Pemuda Yang Mendapatkan Naungan Allah

Date:

Dalam Islam pemuda memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ»

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR. Bukhari no. 1357 dan Muslim no. 1031).

Hadits yang mulia ini menunjukkan kepada kita betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan kepada diri seorang pemuda muslim dan juga menjelaskan betapa besarnya keutamaan bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini.

Imam Abu al-‘Ula al-Mubarakfuri berkata: “Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhusukan penyebutan ‘seorang pemuda’  karena usia muda adalah masa dimana berpotensi besar untuk dipengaruhi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah ketaatan kepada Allah tentu lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya nilai ketakwaan dalam diri orang tersebut” (Tuhfatul ahwadzi 7/57).

Salah seorang ‘ulama’ yakni beliau Syaikh Salim al-Hilali berkata: “Hadits tersebut menunjukkan keutamaan pemuda yang tumbuh dalam dalam ketaatan kepada Allah, sehingga dia selalu menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan” (Bahjatun naazhiriin  1/445).

Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ»

“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah” (HR Ahmad 2/263, Thabrani dalam “Al Mu’jamul kabir” 17/309, dan lain-lain, dinyatakan shahih dengan berbagai jalurnya oleh syaikh Albani dalam “ash-Shahiihah” no. 2843).

Yang dimaksudkan shabwah disini adalah pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan. Inilah contoh pemuda muslim yang dicintai oleh Allah Ta’ala dan pandai mensyukuri nikmat besar yang Allah Ta’ala anugrahkan kepadanya, serta mampu berjuang menundukkan hawa nafsunya pada saat-saat tarikan nafsu sedang kuat-kuatnya menjerat seorang manusia. Hal ini merupakan hal yang sangat sulit dan berat, maka wajar jika kemudian Allah Ta’ala memberikan balasan pahala dan keutamaan besar baginya.

Pentingnya Bimbingan Islam untuk meluruskan akhlak para pemuda

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin menyebutkan, “Sesungguhnya sebab-sebab (yang mendukung terjadinya) penyimpangan dan (banyak) masalah (di kalangan) para pemuda sangat banyak dan bermacam-macam, karena manusia di masa remaja akan mengalami pertumbuhan besar pada fisik, pikiran dan akalnya. Karena masa remaja adalah masa pertumbuhan, sehingga timbullah perubahan yang sangat cepat (pada dirinya). Oleh karena itulah, dalam masa ini sangat dibutuhkan tersedianya sarana-sarana untuk membatasi diri, mengekang nafsu dan pengarahan yang bijaksana untuk menuntun ke jalan yang lurus”.

Kemudian syaikh al-‘Utsaimin telah menjelaskan sebab-sebab yang harus ditempuh untuk memperbaiki ahklak para pemuda berdasarkan petunjuk agama Islam, di antaranya adalah:

  1. Memanfaatkan waktu secara maksimal

Waktu luang adalau suatu  anugerah yang diberikan oleh Allah kepada siapapun. Dengannya manusia dapat mengerjakan berbagai macam amal sholeh. Namun waktu yang kosong juga dapat menjadi penyakit yang merusak  akal dan potensi fisik manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika manusia tidak melakukan aktivitas dimana ia tidak banyak melakukan gerak dan berfikir maka pikirannya akan beku, akalnya akan buntu dan aktifitas dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk yang dapat mencelakakan dirinya sendiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»

“Ada dua nikmat (dari Allah Ta’ala) yang kurang diperhatikan oleh banyak manusia (yaitu) kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari no. 6049).

Pentingnya masalah waktu luang ini hingga Rasulullah pun mengingatkan perihal ini. Maka agar dapat memaksimalkan potensi penggunaan waktu caranya adalah seorang pemuda hendaknya berupaya dengan sekuat tenaga untuk mengisi waktu luangnya dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat untuk dirinya, seperti membaca, menulis, menuntut ilmu, bertafakur alam atau kegiatan lainnya, untuk terhindar dari kekosongan aktifitas.

  1. Memilih teman bergaul yang baik

Hal ini betul betul sangat penting karena dapat mempengaruhi akal seseorang yang mendapat pengaruh buruk dari teman pergaulannya. Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

“Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya” (HR Abu Dawud no. 4833)

Dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), maka penjual minyak wangi bisa jadi dia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya”  (HR. Bukhari no. 5214 dan Muslim no. 2628).

Hadits ini hadir menunjukkan keutamaan duduk dan bergaul atau berkumpul dengan orang-orang yang baik akhlak dan tingkah lakunya, karena ada pengaruh baik yang akan timbul dengan selalu menyertai mereka, sekaligus menunjukkan larangan bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya dan pelaku maksiat karena pengaruh buruk yang ditimbulkan dengan selalu menyertai mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang pemuda berusaha betul mencari teman bergaul dari kalangan orang-orang yang baik dan shaleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat dari kebaikan, keshalihan dan akalnya. Maka hendaknya seorang pemuda melihat keadaan orang-orang yang akan dijadikan teman bergaulnya, dengan memastikan keadaan dan akhlak mereka.

  1. Memilih sumber bacaan yang baik dan bermanfaat

Bacaan-bacaan yang mengandung unsur kesyirikan, perpecahan antar sesama muslim, memancing syahwat, dapat merusak akhlak perilaku seorang pemuda. Maka dari itu, hendaknya seorang pemuda menjauhi sumber-sumber bacaan semacam ini, dan beralih kepada sumber-sumber bacaan lain yang akan menumbuhkan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta menyuburkan keimanan dan amal shaleh dalam dirinya. Dan hendaknya dia bersabar dalam melakukan semua itu, karena hawa nafsunya akan menuntut dia dengan keras untuk kembali membaca bacaan-bacaan yang telah biasa dikonsumsinya, dan menjadikannya bosan serta jenuh untuk membaca bacaan-bacaan lain yang bermanfaat. Ibaratnya seperti orang yang berusaha melawan hawa nafsunya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah, tapi nafsunya enggan dan selalu ingin melakukan perbuatan yang sia-sia dan salah.

Sumber bacaan bermanfaat yang paling penting adalah al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang berisi riwayat-riwayat tafsir yang shahih dan penafsiran akal yang benar. Demikian juga hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama ahlus sunnah berdasarkan dua sumber hukum Islam ini.[]

Ahmad Daud

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Sudah 7 Bulan Lebih Digempur Oleh Roket Israel, Jangan Biarkan Gaza Sendiri!

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Waktu tujuh bulan lebih, bukanlah waktu...

Suarakan Bela Palestina, Ketua STIBA Orasi Menggunakan Tiga Bahasa

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wahdah Islamiyah sukses menggelar aksi bela...

Bela Palestina, Wahdah Islamiyah Se Indonesia Serukan Hentikan Genosida Di Palestina

MAKASSAR, wahdah.or.id – Ormas Islam Wahdah Islamiyah menggelar aksi...

Peduli Terhadap Gaza dan Palestina, Bukti Sejati Persaudaraan Seorang Muslim

Khutbah Pertama: إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله...