Radio Somalia Dilarang Setel Musik

Kicau burung, suara kendaraan, dan perang, mengganti materi musik di sebagian besar stasiun radio. Sebagian besar stasiun radio di wilayah selatan dan tengah Somalia mulai hari Selasa (13/4) tidak lagi menyiarkan musik dan jingle, karena ada larangan dari kelompok-kelompok Islam.

 

Hizbul Muslim, satu dari dua kelompok Islam terbesar di Somalia, pada 3 April telah mengeluarkan larangan atas musik karena dianggap melanggar hukum Islam. Stasiun-stasiun radio diberi waktu 10 hari untuk menyesuaikan diri atau akan ditutup.

Di ibukota Mogadishu, mengudara 16 stasiun radio FM, tapi hanya dua yang menentang aturan tersebut; Radio Moghadishu milik pemerintah yang dilindungi oleh tentara penjaga perdamaian Uni Afrika dan Radio Bar-Kulan yang didanai PBB dan stasiunnya berada di Nairobi.

"Hari ini saya menyetel 3 stasiun radio yang biasa saya dengar. Tidak ada musik sama sekali," kata Abdulkadir Khalif, seorang warga Moghadishu. "Bahkan tidak ada jingle."

Sebagai gantinya, stasiun-stasiun radio itu menggunakan suara burung atau lalu-lalang kendaraan. Sebuah rekaman dari medan pertempuran bahkan digunakan untuk membuka program berita.

Pekan lalu kelompok Al-Shahaab melarang BBC dan Voice of America, karena dianggap anti-muslim dan bersikap bias terhadap pemerintah. Lima stasiun radio FM lainnya juga ditutup. [di/grd/www.hidayatullah.com]

 

 

Artikulli paraprakBupati Bantaeng Kunjungi DPP
Artikulli tjetërSaudi Kembangkan Waktu Standar Mekkah Gantikan Greenwich

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini