PENJELASAN TENTANG SISTEM JUAL BELI  ARBUN
Seperti dalam proses pembelian tanah Pusat Dakwah dan Pendidikan (PDP)
Wahdah Islamiyah di Makassar

ÇáÓáÇã Úáíßã æÑÍãÉ Çááå æÈÑßÇÊå
ÇáÍãÏ ááå æÇáÕáÇÉ æÇáÓáÇã Úáì ÑÓæá Çááå æÚáì Âáå æÕÍÇÈÊå æãä ÊÈÚåã ÈÅÍÓÇä Åáì íæã ÇáÏíä ¡ æÈÚÏ
Berkaitan dengan sistem jual beli tanah oleh Wahdah Islamiyah (WI) dengan pihak penjual dengan menggunakan sistem jual beli "Arbun", yaitu pihak WI membeli tanah seharga Rp. 1.037.000.000, – (Satu Milyar Tiga Puluh Tujuh Juta Rupiah) dengan syarat memberikan DP sejumlah Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) ke pihak penjual. Penjual memberi tenggang waktu kepada pihak pembeli (WI) untuk melunasi sampai batas waktu tertentu, dengan perjanjian jika sampai batas waktu tersebut pihak pembeli tidak membayar, maka uang DP dianggap hangus.

Berikut ini kami kutipkan Keputusan Hasil Majelis Perhimpunan Fiqhi Dunia dalam pertemuan ilmiah ke VIII di Bandar Sri Bengawan Brunai Darussalam tanggal 1 sampai 7 Muharram 1414 H bertepatan tanggal 21 – 27 Juni 1993. Dalam Kitab Taudihul Ahkam Juz 3 Halaman 457 oleh Syaikh Al-Allamah Abdullah ibn Abdurrahman Al-Bassam Rahimahullah* , setelah meneliti pembahasan yang diajukan terkhusus pada masalah "Bay’ Al Arbun" setelah melakukan diskusi tentang masalah ini memutuskan sebagai berikut :

1.Yang dimaksud dengan sistem penjualan "Arbun" adalah penjualan suatu benda dengan sistem dimana pembeli membayar sejumlah uang muka pada penjual, dan jika pembeli jadi membeli maka uang yang telah diberikan dianggap sebagian dari harga barang tersebut, dan jika tidak jadi membeli, maka uang tersebut menjadi milik penjual**

2.Boleh melakukan sistem jual beli "Arbun" jika disepakati batas waktu menunggu yang jelas dan  menganggap "Arbun" (uang muka) sebagai bagian dari harga keseluruhan benda yang dijual jika pembelian jadi dilakukan dan menjadi hak dari penjual jika calon pembeli tidak jadi membeli.
————————————-

*)Syaikh Al-Allamah Abdullah ibn Abdurrahman Al-Bassam adalah :
1. Hakim pada masalah-masalah tertentu dan mendesak, di Makkah
2. Pengajar resmi di Masjidil Haram
3. Anggota Rabithah Al-Alam Al-Islamy dan anggota di musim haji
4. Imam Masjidil Haram selama 3 bulan. Kemudian, pemerintah meminta beliau untuk tetap menjadi imam, namun beliau menolaknya karena kesibukan.
5. Ketua Mahkamah Kubra di kota Thaif.
6. Hakim di Mahkamah Penyelesaian Berbagai Hukum-hukum syariah di Wilayah Bagian Barat (Manthiqah Gharbiyah) yang beribukota Mekkah 1391H.
7. Ketua di Mahkamah Penyelesaian Berbagai Hukum-hukum syariah di Wilayah Bagian Barat (Manthiqah Gharbiyah) yang beribukota Mekkah 1400H hingga beliau pensiun kemudian diperpanjang beberapa tahun hingga tahun 1417H.
8. Anggota Al-Majma’ Al-Fiqhy Al-Islamy (Komisi Ulama Fiqh Dunia).
9. Wakil kerajaan untuk sejumlah konferensi di luar negeri.

**)Dalam Istilah Umum=Uang Hangus (Penj.)

Artikulli paraprakPanah Yang Tak Pernah Meleset
Artikulli tjetërSMP/SMA Islam Terpadu Putri Wahdah Islamiyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini