Seminar Internasional "The Power of Al Quran" Dipadati Peserta

  • Dibuka oleh PR III Unhas, Dihadiri sekitar 1200 Peserta

Al Quran adalah sesuatu yang mulia, karena berasal dari yang Maha Mulia, diturunkan melalui Malaikat yang mulia Jibril A.S, Kepada manusia yang mulia Muhammad S.A.W, diturunkan pada umat yang mulia dien Islam, tata bahasa dan Syariat yang mulia, dan pada bulan yang mulia yakni Ramadhan.

Al Quran Sangat memberi pengaruh dalam hati-hati manusia yang diturunkan untuk seluruh alam, tidak hanya dikhususkan suatu kaum,umat dan kelompok tertentu.
  

“The Power of Al Qur’an” adalah tema yang diangkat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) dalam Seminar Internasional yang diisi oleh seorang Guru Besar pada Kementerian Urusan Agama, Kingdom of Saudi Arabia Prof. Dr. Mahmud bin Ahmad bin Saleh al-Dausari, MA, Sabtu (24/7) di Gedung LAN Antang Makassar.

Rektor Universitas Fajar, Prof.Dr.H.Halide yang bertindak sebagai Keynote Speaker dalam seminar ini, mengatakan perlunya sikap konsisten dalam mengamalkan Al Quran, sehingga manfaat dari Al Quran ini dapat dirasakan. Dalam mengkaji Al Quran, Professor senior ini memakai tiga istilah What, Why, How. Menurutnya, dalam setiap hari membaca 1 sampai 5 ayat, lalu didalami tentang ayat ini berbicara tentang apa, sebab turunnya ayat, bagaimana sikap yangs seharusnya terhadap ayat, mulai dari cara membacanya sampai mengaplikasikannya.

Prof.Mahmud Dalam pemaparannya, yang diterjemahkan oleh Alumni Mahasiswa International University Of Sudan Ustadz Harman Tajang, Lc,  mengutarakan seputar keagungan Al Quranul Karim.

Bahwa Al Quran diturunkan untuk meluruskan aqidah umat, mentauhidkan Allah, memberi kabar gembira dan peringatan. Al Quran sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dan akhlak yang agung.

Dalam Al Quran manusia diberi kebebasan dalam beragama, tidak ada paksaan dalam memilih agama. "Begitu banyak pilihan dalam Al Quran, namun setiap pilihan mempunyai konsekuensi bagi seseorang. Al Quran di hari kiamat nanti akan jadi saksi yang menggembirakan atau menjadi sebab kesengsaraan," tegas Professor yang telah Hafal 30 Juz Al Quran ini.

 

Isi dalam Al Quran bukan cuma dari sisi Aqidah, tapi dalam berbagai hal aspek kehidupan. Diantaranya adalah kisah-kisah, dimana dalam Al Quran sepertiga bagian al Quran mengandung kisah, yang tidak hanya sebagai sejarah akan tetapi yang penting adalah mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

Di akhir pejelasannya, Syaikh menyampaikan bahwa Al Quran memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi,yakni mengimaninya, memuliakannya, tidak sekedar dibaca tapi ditadabburi dan diamalkan serta disampaikan juga ke orang lain.

Pemateri lainnya dalam seminar, adalah Alumni Madinah University Of Madinah, Ustadz Muh.Ikhwan Abd. Jalil, Lc. Ustadz Ikhwan mengatakan bahwa Al Quran itu yang berasal dari yang Maha Kuat dan Maha Mulia merupakan perkataan yang berat, dalam satu tafsir diartikan berat dalam mengamalkan. Dalam menjalankan Al Quran, butuh kekuatan. Aspek kekuatan adalah kesiapan dalam mengambil kesempatan. Orang yang beruntung adalah mempunyai dua hal, yakni punya kesempatan dan punya kesiapan untuk melakukan kebaikan.

Allah mudahkan kita dengan Al Quran, kalau kita sedikit memicu kekuatan ini maka Allah akan memberi lebih, interaksi yang intens dengan Al Quran akan menjadi energi yang menggerakkan.

"Seseorang hendaknya dapat menyerap kekuatan al Quran sehingga selalu dalam keadaan siap untuk memanfaatkan berbagai kesempatan ukhrowi dan dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengarungi kehidupan," ujar Pengurus MUI Makassar ini.

 

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Pembantu Raktor III Unhas, Ir.H.Nasaruddin Salam, MT dan Sambutan dari MUI Sulsel oleh Ketua Bidang Dakwah, Prof.Dr.Basir Syam.Moderator:Mahasiswa Program Doktoral UIN Alauddin, Ustadz Rahmat Abdurrahman, Lc.

Jumlah peserta diluar dugaan Panitia, Peserta yang memenuhi ruangan acara sekitar 1200 peserta, bahkan ada beberapa peserta yang tidak mendapat tempat duduk, sehingga ada satu kursi untuk dua orang.

Beberapa Karya Ilmiyah dari Prof. Mahmud telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa, diantara , ‘Azhamah al-Qur’an al-Karim (Keagungan Al Quran), Dammam: Dar Ibn al-Jauzi, 2006, Telah ditranslate ke dalam beberapa bahasa, seperti: Indonesia, Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Urdu dan sementara dalam bahasa turki

Hajr al-Qur’an al-‘Azhim Anwa’uhu wa Ahkamuhu (Mengabaikan Al Quran, Jenis dan Hukumnya), Dammam: Dar Ibn al-Jauzi, 2008. Telah ditranslate ke dalam bahasa Cina.

al-Tamayyuz  al- ‘Adil Bayna al-Rajul wa al-Mar’ah fie al-Islam,(Kesetaraan Gender dalam Islam) Dammam: Dar Ibn al-Jauzi, 2010 ;

Al-Ka’bah wa al-Balad al-Haram: Fadhail, Khashaish, Ahkam (Kabah dan Tanah Suci, Keutamaan, Karakteristik dan Hukum-hukumnya) dan Al-Tafa’ul wa al-Ridha fi Hayati al-Muslim (Tenggang Rasa dan Keridhaan dalam kehidupan Muslim)

 
CURRICULUM VITAE

Nama                    : Prof. Dr. Mahmud bin Ahmad bin Saleh al-Dausari, MA.

Kelahiran             : Dammam, Kingdom of Saudi Arabia, Tahun 1966 M

Riwayat Pendidikan:

    * S1 Fakultas Ushuluddin al-Imam Muhammad bin Saud al-Islamiyah University, Tahun 1997
    * S2 Program Magister Konsentrasi Islamic Studies, National of Yemen University, dengan Judul Tesis: ‘Azhamah al-Qur’an al-Karim (Keagungan al-Qur’an), Tahun 2005
    * S3 Program Doktor Konsentrasi Islamic Studies, Britain College Academy, dengan judul Disertasi: Hajr al-Qur’an al-Azhim, Tahun 2006
    * Guru Besar Islamic Studies, Britain College Academy,dengan judul makalah:al-Tamayyuz  al- ‘Adil Bayna al-Rajul wa al-Mar’ah fie al-Islam (Kesetaraan Gender di Dalam al-Qur’an), Tahun 2009.

Karya Ilmiah:

   1. ‘Azhamah al-Qur’an al-Karim (Tesis), Dammam: Dar Ibn al-Jauzi, 2006. Telah ditranslate ke dalam beberapa bahasa, seperti: Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Urdu.
   2. Hajr al-Qur’an al-‘Azhim, Anwa’uhu wa Ahkamuhu (Disertasi), Dammam: Dar Ibn al-Jauzi, 2008. Telah ditranslate ke dalam bahasa Cina
   3. al-Tamayyuz  al- ‘Adil Bayna al-Rajul wa al-Mar’ah fie al-Islam,Dammam: Dar Ibn al-Jauzi, 2010
   4. Al-Ka’bah wa al-Balad al-Haram: Fadhail, Khashaish, Ahkam
   5. Al-Tafa’ul wa al-Ridha fi Hayati al-Muslim

Pekerjaan Sekarang :

   1. Guru Besar pada Kementerian Urusan Agama, Kingdom of Saudi Arabia
   2. Imam Masjid Jami’ al-Isra’Kota Dammam, Kingdom of Saudi Arabia

(Laporan Panitia Publikasi) Dok.1, Dok.2 ,Dok.3

Artikulli paraprakKetua MUI Pusat akan Berkunjung ke Pesantren Tahfidz Wahdah
Artikulli tjetërJadikan Al Qur’an Prioritas Pertama dan Utama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini