KEPUTUSAN DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH

Nomor : D.038/QR/D.SR-WI/XII/1432 H

Tentang :

Penetapan Hari Raya Idul Adha Tahun 1432 H

dan Himbauan untuk Menjaga Ibadah pada Bulan Zulhijjah 

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah setelah: 


Menimbang            : 

  1. Bahwa penetapan hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban adalah perkara syar’i hendaknya didasarkan kepada dalil yang jelas.

  2. Bahwa kader dan anggota Wahdah Islamiyah dan kaum muslimin secara umum membutuhkan penjelasan tentang hari Raya Idul Adha tahun 1432 H

  3. Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas maka dipandang perlu menetapkan hal itu dalam sebuah Surat Keputusan.

Mengingat              :

 

1. Firman Allah I dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 189:

           (يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ)

          “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu  adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…”

 

2. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَالْفَجْرِ ، وَلَيَالٍ عَشْر   

“Demi fajar dan demi malam yang sepuluh” QS. Al-Fajar(89): 1-2.

 

3. Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ    

“Berpuasa adalah ehari di saat kamu sekalian berpuasa, berlebaran adalah hari di saat kamu sekalian berlebaran dan berkurban adalah hari di saat kamu sekalian berkurban”. HR. al-Tirmizi dan disahihkan oleh al-Albani.

Menurut Imam al-Tirmizi: Sebahagian ulama menafsirkan hadis ini bahwa yang dimaksud adalah berpuasa dan berlebaran hendaknya bersama jamaah dan mayoritas kaum muslimin.

 

4. Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas Radiyallahu ‘Anhu

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ

“Tidak ada hari-hari yang tdi dalamnya amalan yang paling dicintai oleh Allah kecuali hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”HR. al-Bukhari.

 

5. Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah al-Anshari Radiyallahu ‘Anhu.

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَة الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“Berpuasa pada Hari Arafah menggugurkan dosa tahun lalu dan tahun akan datang”. HR. Muslim.

 

6. Hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Busrin al-Mazini Radiyallahu ‘Anhu.

لاَ تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلاَّ فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali yang telah diwajibkan atas kalian”. HR. Ibnu Hibban.

 

Memperhatikan     :

    1. Hasil pemantauan Tim Rukyat al-Hilal DPP Wahdah Islamiyah pada tanggal 29 Zulhijjah 1432 H/ 28 Nopember 2011 M di kota Makassar yang melaporkan bahwa hilal tidak terlihat.

    2. Keputusan Menteri Agama RI dari hasil sidang isbat, pada tanggal 1 Zulhijjah 1432 H/ 28 Nopember 2011 M tentang hari Raya Idul Adha untuk tahun 1432 H.

    3. Hasil musyawarah   Dewan Syariah Wahdah Islamiyah pada Tanggal:  1 Zulhijjah 1432 H/ 29 Nopember 2011 M.

Menetapkan           :

MEMUTUSKAN

  1. Hari Raya Idul Adha tahun 1432 H jatuh pada hari Ahad, bertepatan dengan tanggal 6 Nopember 2011 M.

  2. Menghimbau kepada segenap kaum muslimin agar memperbanyak ibadah pada 10 hari pertama bulan Zulhijjah sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Utamanya ibadah shalat sunnah, bersedekah, berpuasa dan berzikir.

  3. Menghimbau kepada segenap kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa sunnah pada hari Arafah yang bertepatan dengan hari Sabtu, tanggal 5 Nopember 2011 M, dan sebaiknya berpuasa sehari sebelumnya untuk menghindari berpuasa pada hari Sabtu secara tunggal.

  4. Hal yang belum ditetapkan tetapi sangat relevan, atau jika terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan seperlunya.

 

 DITETAPKAN      : DI MAKASSAR

      PADA TANGGAL :  1   Zulhijjah 1432 H / 29 Nopember 2011 M 

     

    DEWAN SYARIAH WAHDAH ISLAMIYAH 

     

    Ketua,                                                                 Sekretaris

      
     

    Bahrun Nida Muh. Amin, Lc.                   Rahmat Abd. Rahman, Lc. 
     
     

    Tembusan Kepada Ykh :

    1. Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah

    2. Ketua Dewan Syura Wahdah Islamiyah

    3. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Wahdah Islamiyah

    Artikulli paraprakPenutupan Dauroh Syar’iyyah Wahdah Bandung
    Artikulli tjetërDPC Tarakan Gelar Seminar Nasional

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini