Sudah 7 Bulan Lebih Digempur Oleh Roket Israel, Jangan Biarkan Gaza Sendiri!

Date:

MAKASSAR, wahdah.or.id — Waktu tujuh bulan lebih, bukanlah waktu yang singkat. Berbulan-bulan menanti keberangkatan untuk umrah atau haji, atau berbulan-bulan menantikan lamaran atau kelahiran anak pertama adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang. Bahkan, mungkin persiapan jauh-jauh hari akan dilakukannya. Menantinya pun, dengan penuh kebahagiaan.

Berbeda dengan Gaza. Berbeda dengan rakyat bumi Al Quds ini. Selama tujuh bulan lebih mereka bertaruh nyawa untuk mewakili milyaran Muslim dunia dalam menjaga Masjid Al-Aqsha. Delapan bulan itu, terasa begitu berat dan mencekam.

Gaza. Penduduknya, terusir dari sudut wilayah ke sudut wilayah lainnya. Mereka jadi bulan-bulanan penjajah dan teroris sesungguhnya, Zionis Yahudi Israel berbulan-bulan.

Dalam sejarah, mungkin di antara kita masih ada yang menganggap bahwa Hiroshima dan Nagasaki yang dibom adalah Negara yang sangat menderita karena telah hancur lebur, luluh lantak. Jangan lupakan Gaza. Negri dengan penduduk terpadat di dunia ini, dialah yang lebih menderita dari Hiroshima dan Nagasaki, hari ini.

Mari mengenal sepintas tentang Negri para pejuang ini. Ia dikenal dengan nama Jalur Gaza. Ia adalah wilayah Palestina dengan luas sekitar 365 kilometer persegi dan berpenduduk 2,1 juta jiwa, menjadikannya salah satu wilayah terpadat di dunia.

Lahan sempit tersebut terletak di pesisir Laut Mediterania. Gaza memiliki perbatasan selatan dengan Mesir, dan perbatasan yang memisahkan Gaza dan Israel dijaga oleh pagar pembatas.

Sudah delapan bulan lebih digempur roket oleh Israel, jangan biarkan rakyat Gaza sendiri berjuang. Mari bersamai mereka, karena KITA adalah PALESTINA.

BERDONASI UNTUK PALESTINA, KLIK TULISAN INI…>>> 

Pemerhati dan penulis buku-buku sejarah Timur Tengah, Dr. Raghib Assirjani mengajak kita untuk mengambil peran. Beliau mengajak kita untuk membuka mata, bahwa Palestina adalah kewajiban setiap Muslim untuk kita ikut memperjuangkannya agar ia merdeka.

Pada salah satu karya beliau, buku dengan judul “Filistin, wajibaatul ummah”, ia menawarkan 1.135 cara agar kita semua ambil peran dan kontribusi dalam berjuang membela, menolong dan memerdekakan Palestina.

Wahdah Islamiyah hadir bersuara. Ormas yang lahir di wilayah bagian Tengah Indonesia ini, tak mau melihat penderitaan Gaza dan Palestina hanya menjadi tontonan.

Jum’at kemarin, (17/05), Wahdah Islamiyah dan para Kadernya dan bahkan anak-anak Sekolahnya dari TK hingga Perguruan Tingginya, bersuara meneriakkan pembelaan untuk Palestina. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah ingin menyampaikan tuntutan agar dunia tidak menutup mata atas genosida yang biadab ini.

Tak hanya kepada dunia. Tuntutan itu disampaikan kepada seluruh kaum Muslim agar mereka membuka mata, sadar dengan kondisi yang ada. Palestina, sedang tidak baik-baik saja. Di Palestina, ada kiblat pertama Kaum Muslimin.

Para Ustaz-Ustaz tampil berorasi. Ketua STIBA Makassar bahkan dengan suara lantang berorasi menggunakan tiga bahasa. Ketua Dewan Syariah, juga turut hadir dan mengingatkan peserta aksi dan kaum Muslimin secara khusus, bahwa berpanas-panasan sementara untuk menyuarakan hak Saudara Muslim di Gaza, masih lebih ringan dari apa yang dialami oleh rakyat Gaza.

“apakah ada diantara kita yang sejak tadi pagi, belum makan? Ada yang sudah hampir mati karena kelaparan?” tanya Ust. Yusran kepada para peserta.

Beliau menyampaikan informasi dari salah seorang Syaikh, bahwa anak-anak Gaza, mereka meninggal dengan benda-benda padat ditemukan di dalam perut-perut mereka. Koin, Batu-batu kecil, hingga batrai kecil, mereka konsumsi untuk mengisi perut mereka.

Prof. Hamid Habbe, Ketua Pengawas Keuangan Wahdah Islamiyah juga menyampaikan orasinya. Beliau seakan mengajak kita untuk tidak tidur. Orasi beliau mengajak kita untuk hadir selalu membersamai rakyat Gaza.

“apa yang kita saksikan sekarang bukan sekedar peristiwa kemanusiaan. Lebih dari itu. Karena kehancuran yang terjadi, hampir seluruh infrastruktur di Palestina, di Gaza, rumah sakit, sekolah-sekolah, Masjid bahkan Gereja diluluh lanttakkan oleh tentara Zionis, Israel” jelas Guru besar Kampus Merah tersebut.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ust. Dr. Muh. Zaitun Rasmin dengan penuh iba dan wajah yang berderai air mata. Beliau mengajak para peserta untuk tidak berhenti membela Palestina.

“Save Gaza, stop Genosida” dengan tangan terbuka kedepan, isyarat agar Genosida dihentikan.

Sehari setelah aksi Wahdah Islamiyah Bela Palestina, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah kelahiran Gorontalo ini tak mau diam dengan kondisi yang ada. Ia menganggap, edukasi tentang Palestina bukan lagi perlu tapi sudah menjadi kewajiban setiap Muslim. Beliau pun tampil di Car Free Day di Jln. MH Tamhrin Jakarta Pusat, Ahad (19/5/2024).

“Alangkah hinanya orang-orang yang melihat saudaranya dibantai tapi tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan untuk sekedar berteriak pun tidak mampu. Semoga Allah karuniakan kepada kita istiqamah, agar tidak lalai lagi,” ujar Ust. Zaitun

Tak hanya beliau, Ketua Dewan Syuro, sekaligus Pengarah Kita Palestina, Ust. Muh. Ikhwan Jalil dan Sekjend DPP Wahdah Islamiyah, Ust. Syaibani Mujiono yang juga merupakan Ketua Kita Palestina, turut hadir di Car Free Day Jl. Boulevard, Makassar.

Yel-yel “Free Palestina, Save Gaza” tak henti-hentinya diteriakkan dan digaungkan sepanjang jalan Car Free Day. Tujuan dan maksud aksi tersebut sebagai edukasi dan penyadaran kepada para pengunjung yang hadir untuk berolahraga.[*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Menginspirasi! Wahdah Mamuju Rangkul Umat dengan Program Tabungan Kurban dan Libatkan Tim Dokter dari Dinas Peternakan

MAMUJU, wahdah.or.id -- Dalam semangat menyemarakkan Idul Adha 1445...

Khawatirkan Pendistribusian, Ust. Fikrul dan Panitia Hanya Menerima 14 Ekor Sapi dan 5 Kambing

PADANG, wahdah.or.id - Ibu kota Sumatera Barat, Kota Padang,...

Sebanyak 450 Khutaba Bertugas di Wahdah Sulsel, Ini 3 DPD dengan Jumlah Khatib Terbanyak

SULSEL, wahdah.or.id - Ketua Departemen Dakwah Dewan Pengurus Wilayah...