SMA Wahdah Gelar “Our Muslim”

Menggali Potensi Mengembangkan Bakat

Remaja Muslim memiliki segudang potensi dalam dirinya, berbagai potensi  perlu  penyaluran dan pengembangan ke arah yang positif, sehingga dapat bermanfaat optimal bagi Islam dan kaum muslimin, bukan sebaliknya menjadi faktor kerusakan moral di tengah Masyarakat.

Atas dasar inilah OSIS SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah menggelar “Our Muslim”, Outbond Remaja Muslim, Sabtu-Ahad 25-26 Desember 2010 di lingkungan SMA IT WI Perumnas Antang.

Menurut Panitia Publikasi Usamah, Kegiatan yang diiikuti oleh Perwakilan Rohis SMA ini, selain bertujuan sebagai ajang mempererat ukhuwah juga diharapkan dapat membentuk pribadi remaja muslim sebagai aktivis dakwah di sekolah masing-masing dan dapat memahami pentingnya berjamaah dalam suatu tim work. Ada tujuh Rohis  yang ikut dalam acara ini,yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 10, SMAN 13, SMA Nasional dan tuan rumah SMA Wahdah.

Acara ini dimulai dengan pemberian materi tentang bagaimana membentuk sebuah tim kerja yang solid oleh Ustadz Ardian Kamal, S.Pd dan diselingi dengan berbagai games. Setelah itu, 51 peserta yang hadir dibagi dalam beberapa group yang beranggotakan lintas sekolah dalam ajang Cerdas Cermat Islam (CCI) part 1 dan part 2.

Acara inti pada ajang kali ini, outbond di lingkungan sekolah SMA Wahdah dibagi dalam tiga bagian. Outbond ini diisi berbagai kegiatan, diantaranya “Kereta Api Buta”, yakni tim yang beranggotakan 5 orang membentuk rangkaian seperti kereta api, dengan mata tertutup tidak boleh bicara berjalan sesuai dengan instruksi Ketua Kelompok.

Aktivitas lainya adalah “Sedotan Ajaib”, disediakan botol di tengah-tengah area persegi, 6 sedotan serta air. Diinstruksikan mengisi botol dengan air dengan sedotan dari luar garis area persegi.

Outbond sesi berikurtnya adalah setiap peserta diberi tugas berjalan ke tujuh pos penjagaan, disetiap pos peserta diberikan beberapa pertanyaan dengan diberi penilaian dengan gambar bintang tiga warna, Hijau, Kuning dan merah sesuai kebenaran jawaban. Menurut Usamah, Outbond sesi ini seru karena digelar pada malam hari di area hutan-hutan dan daerah sekitar kuburan dan sawah.

Outbond sesi ketiga, konsepnya sama dengan yang sebelumnya yang digelar di dalam lingkungan sekolah, namun yang membedakannya adalah semua kegiatan pada sesi ini mesti dalam bahasa Inggris,baik soal maupun jawabannya. Perbedaan yang lain adalah pada sesi sebelumnya menuntut nilai terbanyak, namun pada sesi ini menuntut kecepatan.

Pada kegiatan ini, panitia memilih dua peserta dengan kategori Peserta Terfavorit dan Peserta terbaik. Nur abdurahman dari SMAN 1 terpilih sebagai peserta terpavorit dan Chaidir Hafid sebagai peserta terbaik dari SMAN 2. Peserta terfavorit dipilih berdasarkan interaksi dengan panitia dan yang banayak menarik perhatian selama kegiatan sedangkan peserta terbaik dipilih berdasarkan keaktifan dalam kegiatan, dalam hal ide, Kecerdasan, kreatifitas dan sikap kritis.(*) Dokumentasi
 

Artikulli paraprakTolak Cabut Larangan Cadar, Rektor Universitas Kairo Dituntut Mundur
Artikulli tjetërWahdah Luwuk Sukses Gelar Donor Darah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini