Ketika 7 Pemuda Ashaabul kahfi mendapatkan kesulitan yang luar biasa. Mereka tidak meminta pertolongan, bantuan atau perlindungan keselamatan pada Alloh.
Namun mereka hanya meminta pada Alloh sebuah “Petunjuk”.

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa,
“Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”
(QS. Al Kahfi:10)

Begitupula Bangsa Jin ketika mendengarkan Al Qur’an untuk yang pertama kalinya, mereka berkata

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),”.
Lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur’an),

(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami.
(QS Al Jinn:1-2)

Begitu pula dalam firman Alloh yang lain,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh petunjuk kebenaran.
(QS Al-Baqarah:186)

Lantas apakah “Petunjuk” yg diminta oleh Ashaabul Kahfi dan yang disebutkan oleh bangsa Jin tersebut?

Petunjuk yang lurus bermakna;
– Jalan menuju arah yang benar
– Tepat sesuai hakikat
– Ia adalah kebenaran

Oleh karena itu jika Alloh sudah memberimu petunjuk yang lurus, sungguh engkau telah diberi kebaikan yang besar. Yang dengan petunjuk tersebut engkau akan berhasil sampai padaNya.

Itulah sebabnya ketika Nabi Musa mendatangi seorang hamba Alloh yang sholih, tidaklah beliau meminta kecuali satu perkara saja,

قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (agar menjadi) petunjuk?”
(QS Al-Kahfi: 66)

Saudaraku…
Ketika Alloh membentangkan kepadamu asbab dan sarana agar engkau mudah mendapatkan petunjuk.
Seperti; masjid yang dekat, majelis ta’lim, teman-teman yang jujur, pasangan yang sholeh dan sholehah.
Sungguh Alloh telah memberikan nikmat yang besar kepadamu untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.
Jangan sampai membuang kesempatan tersebut dan menyia-nyiakannya.
Karena sungguh merugilah..
Orang-orang yang menyia nyiakan asbaab petunjuk dan justru berpaling dari sesuatu yang bisa mendekatkannya pada Alloh.

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”
(Surat Al-Kahf 10)

Oleh Ustadz Reky Abu Musa, Lc
_______
S’moga Esok Lebih Baik…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here