Surat dari negeri 2 Nil Buat Ustadz Muhammad Yusran Anshar Hafidzahullah dan Ummu Abdillah Hafidzahallah…

Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Adakah jiwa ini menyadari kan tiap makna sebuah kata
Kala ketetapan telah diturunkan dari Lauh Mahfudz

Rasa manis kan semakin terasa dengan kepahitan
Kesabaran kan semakin indah dengan kesyukuran
Tersadari….
Nikmat yang tak terhingga mengalahkan musibahNya
ALLAHU AKBAR..Allah maha besar
Moga lembaran-lembaran ujian semakin mengajarkan arti cintaNya pada kita
Maka pantaslah takdir ini dijalani dengan cinta
Karena ia akan menghadirkan perpaduan yang berkata….
Sesungguhnya JannahNya tuk yang menyambut cinta dengan cinta

Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas segala sesuatunya yang tidak membebani hamba-hambaNya diluar kemampuannya dan menjadikan musibah sebagi pembersi dosa-dosanya.

Ustadzku…

Sebagai manusia biasa tentu kita sangat terpukul dengan ujian ini sebagaimana kesedihan Rasulullah dengan kematian anaknya dan ini merupakan rahmat yang Allah turunkan pada hambaNya , mata berlinang, hati sedih namun kita tak mengatakan sesuatu melainkan yang diridhoi Allah…..
Seandainya ada seorang manusia yang berhak untuk hidup kekal maka Rasulullah yang berhak untuk itu, namun Allah telah menggariskan dalam al qur’an " engkau akan mati (Muhammad) dan mereka semua akan mati", sudah menjadi penggarisan dari yang kuasa bahwa kita akan meninggalkan dunia ini, cepat atu lambat, kita adalah anak dan cucu orang yang telah lama mati, dan kita pasti akan menyusul mereka, setinggi apapun pangkat seseorang dan sekaya apapun ia, ia tidak mampu tuk menolak datangnya kematian, Rasulullah bersabda " perbanyaklah mengingat perkara yang memutuskan kelezatan yaitu kematian".

Keyakinan kita, kematian bukanlah akhir segala-galanya sebagaimana dunia bukanlah tujuan akhir kita bahkan kematian adalah merupakan pintu dan fase awal menuju ke kehidupan abadi, kehidupan bahagia yang disiapkan buat orang-orang sholeh, dan kehidupan sengsara yang disiapkan buat para pendusta, dunia ini adalah tempat yang meletihkan, mencapekkan, menyedihkan sekaligus membosankan bagi orang-orang yang rindu tuk berjumpa dengan TuhanNya,adapun akhirat adalah tempat bersenang-senang dan untuk beristirahat dari segala keletihan tersebut sebagaimana perkataan imamaAhmad: "Kita tidak akan pernah merasakan istirahat dalam kehidupan ini sampai kita menginjakkah kaki pertam di syurga"

Setiap kita penuh dengan noda dan dosa, kita membutuhkan pembersih, bumi sudah terlalu berat dengan kemaksiatan anak cucu Adam termasuk dosa-dosa kita, namun kasih sayang Allah melebihi kemurkaan dan kemarahanNya, setiap saat kita berbuat dosa setiap saat pula Allah menurunkan ampunanNya, kemaksiatan yang kita persembahkan pada setiap waktu kita, dibalas dengan nikmat yang tak tehingga jumlahnya, yah….harapan kita semua, semoga Allah memaafkan dan membersihkan dosa-dosa kita, dan dosa-dosa seorang hamba dapat dicuci pada 3 sungai dan barangsiapa yang tidak bersih dengan ketiga sungai tersebut makaia akan dicuci di dalam neraka : 1. Sungai yang pertama adalah sungai taubat .2.sungai yang kedua adalah sungai kebaikan yang menghapuskan keburukan-keburukan kita  3. Sungai yang ketiga adalah sungai cobaan yang menggugurkan dosa-dosa.  Allhu Akbar, inilah hikmah dibalik cobaan, kematian, kekurangan harta, kegelisahan sampai duri yang menusuk kaki seorang hamba kemudian ia bersabar niscaya Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan syarat kita harus ridho dengan cobaan tersebut dan bersabar, dan kesabaran itu dibutuhkan pada guncangan pertma dari musibah tersebut…….sehingga dalam sebuah riwayat disebutkan pada hari kiamat nanti diantara manusia ada yang iri melihat ganjaran pahala yang diberikan bagi orang-orang yang terkena musibah dan bersabar dengannya….

Adik Ahmad adalah milik Allah dan telah diambil kembali oleh pemiliknya, insya Allah akan menjadi penolong bagi Ustadz dan Ummu pada hari kiamat nanti, sebagaimana yang pernah Ustadz sampaikan pada kami dalam muhadhora-muhadhorah Ustadz, dan kalo tak salah ingat pernah Ustadz sampaikan pada kami bahwa diantara kaum salaf ada yang berharap semoga ada diantara anaknya yang meninggal pada waktu kecil karena keyakinan yang mendalam bahwa Allah akan menjadikannya sebagai tabungan buat kedua orang tuanya.
, … "Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un,allahumma’jurny fi mushibaty wakhlufly khoiran minha.. segalanya berasal dari Allah dan segalanya akan kembali kepadaNya, Ya Allah berilah aku pahala pada musibahku ini dan berilah aku ganti yang lebih baik…..janji Rasulullah bagi orang yang mengucapakan doa ini niscaya Allah akan memberikan ganti yang lebih baik……dan kebaikan apakah yang melebihi dari sebuah istana yang dibangun buat orang yang bersabar di dalam syurga yang bernama "Rumah pujian", sebagaimana dalam sebuah hadits qudtsi…..

Dengan kesabaran, Allah akan memberikan 3 hal : 1. Terhapusnya dosa-dosa. 2. diangkatnya derajat kita disisNya . 3.Allah akan beri ganti yang lebih baik….serta mendapatkan petunjuk darinya
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa ridho terhadap ketentuanNya , keridhoan yang mendatangkan kecintaanNya, sebagaimana perkataan Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam "madarij" beliau: "keridhoan adalah ketika seseorang melihat sebuah musibah atau hal yang ia benci sebagai sebuah kenikmatan, kenikmatan yang lebih besar dan lebih agung dari nikmat yang ia senangi atau cintai, sebagaimana perkataan sebagian salaf: ridholah dengan segala sesuatu yang Allah perbuat padamu, karena tidaklah Allah menahan sesuatu darimu kecuali Ia ingin memberimu, dan tidaklah ia mengujimu kecuali Ia ingin membersihkanmu, dan tidaklah Ia memberimu penyakit melainkan Ia hendak menyehatkanmu, dan tidaklah Ia mematikanmu kecuali Ia ingin menghidupkanmu…jangan biarkan keridhoan meninggalkanmu walau sekejap mata  yang akan menjadikan engkau jatuh dari  pandanganNya".
Yahya bin Mu’adz pernah ditanya: kapankah seorang hamba mencapai tingkat keridhoan?, beliau menjawab: "yaitu ketika ia memiliki 4 sifat dalam bergaul dengan Tuhannya, dimana ia berkata: jika Engkau memberiku maka aku akan menerimanya, jika Engkau menahan sesuatu dariku maka aku akan ridho, dan jika Engkau meninggalkanku maka aku akan beribadah kepadaMu, dan jika Engkau memanggilku niscaya aku akan menjawab panggilanMu".

Dari Hafs bin Humaid beliau berkata: suatu hari saya bersama Abdullah bin Mubarak di Kufah ketika istri beliau meninggal dunia, saya bertanya kepadanya: "apakah yang dimaksud dengan keridhoan?, beliau menjawab: "Keridhoan adalah ketika engkau tidak mengharapkan selain apa yang ditetapkan kepadaMu"…

Ustadzku..
Afwan Ustadz, ana tak ada niat tuk menasehati Ustadz dan Apa yang ana nukil dari atsar para salaf ana yakin pernah Ustadz dapatkan, bahkan sebagian besarnya ana dapatkan dari Ustadz namun ini yang bisa ana sampaikan sebagai bentuk cinta ana pada Ustadz sekeluarga, semoga Allah mengumpulkan kita dengan peghulu orang-orang yang Ridho Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam "Shaidul khotir", Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "barangsiapa yang ingin mengetahui hakekat ridho akan apa yang Allah kehendaki pada hambaNya hendaklah ia meliahat keridhoan Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wasallam".
Beliau diusir dari tanah kelahirannya, Beliau disakiti oleh kaumNya, ,isi perut unta pernah dicampakkan pada punggung Beliau, namun Beliau tegar dan bersabar.
Beliau pernah tak bisa masuk Makkah, kota kelahiran Beliau melainkan dengan jaminan dari seorang kafir, yang seandainya hal ini terjadi pada selain Beliau, barangkali ia akan berkata: Ya Tuhanku, Engkaulah Penguasa seluruh makhluk, maha kuasa atas segala sesuatu, mengapa aku terhinakan seperti ini?. Sebagaimana perkataan Umar Radhiallahu ‘anhu pada hari Hudaibiah : "bukankah kita berada dalam kebenaran, lalu mengapa kita terhinakan dalam agama kita ini?, Rasulullah menjawab: "Saya adalah hamba Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakanKu". Beliau mnyebut 2 kalimat yang memiliki makna yang sangat dalam, perkataan Beliau "saya adalah Abdullah" sebagai bentuk pengakuan akan kekuasaan Allah, seakan Beliau berkata: "Saya adalah seorang hamba yang diperlakukan sesuai kehendak Penguasa", adapun perkataan Beliau "Lan yudhayyi’uny" menjelaskan hikmah dibalik kesemuanya itu, yaitu Allah tidak menetapkan sesuatu dengan percuma melainkan ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Beliau diuji dengan kelaparan sampai Beliau mengganjal perutNya dengan batu, padahal Allah yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi, sahabat-sahabat Beliau terbunuh, anak Beliau meninggal dunia, wajah Beliau terluka, gigi Beliau patah, Paman Beliau disayat-sayat…namun Beliau tegar…
Kehormatan Beliau diuji, istri tercinta pelipur lara penyejuk hati difitnah, beliau dikarunia Hasan dan Husain namun Beliau sudah mendapatkan wahyu akan fitnah yang akan menimpa keduanya, Beliau dimuliakan dengan berbagai macam mukjizat namun muncullah Musailamah dan Al ‘ansi serta Ibnush Shoyyad menantang Beliau, Beliau dituduh penyihir, tukang sihir, orang gila padahal turun kepadaNya Jibril ‘Alaihi salam, Beliau kepayahan dalam menanggung sakit yang dilipatgandakan dari 2 orang lelaki yang kesakitan, Beliau merasakan kepayahan dalam menghadapi sakaratul maut, ruh Beliau dicabut sementara Beliau berbaring pada alas yang keras dan kasar, dan pada malam itu Beliau tidak memiliki minyak untuk menyalakan lampu….Sehingga benarlah perkataan ulama kita: Jika engkau tertimpa musibah atau mendapatkan ujian maka ingatlah ujian dan Musibah yang menimpa Rasulullah niscaya akan menjadi ringan".
Tak semua yang pahit itu jelek karena sesungguhnya obat itu pahit namun ada manfaat dibalik itu, terkadang sesuatu kita benci tapi itulah yang terbaik bagi Allah, kita hanyalah hamba yang bisa berharap, hamba yang lemah yang tidak memiliki daya dan upaya…

Inilah yang bisa ana sampaikan pada Ustadz dengan segala keterbatasan ilmu..harapan ana semoga Allah memberikan ketabahan pada Ustadz dan Ummu dengan ujian dan sesungguhnya jika Allah mencintai satu kaum maka Allah akan menurunkan kepadanya ujian…

Syafakallah ya Ustadzy….

Khartoum, 27-11-1427 H
Tholibukum

Harman Bin Tajang

 

Artikulli paraprakPesantren Al Iman Sidrap
Artikulli tjetërSYEKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL UTSAIMIN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini