Rapat Perdana Panitia Muktamar
(Muktamar Insya Allah 2-5 Juni 2007)

Pada hari Ahad (11/2) Pimpinan Pusat WI mengumpulkan perdana Panitia Muktamar I PP WI sebagai langkah awal kordinasi penghelatan tertinggi lembaga.

Rapat ini dimulai dengan Pembacaan secara resmi Susunan Pengurus Panitia oleh Wasekjend Ir.Nursalam Sirajuddin kemudian dilanjutkan dengan Arahan Pimpinan Pusat, dalam hal ini dibawakan oleh sekjen Ust.Qasim Saguni, setelah itu dilanjut dengan arahan dari Ketua SC (Lajnah Taujiyah) dan Ketua OC (Lajnah Tanfidziyah).

Dalam arahannya, Sekjen mengungkapkan bahwa Permusyawaratan tertinggi Lembaga ini rencana awalnya diadakan awal April tahun ini, akan tetapi diundur ke bulan Juni karena hajatan besar ini memerlukan waktu yang cukup untuk mempersiapkannya, mengingat kegiatan ini selain mengundang seluruh Cabang dan Binaan WI di seluruh Indonesia juga akan mengundang pihak eksternal, diperkirakan Muktamar ini dihadiri sekitar 500 peserta ( masing-masing10 utusan dari 25 cabang, dan 5 utusan dari 20 Daerah binaan ditambah 150 dari PP) dan pada pembukaan target 1000 yang hadir. Insya Allah kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Bapak Wapres Yusuf Kalla bertempat di Masjid Raya Makassar atau masjid Al Markaz Al Islami.

Lanjut sekjen, bahwa nama-nama yang ada dalam SK merupakan hasil Pemilihan dan penghargaan Lembaga yang dianggap cakap mengembang amanah, terakhir sekjen mengingatkan kepada semua panitia bahwa pada kegiatan akbar ini, kita mempertaruhkan nama lembaga, kerja-kerja Kepanitian diharapkan mencapai puncaknya pada Muktamar kali ini dengan memperlihatkan kekompakan, kordinasi yang teratur dan professional pada masing-masing jobnya.

Pada kepanitian,yang terpilih sebagai Ketua Lajnah Taujihiyah adalah Ust.Dr.Hamid Habbe,Se, M.Si dan Ketua Lajnah Tanfidziyah adalah Ust.Irwan Hasbi,SH.Insya Allah Muktamarnya direncanakan bertempat di Gedung LAN Antang.

Sebagai gambaran pada Muktamar ini akan membahas beberapa hal penting, diantaranya : Model Kelembagaan yang akan datang, langkah-langkah strategis pencapaian visi 2015, sistem dan pola kaderisasi, Manhaj/hittah dan hal baru akan dibahas adalah wacana kepemimpinan tertinggi lembaga yang tidak lagi periodik, akan tetapi kepemimpinan seumur hidup yang mengacu pada kepemimpinan Sistem Khilafah.

Artikulli paraprakKelemahan Hadits Tentang Fadhilah Surah Yasin
Artikulli tjetërDaurah Tamhidiyah Angkatan VI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini