Perencanaan Yang Efektif

Perencanaan (planning) adalah meletakkan tujuan-tujuan dalam jadwal waktu atau program pekerjaan untuk mendapat hasil yang optimal. Oleh karena itu perencanaan merupakan sebuah keniscayaan, keharusan dan kebutuhan.

Sabda Nabi” Jika engkau ingin mengerjakan sesuatu pekerjaan maka pikirkanlah akibatnya, maka jika perbuatan tersebut baik, ambillah dan jika perbuatan itu jelek maka tinggalkanlah” (HR Ibnul Mubarak). Perencanaan merupakan sunnatullah, sehingga siapa saja yang tidak melakukan perencanaan dengan baik apakah dia orang beriman atau orang kafir maka akan menuai berbagai masalah bahkan kegagalan. Kata orang bijak gagal merencanakan berarti merencanakan gagal. Olehnya itu Allah SWT memerintahkan kita untuk membuat perencanaan tentang orientasi dan aktivitas hidup setelah perintah iman dan taqwa. Firman Allah SWT.” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18)

Manfaat Perencanaan:

Ø Membantu mengarahkan orientasi hidup anda
Ø Membantu memanfaatkan potensi anda baik yang bersifat materi maupun non materi
Ø Memberikan anda ukuran dan indikator yang jelas dan cermat untuk maju
Ø Membantu mengkordinasikan bagian-bagian pekerjaan agar dapat berjalan dan berfungsi secara seimbang
Ø Menguak hakikat dan memperjelas permasalahan

Sebagian Orang Tidak Percaya Dengan Perencanaan?  Karena:
– Tidak mengerti perencanaan dan tidak tahu pentingnya perencanaan hidup
– Tidak memiliki motivasi dan obsesi untuk meraih yang terbaik
– Terlalu  optimis
– Merasa tidak berarti dan tidak mengetahui tujuan utama hidup
– Kurang sabar dan tidak kuat menanggung beban
– Tidak fleksibel
– Takut pada hal-hal yang belum diketahui dan hanya menikmati apa yang sudah familiar dengannya.

Perencanaan Yang Baik

-Didasarkan  pada sebuah keyakinan bahwa apa yang dilakukan itu baik. Baik dari sisi materi maupun dari sisi tata nilai.
-Dipastikan bahwa sesuatu yang dilakukan banyak manfaatnya, baik dengan orang  yang melakukan perencanaan maupun orang lain.
-Didasarkan pada ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan apa yang dilakukan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah bukan sekedar khayalan
-Dilakukan studi banding (benchmark), yaitu dengan membandingkan dengan usaha yang sama,  pengalaman dan rahasia kesuksesan orang lain.
-Dipikirkan prosesnya. Proses seperti apa yang dilakukan, apakah proses itu tetap dan  apa hasil dari proses yang direncanakan.
   
Selain itu perencanaan yang baik memerlukan kelayakan (visibility) yang terbagi dua hal. Pertama dilihat berdasarkan orang yang melakukannya. Apakah orang yang yang dilibatkan memiliki kesiapan, komitmen dan kompetensi terhadap pekerjaan tersebut. Kedua berdasarkan sesuatu yang dikerjakan, perlu diteliti apakah usaha itu layak didirikan disuatu tempat yang dipilih ? menguntungkan atau tidak? Apakah menguntungkan bagi masyarakat sekitarnya.

Dari Mana Anda Memulai ?
Seseorang yang ingin memulai perencanaan harus diawali dengan menemukan tujuan yang ingin dicapai dari suatu pekerjaan atau lainnya. Pentingnya menulis suatu tujuan karena;
Pertama, menulis tujuan membantu menentukan apa yang anda inginkan menjadi lebih jelas. Kedua menulis tujuan  memotivasi untuk komitmen dalam memperjuangkannya.
Beberapa langkah dalam mengelola tujuan untuk mencapai puncak sukses dalam hidup

1. Letakkanlah tujuan-tujuan yang menantang,  tetapi bisa direalisasikan

2. Tentukan tujuan-tujuan  itu dengan syarat terukur dan jelas karakteristikya

3. Jadikanlah tujuan-tujuan itu selaras satu dengan lainnya

4. Letakkanlah tujuan-tujuan itu secara fleksibel

5. Letakkanlah waktu yang pasti untuk mencapai tujuan

Tahapan Perencanaan
1. Mulailah dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Segala urusan harus disandarkan pada Allah karena manusia hanya merencanakan Allah yang menentukan hasilnya. Ini bertujuan agar kita tidak lupa diri jika sukses dan sedih serta  putus asa bila gagal.

2. Analisis kebutuhan, misalnya akan dibangun lembaga pendidikan dasar. Maka perlu dilakukan analisis apakah masyarakat setempat dan sekitarnya membutuhkan lembaga tersebut dan bagaimana tingkat persaingan dengan lembaga yang sama

3. Analisis  kekuatan,  kelemahan, peluang dan tantangan (analisis SWOT).  Apakah sesuatu  yang telah direncanakan sesuai dengan kemampuan bagaimana dengan kendala-kendala dan kelemahan-kelemahannya ? serta strategi dalam mengatasi kelemahan-kelemahan itu.

4. Penyusunan langkah kerja, penyusunan dilaksanakan sesuai skala proritas mulai yang terpenting,  yang penting kemudian yang kurang penting.

5. Evaluasi. Evaluasi perencanaan  harus dilakukan pada awal, tengah dan akhir kegiatan. Evaluasi harus mampu menjawab apakah bisnis atau pekerjaan yang dijalankan dibutuhkan atau tidak, apakah pengelolanya mampu (kompetensi) menjalankan bisnis atau tidak. Hasil dari evaluasi dapat menjadi feedback yang kuat sehingga segala perencanaan yang dilakukan betul-betul matang
   
Olehnya itu dalam melakukan perencanaan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Pertama tujuan dan hasil yang ingin dicapai, kedua orang yang akan melakukan, ketiga waktu dan skala proritas dan keempat dana (kapital). Selain itu dalam melakukan perencanaan pasti akan menuai berbagai kendala baik orang yang melakukan perencanaan maupun apa yang akan dikerjakan. Namun perlu disadari bahwa kendala adalah bagian suatu perencanaan untuk meningkatkan kualitas kerja. Wallahu a’lam

*) Penulis adalah Pimpinan BMT Al Amin, Instruktur Perbankan Syariah, Departemen Koperasi 
 

Artikulli paraprakSIDIT XII
Artikulli tjetërMELURUSKAN SEJARAH WAHHABI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini