๐ŸŒบ Shalatnya wanita dirumah lebih afdhal daripada shalatnya di masjid menurut hadis-hadis dan pendapat seluruh ulama, dan ini menunjukkan bahwa pahala shalat wanita dirumah sama dengan pahala shalat laki-laki di masjid

๐ŸŒบ Ketika haid, kaum wanita meninggalkan shalat dan tidak perlu mengqadhanya seperti halnya puasa, para ulama berbeda pendapat apakah wanita tetap mendapatkan pahala shalat yang ia tinggalkan karena haid atau tidak?? Pendapat yang benar adalah wanita tetap mendapatkan pahala shalat yang ia tinggalkan ketika ia haid karena ia meninggalkannya dengan alasan udzur (haid).

๐ŸŒบ Diantara amalan yang bisa menjaga kemuliaan dan keselamatan seorang wanita didunia dan diakhirat adalah: shalat malam (tahajjud dan witir). Dalam hadis Rasulullah bersabda pada suatu malam: โ€œSiapakah yang mau membangunkan penghuni rumah-rumah ini (istri-istri beliau) agar mereka bangun shalat malam?? Sungguh, mungkin saja wanita yang berpakaian didunia, akan telanjang diakhirat kelakโ€. (HR Bukhari: 115).

๐ŸŒบ Islam datang untuk membentuk aturan-aturan kehidupan yang teratur, bukan menimbulkan kesengsaraan, sebab itu seorang wanita tidak akan paham kenapa laki-laki lebih banyak mendapatkan harta warisan, sampai ia paham terlebih dahulu kenapa laki-laki diwajibkan untuk membayar mahar ketika menikah, menafkahi, memberikan rumah dan pengobatan kepada istri, anak-anak dan semua orang yang berada dibawah tanggungannya.

๐ŸŒบ Gaya bicara wanita yang bernada lemah lembut tidak dibolehkan oleh Allah taโ€™ala pada istri-istri Nabi untuk diperdengarkan pada laki-laki bukan mahramnya, dan lebih pantas lagi tidak dibolehkan untuk kaum muslimat selain mereka, sebagaimana firman-Nya: โ€œMaka janganlah kalian tunduk (lemah) dalam pembicaraan sehingga menimbulkan keinginan pada orang-orang yang dihatinya ada penyakitโ€ (Q.S. Al Ahzab 32).

๐ŸŒบ Awal adanya cinta haram dan kerusakan antara laki-laki dan wanita adalah karena wanita memberikan nada lemah lembut dalam berbicara pada laki-laki, sebagaimana dalam firman Allah diatas. Ayat diatas merupakan peringatan Allah kepada wanita paling suci yaitu istri-istri Nabi, agar tidak bernada lemah lembut tatkala berbicara dengan para sahabat yang merupakan kaum laki-laki paling suci dan utama. (Kita yang tidak suci dan tidak utama ini tentunya harus lebih hati-hati lagi).

๐ŸŒบ Hukuman pertama yang Allah timpakan pada manusia ketika berbuat dosa adalah memperlihatkan auratnya dihadapan makhluk lainnya, sebagaimana kisah Adam dalam Al-Quran, ketika ia dan Hawa berbuat dosa Allah menampakkan aurat keduanya: Artinya: โ€œMaka keduanya memakan dari buah pohon itu, sehingga nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah iaโ€.(QS Thaha: 121).

๐ŸŒบ Bila fitrah manusia telah terbalik (seperti zaman ini), maka hukuman tersebut (menampakkan aurat) akan berubah dan dianggap menjadi sebuah kebudayaan dan peradaban yang maju.

๐ŸŒบ Menampakkan aurat dan perhiasan dihadapan bukan mahram adalah tujuan pertama Iblis dan keturunannya dalam menyesatkan manusia, sebagaimana Dalam Al-Quran: โ€œWahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh Syetan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua orang tua (Nabi Adam dan Hawa) kalian dari Syurga. Ia telah meninggalkan dari keduanya pakaiannya, untuk memperlihatkan kepadanya (auratnya)โ€ (QS Al-Aโ€™raf: 27).

๐ŸŒบ Diantara sebab menyebarnya mode telanjang dan mengumbar aurat adalah dari memakan makanan yang haram. Tidaklah ada dalam suatu umat, wanita yang mengumbar auratnya kecuali didahului terlebih dahulu memakan makanan yang haram atau dari hasil yang haram. Dalam Al-Quran: โ€œMaka keduanya memakan dari buah pohon (yang diharamkan) itu, sehingga nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya โ€œ.(QS Thaha: 121)

๐ŸŒบ Sebagaimana kita wajib untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan, maka kita juga wajib untuk mengentaskan mode telanjang dan pengumbaran aurat agar kita semua bersifat seperti penduduk surga, sebagaimana dalam ayat: โ€œSesungguhnya kamu tidak akan kelaparan didalamnya (surga) dan tidak akan telanjang (tampak auratmu)โ€. (QS Thaha: 118). Semua makhluk hingga binatang sangat memerangi yang namanya kelaparan, namun manusia berbeda dengannya karena tidak hanya kelaparan yang diperangi, tapi juga mode telanjang dan pengumbaran aurat.

๐ŸŒบ Kerja utama wanita dalam berbagai umat adalah sebagai pendidik anak-anak, dan ibu rumah tangga, ini sesuai dengan syariat semua agama dan fitrah manusia: dalam Al-Quran: โ€œDan orang Mesir yang membelinya (Yusuf) berkata kepada isterinya: `Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.` (QS Yusuf: 21)

Sumber ๐Ÿ‘‰ https://wahdah.or.id/serba-serbi-wanita-untaian-tweet-syaikh-muhaddits-abdulaziz-al-tharifi/

Artikulli paraprakAntara Orang Shalih Dan Mushlih – Untaian Tweet Syaikh Abdul’Aziz Al-Tharifi
Artikulli tjetรซrFATWA RAMADHAN (14): Bilakah Seorang Wanita Memulai Kembali Puasanya Selepas Haidh?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini