alquranulkarim

Ketahuilah bahwa Allah telah mengistimewakan dirimu dengan banyak keistimewaan dan keutamaan… Allah berfirman  : “…Lalu Kami mewariskan Kitab ini (Al Quran) terhadap orang-orang yang terpilih dari hamba-hamba Kami…” (QS Fathir : 32    ).

Bismillahirrahmanirrahiim

Tulisan sederhana ini

Hanyalah suatu untaian renungan

Tuk saudara-saudariku yang masih muda

Pembawa Kalam Ilahi dalam dada-dada mereka

Dariku…yang sangat ingin menjadi hafidz hakiki seperti kalian

Maulana La Eda

Saudaraku…Saudariku…Para Hafidz dan Hafidzhah

Kalian telah tahu…bahwa kitab yang paling berhak dan wajib dihafal oleh umat islam adalah Al Quran. Dengan menghafal dan membawanya dalam dada suci kalian ,maka kalian telah menutupi celah kewajiban kifayah yang diembankan oleh Allah ta’ala atas umat ini untuk menjaga Kitab Sucinya. Engkau kini, adalah salah satu penjaga Al Quran : “Sesungguhnya Kami menurunkan Al dzikra (Al Quran), dan sesungguhnya Kami sungguh akan menjaganya” (QS Al Hijr : 13).  Allah menjaga KItab Suci Al Quran lewat dua cara :  Tulisan mushaf dan dada-dada para hufadz. Namun penjagaan yang paling kokoh adalah lewat dada-dada kalian, para hufadz, karena mushaf-mushaf Al Quran bisa punah dari masa kemasa atau dari suatu negeri tertentu, karena sebab peperangan atau sebab lainnya sebagaimana yang terjadi pada zaman penjajahan Uni Sovyet…saat mereka membakar semua mushaf dinegeri-negeri islam jajahan mereka, namun sebagian anak-anak umat islam tetap bisa menghafal Al Quran lewat kekuatan daya ingat para hufadz  seperti kalian.

Ketahuilah bahwa Allah telah mengistimewakan dirimu dengan banyak keistimewaan dan keutamaan… Allah berfirman  : “…Lalu Kami mewariskan Kitab ini (Al Quran) terhadap orang-orang yang terpilih dari hamba-hamba Kami…” (QS Fathir : 32    ).

Walaupun hamba-hamba terpilih yang ada dalam ayat ini adalah kaum muslimin secara umum, namun para hufadzlah yang paling awal dan utama masuk dalam golongan hamba-hamba terpilih tersebut.

Dalam hadis, Rasulullah shallallahu’alaihi waallam bersabda : “Sesungguhnya Allah memilki kerabat dari kalangan manusia”, para sahabat bertanya : “Siapakah mereka?”, beliau menjawab : “Ahli Al Quran, merekalah kerabat Allah dan orang-orang istimewa disisiNya” (HR Ahmad dan Al Hakim).

Ini telah cukup membuktikan bahwa diantara nikmat terbesar yang Allah anugrahkan terhadap anda dan kedua orangtuamu adalah kesuksesanmu menjadi pembawa Al Quran, dan berada diantara barisan hamba-hamba terpilih. Dengan nikmat ini, Allah telah memuliakanmu…meninggikan derajatmu…memperbesar pahalamu…serta memerintahkan kami, seluruh kaum muslimin ,untuk memuliakan dan menghormatimu sebagai hamba yang Dia telah pilih dan istimewakan.  Rasulullah ,Pemimpin Para Hufadz shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda : “Sesungguhnya dengan Kitab inilah (Al Quran), Allah mengangkat derajat derajat  suatu kaum dan merendahkan derajat selain mereka”. (HR Muslim).

Bahkan memuliakan dirimu adalah merupakan tanda pengagungan terhadap Allah ta’ala , dalam hadis : “Sesungguhnya diantara pengagungan terhadap Allah adalah memuliakan orang tua yang muslim, pembawa Al Quran tidak secara berlebihan atau mengurangi hak-haknya, dan memuliakan pemimpin yang adil”. (HR Abu Daud).

Saudara..saudariku…

Anda mesti tahu…bahkan mungkin anda telah tahu…bahwa sekedar anda menamatkan hafalan Al Quranmu…maka anda telah berada dalam kehidupan yang baru dengan ayat-ayat suci Al Quran yang telah tertanam dalam hatimu…Dengannya anda seharusnya bisa merubah diri anda sendiri menuju keshalihan secara dzahir dan batin…bahkan keseharian dan akhlakmu harusnya bisa semakin indah sesuai dengan karakter seorang hafidz, pembawa Al Quran…walaupun ini mungkin terasa agak berat, namun dengan semangat dan sikap konsistenmu ,insya Allah, anda akan bisa menanamkan sikap seorang hafidz sejati dalam dirimu…Simaklah nasehat Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu ; “Pantas bagi seorang pembawa Al Quran untuk diketahui dengan ibadah malamnya ketika manusia tengah terlelap…dengan puasa siangnya ketika manusia tidak puasa…dengan kesedihannya ketika manusia merasa gembira, dengan tangisannya ketika manusia tengah tertawa…dengan kerendahan hatinya ketika manusia merasa angkuh…sepantasnya pembawa Al Quran menjadi seorang yang tenang lagi lembut…dan tidak pantas menjadi seorang yang kaku,suka berteriak, mencela, dan bersikap keras…”.

Juga marilah menyimak ucapan AlFudhail bin ‘Iyadh rahimahullah : “Pembawa Al Quran, adalah pembawa bendera islam, olehnya ia tidak pantas duduk bersama orang-orang yang suka  bersendagurau, tidak pantas duduk bersama orang-orang yang suka lalai”.

Dua nasehat agung dari dua orang shalih ini menunjukkan bahwa menghafal Al Quran adalah sebuah tarbiyah / pembinaan diri yang agung…sudah sepantasnya seorang hafidz untuk melaksanakan nasehat ini, sesuai kemampuannya.

Diakhir risalah singkat ini, saya hanya ingin mengatakan pada anda : “Berhasil menjadi seorang hafidz, bukanlah akhir dari perjalananmu menuntut ilmu, namun ia adalah suatu awal perjalanan menuntut ilmu,”…Walaupun begitu banyak orang telah menuntut ilmu dengan tanpa menghafal Al Quran, namun anda punya keistimewaan yang tidak dimiliki oleh mereka karena anda memiliki dasar ilmu dan telah menghafal sumber segala ilmu yaitu Al Quran..Dengannya anda lebih istimewa dibandingkan dengan para penghafal matan dan hadis namun tidak menghafal Al Quran…Kini anda telah ada diawal jalan…maka teruskanlah perjalananmu dalam memahami Kalam Ilahi Al Quran dengan mempelajari ilmu-ilmu islam lainnya yang tidak terlepas dari Al Quran. Jika anda mencintai ilmu tafsir, maka tekunilah ilmu tafsir….jika anda cenderung terhadap ilmu qiraat, maka lanjutkanlah perjalananmu… demikian juga jika anda mencintai ilmu-ilmu lainnya semisal Aqidah, Fiqh, Hadis, namun ingat, dirimu harus senantiasa melakukan muraja’ah hafalan Al Quran dengan jadwal yang teratur. Seorang hafidz ,seperti dirimu yang memilki himmah ‘aaliyah akan terus meningkatkan kwalitas keilmuannya dan tidak berhenti pada “hafalan Al Quran saja

Wassalaam

Sumber : darul-anshar.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here