Sejak Mahasiswa Sudah Aktif Berdakwah

Tamu Ramadan: Muh.Qasim Saguni
(Tribun Timur, Selasa  2/9/08 Hal.24 Kolom Ramadhan)

 

KEHADIRAN Wahdah Islamiyah (WI) sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) besar di Sulawesi Selatan tidak terlepas dari peran serta dan andil, Muh Qasim Saquni, yang kini menjabat selaku Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) WI.

 

Organisasi ini lahir, 18 Juni, dengan nama Yayasan Fathul Muin (YFM), yang berubah menjadi Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) yang bermakna persatuan Islam, 19 Februari 1998.

 

"Bersama beberapa teman-teman seperjuangan di kampus, kami mendirikan yayasan Wahdah Islamiyah yang kemudian menjadi ormas WI," kata Qasim, Senin (1/9).

Dalam perjalanannya, WI, telah menjelma menjadi ormas besar dan hadir di tengah- tengah umat di 23 kabupaten Se-Sulsel hingga memiliki daerah binaan di sejumlah daerah di Indonesia hingga ke Nangroe Aceh Darussalam.

WI juga telah memiliki lembaga yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, kesehatan, sampai lingkungan hidup. Menurut, Qasim yang paling utama dalam peningkatan kondisi keumatan yakni pembangunan aqidah.(Sumber:tribun-timur.com)

Di tengah masyarakat, telah merebak bentuk-bentuk kesyirikan. "Masyarakat kita lebih cinta kepada dunia. Sifat keduniawian sudah sangat melekat, dunia dijadikan ukuran dalam berteman hingga pergaulan. Padahal yang menjadi patokan kita sebagai umat Islam adalah Al Quran dan hadis," jelasnya.

Menyikapi persoalan tersebut, WI hadir dengan proritas menggalakkan dakwah yang disampaikan dengan hikmat dan santun melalui berbagai potensi sarana dakwah di antaranya khotbah Jumat, majelis taklim, dakwah person per person, hingga pemanfaatan teknologi seperti internet.

Dakwah juga disampaikan melalui radio, majalah, sampai buletin-buletin rutin yang diterbitkan WI, hingga melalui tarbiyah yakni pendampingan intensif untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman-pemahaman tentang ajaran Islam kepada masyarakat.

Dari masjid ke Masjid

QASIM remaja mulai aktif mengikuti kajian-kajian keIslaman dari masjid ke masjid. Mencari ilmu dari satu guru ke guru lain. Kecintaannya terhadap agama semakin membuncah ketika tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas.

Mulai aktif sebagai aktivis Mahasiswa Pecinta Musalah (MPM) Unhas kemudian mendirikan Forum Studi Intensif Dinul Islam (Fosidi) Unhas yang menjadi tempat kajian keIslaman bagi mahasiswa Unhas.

"Jadi saya mulai aktif berdakwah ketika masih aktif kuliah sejak tahun 1986. Tamat kuliah aktif mengajar dibeberapa sekolah dan perguruan tinggi. Sampai sekarang masih aktif sebagai dosen pendidik kader ulama di Jeneponto," tambah Qasim.

Sebagai tanggungjawab penyadaran akidah masyarakat, suami dari Mariati Rauf ini juga aktif sebagai praktisi pengobatan alternatif Islami melalui ruqyah dan mendirikan klinik dan pusat terapi ruqyah dan bekam Ash Shih-hah, Jl Abdullah Dg Sirua 59.

Qasim juga menulis buku dan menerbitkan kaset tentang kesurupan jin serta terapinya menurut Al Quran dan As Sunnah.

 

Artikulli paraprakRingkasan Fiqh Shiyam Ramadhan
Artikulli tjetërIslam di Internet Mari Belajar Islam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini