Saudi Bangun Kampus Khusus Wanita

Pemerintah Arab Saudi tengah membangun  sebuah kampus khusus kaum hawa. Kampus yang dibangun di Universitas Imam Muhammad bin Saud Kampus Riyadh ini dirancang untuk menampung 40.000 siswa, demikian ujar Sulaiman Abalkhail, Presiden Universitas.

 

Berbicara kepada wartawan setelah memeriksa pekerjaan konstruksi, ia mengatakan untuk para wanita, mulai akan pindah di kampus baru awal semester kedua.

Sementara itu, Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Abdullah ikut meletakkan batu fondasinya pada tahun 2006. Sejak Raja Abdullah berkuasa, jumlah universitas di Saudi meningkat dari delapan menjadi 24 buah.

Kampus wanita ini memiliki enam gedung yang mencakup ruang administrasi, ruang kelas, perpustakaan dan ruang konferensi. Proyek ini rencananya selesai pada pertengahan tahun 2011.

Muhammad Al-Jaryan, teknisi supervisor mengatakan, gedung-gedung di kampus disediakan dengan fasilitas pendidikan yang canggih. Dilengkapi fasilitas edukasi canggih, ruang parkir untuk setiap gedung, ruang khusus di perpustakaan untuk siswa riset. Juga ada toko, kafetaria, bank, ruang medis dan layanan lain.

"Proyek ini akan selesai pada pertengahan tahun ini," kata Abalkhail.
Sementara itu, Menteri Pendidikan hari Selasa telah menandatangani kontrak senilai SR 654.85 juta  dengan perusahaan nasional untuk melaksanakan tahap ketiga dari proyek King Khaled kampus University di Abha.

Sebelumnya, Arab Saudi juga telah membuka King Abdullah University of Science and Technology (KAUST ) adalah Universitas terbesar dan termegah di kawasan Timur Tengah. Universitas yang terletak 80 KM dari utara Kota Jeddah ini  selesai dibangun tahun 2009.

Universitas yang memiliki dua jurusan –yakni, sains dan teknologi—diharapkan bisa membuat anak-anak Muslim tak silau pendidikan sains dan teknologi dari Barat.Menariknya, semua mahasiswa di kampus ini adalah beasiswa penuh dari pemerintah Saudi. * Rep: Imam Nawawi Red: Cholis Akbara/hidayatullah.com)

 

Artikulli paraprakRadio Makkah AM Akan Gelar Training For Radio Broadcasting
Artikulli tjetërKrisis Mesir: Antara Israel dan Peluang Ikhwanul Muslimin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini