islam

“Agama islam adalah agama dengan pertumbuhan yang tercepat selama beberapa tahun belakangan ini”, demikian penyataan yang dilansir oleh beberapa media internasional seperti ABC News dan CNN World News beberapa waktu lalu. Memang menggembirakan bagi kita kaum muslimin sedunia karena semakin banyaknya masyarakat dunia mulai membuka mata mereka yang selama ini tertutup oleh doktrin agama, suku, dan kepercayaan(seperti atheisme, pluralisme dan materialisme) melihat agama islam sebagai agama yang kaku, non-toleran, dangerous, serta terrorist, kini mereka meyakini kebenaran agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Agama yang muncul ditengah keterasingannya seorang hamba dari Sang Pencipta, di saat manusia memalingkan harapannya dari Dzat Penguasa semesta alam, lalu menggantungkannya kepada para thaguut, mereka dihentakkan dengan datangnya seorang utusan dari kalangan mereka yang membawa mukjizat yang tak terbantahkan meskipun sanggup memahaminya namun mereka tak dapat mendatangkan yang serupa dengannya, Allah berfirman :
(Al-Baqarah):23-24 Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Ialah Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Al-Quran Kalaamullah yang mengajak mereka untuk menyembah kepada Rabbul alamin, yang telah merubah zaman kebodohan menjadi zaman emas dan kejayaan yang menundukkan kerajaan dan kekuasaan adi daya dimasa mereka. Kemenangan demi kemenangan terus diraih oleh para pendahulu islam yang berjuang dengan niat tulus untuk meninggikan kalimat Allah, meski tak dapat disangsikan bahwa sunnatullah akan tetap tegak atas kehendak Allah maka kaum muslimin juga sempat merasakan kesulitan dan kepayahan di beberapa kejadian. Sebut saja pada perang uhud, disaat rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat radiyallahu anhum ajma’in hampir mendapatkan kemenangan gemilang karena telah memukul kuat pasukan lawan, namun segera berbalik keadaan karena keteledoran pasukan pemanah yang tak menyangka kedatangan pasukan musuh dari belakang kaum muslimin. Allah berfirman :
(‘Āli `Imrān):140 – Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Begitu pula pada perang hunain, ketika penduduk hawazin dan para sekutunya mendengarkan kabar fathu makkah oleh kaum muslimin, mereka telah bersiap untuk menghadapi pasukan islam. Di saat yang sama kaum muslimin seakan berada di atas angin karena kemenangan mereka pada fathu makkah dan jumlah mereka yang banyak(disebutkan bahwa jumlah mereka sebanyak 12.000 orang), hingga membuat beberapa orang dari kaum muslimin berkata bahwa kita takkan kalah jumlah. Maka Allah menegur mereka dengan firman-Nya :
(At-Tawbah):25 – Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.

Berjalanlah waktu dengan segala ketentuan Allah di dalamnya, hingga tiba di akhir zaman ini saat dimana kaum muslimin kembali menyaksikan kebenaran firman Allah (وتلك الأيام نداولها بين الناس) artinya “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”. Meski banyaknya dan bertumbuhnya jumlah kaum muslimin saat ini di beberapa belahan dunia, namun tak dapat dipungkiri oleh hati nurani kita akan kenyataan pahit yang harus kita telan bersama melihat bukti serta fakta yang terjadi (dan mungkin saat ini masih terus terjadi) bagaimana saudara(i) kita terus dibumi hanguskan oleh musuh-musuh Allah yang tak pernah ridho dengan kejayaan islam dan kaum muslimin. Allah berfirman menjelaskan tentang mereka : (Al-Baqarah):120 – Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Maka lihat dan cermatilah firman Allah diatas, ia mengajarimu bahwa musuh-musuh Allah takkan pernah ridho dengan agamamu, mereka akan terus berusaha menjauhkanmu dari kebenaran hingga engkau mengikuti agamanya, bila engkau telah mengikuti agama mereka dan keinginan mereka padahal islam telah melarangmu untuk berbuat demikian serta telah jelas dalil dan kebenaran ini, maka tunggulah sampai Allah berlepas darimu, bila engkau meminta pertolongan kepada-Nya maka takkan pernah turun pertolongan dan perlindungan-Nya.

Wallohu a’lam, mungkin inilah yang terjadi saat ini di negeri kaum muslimin. Meski tak ingin mencap harga mati, namun inilah kenyataannya. Dengan jumlah yang banyak dan terus bertambah, kaum muslimin tak sanggup mengembalikan kejayaannya sebab mereka sangat jauh dari ruh islam dan iman, jauh dari Al-Quran, jauh dari kebenaran, serta tak paham tentang urusan agama kecuali sedikit, yang menyebabkan pertolongan Allah menjadi tertahan dan tertunda sampai kita kembali kepada kebenaran.

Karenanya, mari kembali introspeksi diri kita. Apakah selama ini kita telah merealisasikan islam yang sebenarnya dalam kehidupan kita? Ataukah kita termasuk dalam golongan mereka yang masih dicecoki syubuhaat dan syahawaat oleh musuh-musuh Allah? Wal ‘iyaadzu billah.

Abu ‘Aqilah Altofunnisa.Lc

Artikulli paraprakDAI HARUS PAHAM FIKIH BERBEDA PENDAPAT
Artikulli tjetërIbrah dari AirAsia QZ8501

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini