Rumah yang mulia.. ??

Rumah yang memberikan kenyamanan bagi penghuninya adalah dambaan setiap keluarga. Maka disamping memperhatikan sisi estetika, bentuk, type dan kelengkapan rumah lainnya kita perlu memperhatikan amalan-amalan yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Sebab rumah mewah, belum tentu penghuninya bahagia. Begitu pula sebaliknya, boleh jadi rumah sederhana namun membuat betah siapapun yg singgah di dalamnya. Karena ada faktor non fisik yg bisa mengundang kenyamanan.

Lihatlah rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Aisyah. Bisa kita bayangkan luasnya, manakala Rasulullah sholat di rumah dan dalam keadaan sujud, maka Aisyah harus melipat kakinya, dan ketika Nabi berdiri barulah Aisyah bisa menyelonjorkan kaki beliau. Atapnyapun dari dedaunan pohon kurma, dan tanpa perlengkapan-perlengkapan elektonic seperti sekarang ini. Tanpa listrik, tanpa AC, apalagi spring bed dst.

Namun, rumah beliau adalah rumah yang mendatangkan kebahagiaan. Karena pemilik kebahagiaan adalah Alloh, sehingga jika kita ingin kebahagiaan itu juga menghampiri rumah kita maka ikutilah sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadikan rumah sebagai tempat yg kondusif untuk tumbuhnya iman. Sehingga rumah tersebut menjadi tempat yang nyaman bagi orang-orang yang berada di dalamnya.

?Dirikan sholat sunnah

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا المَكْتُوبَة

َWahai umat manusia, shalatlah kalian di rumah kalian. Karena sebaik-baik shalat seseorang adalah shalat yang dilakukan di rumahnya, kecuali shalat wajib.
(HR. Bukhari 731, Muslim 781)

Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘ alaihi wasallam bersabda,

اجْعَلُوا فِى بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ ، وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا“

“Jadikanlah shalat kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.”
(HR. Bukhory 1187)

Ibnu Baththol rahimahullah dalam Syarh Al Bukhari menyatakan,
“Ini adalah permisalan yang amat bagus di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan rumah yang tidak didirikan shalat di dalamnya dengan kuburan yang tidak mungkin mayit melakukan ibadah di sana.
Begitu pula beliau memisalkan orang yang tidur semalaman (tanpa shalat tahajud) dengan mayit yang kebaikan telah terputus darinya.

‘Umar bin Al Khottob pernah mengatakan

صلاة المرء فى بيته نُورٌ فَنَوِّرُوا بيوتكم“

Shalat seseorang di rumahnya adalah cahaya, maka hiasilah rumah kalian dengannya.”

?Bacalah Al Qur’an

Rumah yang tak dilantunkan Alqur’an maka ia seperti kuburan

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam bersabda,
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim 780).

?Lantunkan Dzikir

Majlis dzikir merupakan majlis malaikat. Juga menjadi penyebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersbada,

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

ُTidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya.
(HR. Muslim:2700).

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam  bersabda;
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.”
( HR. Bukhari 6407)

?Menyambung silaturrahim

Dalam hadits qudsi dari ‘Ubadah bin Ash Shamit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Alloh berfirman,

حَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَحَابِّينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَزَاوِرِينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِىَّ وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَصَادِقِينَ فِىَّ وَالْمُتَوَاصِلِينَ

“Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku.
Sunguh Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku. Sungguh aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku. Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.” (HR. Ahmad 5/229)

?Memuliakan tetangga dan tamu

عن ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ, ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: «ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺧﻴﺮﺍ ﺃﻭ ﻟﻴﺼﻤﺖ, ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻠﻴﻜﺮﻡ ﺟﺎﺭﻩ, ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮﻓﻠﻴﻜﺮﻡ ﺿﻴﻔﻪ»

Dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa yg beriman pada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yg baik atau diam.
Dan barang siapa yg beriman pada Alloh dan hari akhir, maka hendaknya ia memuliakan tetangganya.
Dan barang siapa beriman pada Alloh dan hari akhir, maka hendaknya ia memuliakan tamunya..”
(HR. Muslim).

Saudaraku…
Rumah yang mulia adalah rumah yang berisi kedermawanan, keceriaan, pemuliaan terhadap tamu, rumah yang menyenangkan bagi penghuninya dan setiap orang yang berkunjung ke sana.

Hati para penghuninya tulus, hidangan-hidangan telah tersedia di dalamnya, tidak pernah sepi dari nikmat-nikmat Allah ta’ala. (Agar Suami Cemburu Padamu, Dr. Najla’ As-Sayyid Nayil: 166)

Wonosari Gunungkidul
6 Mei 2016

Riky Abu Musa, Lc

Artikulli paraprakTABLIGH AKBAR Sejuta CINTA Untuk INDONESIA Wahdah Jambi
Artikulli tjetërVideo Mutiara Hikmah – Jadilah Da’i untuk Ummat ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini