kejenuhan. Dan secara kejiwaan, terkadang seseorang lebih cocok dengan satu metode dan kurang cocok dengan metode lainnya. Metode-metode tarbiyah antara lain: liqa pekanan, daurah tarqiyyah, rihlah, mabit, mukhayyam, dan lain-lain.
Sebuah lembaga dakwah yang baik harus melakukan pengelolaan kader yang baik dan terencana. Kader-kader tersebutlah yang diharapkan dapat menarik anggota masyarakat lain.

· Sebagai penutup, apa kira-kira ciri dari proses tarbiyah yang terprogram dengan baik ?
Ciri dari lembaga yang memprogram tarbiyah dengan baik antara lain: terjadinya pertambahan kader dan halaqah, tertatanya struktur kader berdasarkan tingkatan pembinaan (marhalah), jaringan kader yang solid, dan adanya pertambahan kualitas kader secara bertahap dan meyakinkan. (isra’2003 by ulhaq)

Artikulli paraprakJum’at Hari Ibadah
Artikulli tjetërPerbedaan sistem perbankan dengan memakai sistem bunga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini