Petinggi Wahdah Silaturrahim Kapolda Sulselbar

Merupakan suatu agenda rutin Pengurus DPP Wahdah Islamiyah mengadakan kunjungan silaturrahim dengan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah, pada kesempatan kali ini, Rabu 18 Juni 2008  silaturrahim dengan Kapolda Sulselbar yang baru Irjen Polisi Drs. Sisno Adiwinoto.

Rombongan diterima di kediaman rumah dinas Kapolda  Jalan Mappaoddang Makassar.Turut mendampingi Kapolda, Kabid Humas Polda Sulselbar AKBP Heri Subinsauri, SH, MH, M.Si dan Karo Bina Mitra Polda Sulsel Kombes Drs.A.Guntur Sumartono.
 
Ketua Umum DPP WI Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc yang pagi itu juga baru datang dari Jakarta hadir langsung dalam silaturrahim ini, Ketua Umum didampingi petinggi WI lainnya, yakni:Ustadz Muh.Said Abd.Shamad, Lc (Ketua Dewan Syariah WI), Ustadz Muh.Qasim Saguni (Sekjend DPP WI), Ustadz Nursalam Sirajuddin (Wasekjend DPP WI), Ustadz Irwan Hasbi, SH (Kabir Hukum DPP WI) dan Ustadz Erwin Sultan (Humas DPP).

Ustadz Muh.Said Shamad, Lc sebagai yang dituakan di lembaga ini, mengungkapkan di awal pembicaraan rasa  terima kasih yang tinggi atas kesedian Bapak Kapolda menerima rombongan dalam rangka menjalin silaturrahim antara Wahdah Islamiyah sebagai Ormas Islam dan Pihak Kepolisian. Pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Syariah ini lebih banyak mengungkapkan tentang keutamaan menjalin silaturrahim. Dilanjutkan perkenalan sekilas profil organisasi oleh Sekjend DPP WI.

Sementara itu, Ketua Umum DPP WI mengungkapkan bahwa mudah-mudahan,  Bapak Kapolda  dapat sukses di daerah tugas baru dalam mengembang amanah dan Wahdah Islamiyah sebagai salah satu elemen dalam masyarakat ingin menjadi mitra dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian dan berharap secara bersama-sama, kami terbantu juga untuk melaksanakan tugas dalam mengurus agama ini.

Diantara harapan-harapan yang diungkapkan Ustadz Zaitun dalam silaturrahim ini,  “Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat sebetulnya kalau pihak Ulama, pihak Pesantren bisa bekerjasama yang baik dengan pihak kepolisian, tentu akan  lebih diharapkan masyarakat  terutama dalam masalah  merubah kemungkaran.”

“Ada fenomena yang kurang bagus masalah merubah kemungkaran di masyarakat.kita, ada di satu sisi  masyarakat (ini paling banyak) yang apatis, pokoknya  tidak mau peduli dengan kemungkaran  disisi lain ada ummat Islam akhirnya menjadi over sehingga melakukan tindakan langsung, misalnya pengrusakan. Ini sesungguhnya juga tidak tepat, walaupun mungkin terinspirasi oleh hadits ubahlah dengan tanganmu, tapi hal itu dilakukan hanya bagi yang berkompeten. Ada jalan tengah yang kurang dilaksanakan, hadits Nabi juga kalau tidak mampu dengan tangan  maka dengan lisan, baik di mimbar-mimbar atau turun langsung ke masyarakat mengingatkan.”

Lanjut Ustadz, ”Bahwa kalau ini dibackup oleh kepolisian, ini akan kuat. Kalau Ormas-ormas Islam peduli memantau, terus mengingatkan dan melaporkan ke polisi, saya kira akan harmonis kehidupan ini. Kami sebetulnya berharap suatu ketika, kalau memang kemitraan bisa dibangun, kami bisa ada teman-teman yang suka memantau itu, tapi mereka sebatas setelah memantau lalu melaporkan kemudian bekerja sama dengan kepolisian lalu diproses secara hukum, agar tidak timbul reaksi yg berlebihan.”

Misalnya, “Walaupun kita sudah yakin pencuri, kita tidak punya hak untuk memberikan panismen, walaupun Kadang banyak  orang sudah merasa bosan lapor polisi, sekalipun demikian kita tidak punya hak. Kita harus melakukan sesuai kewajiban kita, kewajiban kita laksanakan yang selebihnya diberikan kepada yang punya kewajiban yang lain dan masing-masing akan bertanggung jawab di hadapan Allah dan hukum yang ada.”.Terang Ustadz Zaitun mengungkapkan konsep Islam dalam merubah kemungkaran.

Alhamdulillah atas tawaran  Sekjend  kepada Kapolda untuk dapat menyempatkan silaturrahim juga ke wahdah, insya Allah setelah 1 Juli nanti Kapolda sudah menjanjikan akan berkunjung ke Pesantren Ma’had ‘Aly Al Wahdah Manggala Makassar.

Di akhir pertemuan, Bapak kapolda menyambut baik tawaran kerjasama dari Wahdah Islamiyah dan berterima kasih sudah dikunjungi, “ aktifitas lain seperti pendidikan Dai-dai Kamtibmas atau ada hal-hal program, kita komunikasikan terus, program apa yang bisa dijalin.” Selain itu Bapak Kapolda juga meminta disosialisakan tentang demo dan pengawalan jenazah, “Demo sama pengawalan jenazah, tolong disosialisakan, untuk kasi tau polisi, kita akan kawal, kita larang masyarakat ngawal di depan kereta jenazah yang menggangu keselamatan sendiri dan orang lain.”

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP WI memberikan Cinderamata kepada Kapolda, yakni Mushaf AlQuran Edisi Lux, Profil Wahdah, Buku Sejarah Wahdah.
Serta beberapa majalah Islam.(Foto1, Foto 2)
 

Artikulli paraprakWI Silaturahim dengan Stikes Mega Rezki
Artikulli tjetërDialog Kesehatan Lembaga Muslimah Tarakan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini