Penumpang Wanita Minta Gerbong Khusus Ditambah 

TEMPO Interaktif, Bekasi -Penumpang tetap gerbong khusus wanita meminta gerbong dari stasiun Bekasi ditambah menjadi empat gerbong dari dua gerbong yang beroperasi. Rosana, 50, salah seorang penumpang kereta listrik mengatakan penumpang perempuan jumlahnya hampir sebanding dengan lelaki.

 
"Penumpang wanita jumlahnya banyak, sebaiknya gerbongnya ditambah," kata Rosana, hari ini. Gerbong khusus wanita dirasa Rosana lebih nyaman dan aman.

Simamora, 47, penumpang lainnya mengaku lebih leluasa berada dalam gerbong khusus wanita. Berada satu gerbong dengan laki-laki, kata Simamora, dia banyak menemui pelecehan terhadap perempuan. Apalagi saat kereta sesak, penumpang laki-laki biasa menempelkan badannya ke tubuh wanita. "Laki-laki suka iseng," katanya.

Stasiun Bekasi mencatat, jumlah penumpang wanita sekitar 40 persen atau 6.000 dari total penumpang kereta listrik sebanyak 15 ribu orang per hari. Tujuan pemberangkatan dari stasiun Bekasi menuju stasiun Kota, Tana Abang, Bogor, dan Tangerang.

Kepala Stasiun Bekasi Eman Sulaeman, berjanji segera menyampaikan permintaan penambahan gerbong khusus wanita itu ke PT Kereta Api Komuter Jabodetabek (KCC). "Kalau lihat perbandingan jumlah penumpang, semestinya emapt gerbong khusus wanita setiap pemberangkatan," katanya.

Peluncuran gerbong khusus wanita di stasiun Bekasi dimulai hari ini. Jumlah pemberangkatan untuk kereta Ekonomi AC 52 kali dalam sehari, dan kereta ekspress 19 kali. Dari delapan gerbong setiap kali pemberangkatan, dua gerbong paling depan dan belakang adalah khusus wanita.

Eman mengakui layanan gerbong khusus wanita pada hari pertama di Bekasi itu belum optimal. Belum semua kereta dilengkapi stiker yang menandakan khusus wanita. Kereta yang sudah dipasangi itu pun hanya bagian luas, di bagian dalam belum ada stiker khusus wanita. Sehingga beberapa penumpang laki-laki masih masuk dalam gerbong khusus wanita, meski akhirnya diminta oleh petugas untuk pindah ke gerbong umum.

Menurut Eman, pemasangan stiker itu akan dilakukan malam nanti ketika kereta berhenti di Dipo KRL Stasiun Bekasi. Selain itu, petugas keamanan di dalam gerbong khusus wanita masih dijaga kaum pria. "Ini kami masih menunggu satpam wanita dari KCC," katanya. 

Artikulli paraprakKereta Khusus Perempuan Disambut Positif
Artikulli tjetërKetua Umum Buka Puasa dengan Tokoh Masyarakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini