Sosialisasi LP3Q dan Pelatihan Dirosa di DPC Maros

Maros, Bertempat di Masjid Nurul Ilham Jl Sejahtera  Maros, DPC Wahdah Islamiyah Maros mengadakan musyawarah rutin yang dilanjutkan dengan sosialisasi Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Al Quran (LP3Q ). Kegiatan ini diikuti oleh segenap pengurus DPC Wahdah Islamiyah Maros termasuk dari unsur Lembaga Muslimah.

Hadir dalam  kegiatan ini Ketua LP3Q DPP Ustadz Qomari, S.Pd yang memberikan pencerahan tentang fungsi Wahdah Islamiyah sebagai lembaga dakwah, untuk membina ummat Islam agar kualitas kehidupan keagamaannya meningkat.

Dalam Sosialisasinya Ketua LP3Q menyampaiakan bahwa  kerja Wahdah Islamiyah harus bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga keberadaan Wahdah Islamiyah dirasakan manfaatnya oleh segenap masyarakat; baik lembaganya maupun pribadi-pribadi pengurusnya. Kita patut bersyukur bahwa Wahdah Islamiyah dengan LP3Q-nya mempunyai pendidikan al-Qur’an dengan tiga garapan yaitu TK-TPA, Dirosa (Dirasah Orang Dewasa) dan Tahsinul Qiro’ah.

Pendidikan  al-Qur’an, menurutnya ibarat barang dagangan yang laris manis banyak peminatnya, sehingga menjadi bagian penting dalam pembinaan masyarakat. Setiap pengurus harus terlibat dalam mengangkat tugas dakwah ini terutama pendidikan al-Qur’an yang luas garapannya, yang sederhana pengelolaannya, yang murah modalnya.

Ketika dia melihat banyak anak-anak yang berkeliaran tak mengaji di sekitar rumahnya, dia tidak boleh mengatakan; ini adalah tanggung jawab LP3Q. LP3Q harus mengirimkan ustadz-ustadzahnya untuk mengajar mereka . tetapi dialah yang harus mengambil peran untuk mengajar anak-anak tersebut . Jika semua pengurus-ikhwan dan akhwat- seperti ini, maka semakin dekatlah tercapainya visi misi 2015.

Lebih lanjut Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah menyatakan bahwa LP3Q mengakomodasi semua metode pengajaran al-Qur’an, baik yang dipakai di TK-TPA maupun yang dipakai di remaja/orang dewasa. Kita telah mengenal metode Iqra’, Al Barqy, Qiro’ati, Qiro’ah, tilawati, metode a-ba-ta dan lain-lain di TK-TPA.  Kita juga mengenal Dirosa (Dirasah Orang Dewasa) dan PQOD (pendidikan al-Qur’an orang dewasa) pada pengajaran al-Qur’an dewasa. Secara khusus tentang Dirosa (Dirasah Orang Dewasa)  telah ditetapkan sebagai program nasional Wahdah Islamiyah, maka diharapkan semua DPC/Binaan untuk segera mengajarkan dan mengelolanya.  Adapun untuk metode lain, maka itu juga diperbolehkan.

Saat ini DPC Wahdah Islamiyah Maros telah memiliki tiga TK-TPA , dua kelompok Dirosa ibu-ibu dan satu kelompok tahsinul Qiro’ah; yang ditangani oleh pribadi-pribadi pengurus DPC maupun Lembaga Muslimah . 

Kegiatan ini diakhiri dengan pelatihan singkat metodologi pengajaran dirosa. “Dirosa dibaca dengan irama murottal sederhana, tapi ini tak mutlak,” imbuh penulis dan pengembang dirosa ini. Dirosa bisa dibaca dengan tanpa irama atau dengan irama masing-masing pengajarnya. Kebijakan  ini diambil berdasarkan petunjuk Pimpinan. Hal ini disebabkan karena adanya kesulitan Pembina dalam menguasai irama murottal dan adanya kekhawatiran nanti makhroj, tajwid terabaikan jika menggunakan irama murattal. Menjelang menutup kegiatan iini, ketua LP3Q menegaskan bahwa dirosa tidak harus dibaca dengan irama murottal sederhana (irama ross) tetapi bisa dengan irama khas Maros.

 

Artikulli paraprakMenag-Menteri PDT ke Stan Wahdah
Artikulli tjetërKenaikan Isa Almasih Antara Aqidah Islam dan Doktrin Kristen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini