SIAPA UNTUK DERITA KAUM MUSLIMIN ?

Agresi militer Yahudi Israel atas kaum muslimin di Palestina dan Lebanon tidaklah kecuali menegaskan kebenaran firman Allah swt. sepanjang zaman, “Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” Qs. al-Buruj (85:8).

Sikap dunia internasional pun (Amerika dan Eropa) yang selama ini begitu agresif mencampuri urusan dalam negeri negara lain (Islam dan dunia ketiga) dengan dalih dusta menjaga perdamaian dunia, juga tidaklah kecuali menegaskan benarnya firman Allah subhaana wa taála. Yang Maha Mengetahui segala urusan, “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain” Qs. al-Anfal (8:73). Tinggallah kita -kaum muslimin- dituntut membenarkan firman Allah subhaana wa taála., “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain” Qs. at-Taubah (9:71) dan memenuhi ajakanNya, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah” Qs. as-Shaf (61:14).

Kaum muslimin diibaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. sebagai satu tubuh, rasa sakit seorang muslim hendaknya juga dirasakan oleh selainnya, derita -secara khusus karena aqidah- kaum muslimin adalah tanggungan bersama sebagai tuntutan prinsip al-wala, demikian pula musuh dan lawan kaum muslimin adalah dihadapi secara bersama sebagai tuntutan prinsip al-bara. Meskipun derita dan rasa sakit itu untuk saat ini begitu banyak akibat kemerosotan iman dan akhlak umat Islam sendiri, namun perasaan kebersamaan dan sikap empati serta solidaritas hendaknya tetap terpatri dalam diri setiap muslim sebab ia adalah ibadah. Jika saja kita mau sekedar bercermin terhadap fenomena yang ada dari loyalitas kaum kuffar terhadap sesama mereka melewati semua sekat perbedaan satu dari yang lain meskipun prinsipil (umat nashara secara prinsip tidak akan mungkin bersatu dengan umat yahudi akibat perbedaan aqidah tentang nabi Isa putra Maryam) dan permusuhan yang begitu besar terhadap kaum muslimin tentulah kita akan secara mudah memahami perintah Allah subhaana wa taála. “Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar” Qs. al-Anfal (8:73). Kata Imam Ibnu Katsir -rahimahullah-: Jika kamu tidak meninggalkan kaum musyrikin dan hanya berwala’ kepada kaum muslimin maka niscaya tidak akan jelas sekat antara Islam dan kufur sehingga terjadi kerusakan yang luas.
   
Empati dan solidaritas khususnya kepada kaum muslimin di Palestina dan Lebanon dapat diwujudkan dalam bentuk:
1.    Mendoakan keselamatan dan pertolongan Allah swt. buat mereka serta kehancuran bagi musuh-musuh mereka. Doa ini dapat dipanjatkan dalam kesempatan-kesempatan khusus seperti di sepertiga malam terakhir, hari Jum’at dan juga dapat dilakukan berupa qunut nazilah (qunut yang dilakukan ketika terjadi musibah pembunuhan terhadap kaum muslimin).
2.    Penggalangan dana buat kaum muslimin yang menjadi korban  agresi biadab tersebut. Bantuan dana itu sendiri  saat ini dapat disalurkan lewat lembaga-lembaga sosial yang berskala nasional untuk disampaikan lewat jalur resmi ke masyarakat kedua negara tersebut.
3.    Pressing terhadap dunia internasional seperti PBB untuk bersikap adil pada negara-negara Islam, khususnya kepada OKI yang menjadi wahana negara-negara Islam sendiri untuk lebih peduli terhadap anggota-anggotanya.
4.    Mengangkat derita mereka di media informasi cetak dan elektronik secara proporsional, hal ini berlaku khusus kepada insan pers kaum muslimin.
5.    Memperkuat ketahanan dan persatuan kaum muslimin dengan meningkatkan ilmu, amal dan ukhuwah sesama mereka dimulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat terdekat.
Semoga Allah subhaana wa taála. melindungi kaum muslimin di manapun mereka berada dan membimbing mereka di atas jalanNya. Amin. Abu Muhammad.(Buletin Al Balagh Ed.27 Juli 2006)

Artikulli paraprakSISI PALING RAHASIA PENGGEMPURAN LEBANON
Artikulli tjetërSerah Terima Jabatan Pimpinan Ma’had ‘Aly (STIBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini