Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Lembaga Muslimah WI (1)
Jadikan Dakwah, Beri Pelatihan dan Penanganan Langsung
(Harian Fajar Makassar, 4 Februari 2008, Hal.21)

Beberapa waktu silam, memandikan serta pengkafanan jenazah, lebih banyak diserahkan pada kaum tetua. Namun kini, anak muda pun bisa ikut terlibat. Caranya, cukup ikuti pelatihan jenazah yang kerap diadakan Lembaga Muslimah Wahdah Islam.

Setelah sempat bolak-balik empat kali, akhirnya penulis bertemu dengan salah seorang pelatih jenazah dari Unit Sosial Lembaga Muslimah Wahdah Islamiyah (WI) Cabang Makassar, di Jl Abdullah Dg Sirua.

Namanya Darmawali, 30. Ia sehari-hari bertugas sebagai Ketua Litbang Lembaga Muslimah DPP Wahdah Islamiyah.

Dari balik cadarnya, terdengar suara lembut menyapa penulis. "Hm, sebenarnya pelatihan jenazah lagi kosong. Karena baru-baru ini kami adakan untuk siswa SMA," ujarnya.

Sempat penulis gamang, apalagi disebutkan biasanya pelatihan untuk umum hanya berlangsung dua kali sebulan. Sementara pelatihan internal, waktunya tak menentu.

Namun, cepat-cepat wanita ramah ini menawarkan proses pelatihan jenazah tersebut. "Bagaimana kalau saya sendiri saja? Karena teman-teman lain sedang mengikuti tarbiyah (pelajaran agama, red)," tawar wanita berjubah cokelat ini.

Sesaat ia pamit kepada rekan-rekannya yang sore itu masih mengikuti pelajaran tarbiyah.

Diajaknya penulis menuju kantor Wahdah Islamiyah yang berada di Jl Swadaya, beberapa meter dari tempat semula. Sambil berjalan, wanita lulusan Fakultas Teknik Mesin Unhas ini bercerita, awal mula ia bergelut dengan profesi itu.

"Waktu masih mahasiswa, saya memang sudah aktif ikut pelatihan jenazah. Tapi benar-benar mengurus jenazah betulan di tahun 2001," katanya mengawal kisah.

Bagaimana rasanya mengurus jenazah pertama kali? Ternyata, wanita asli Makassar ini mengaku nyalinya tak ciut. Rasa sedih, baginya pasti ada.

Meski yang diurus bukanlah keluarga sendiri. Tetapi, perasaan sedih membuncah kala yang dimandikan dan dikafani adalah keluarga sendiri. "Keluarga yang pernah saya urus langsung adalah nenek," jawabnya.

Ia kembali bertutur, sempat miris melihat tradisi yang berkembang di masyarakat. Kebanyakan pengurusan jenazah hanya diserahkan pada orang-orang tua. Di satu sisi, tata cara pengurusan jenazah kadang kala sudah melenceng dari syari’ah.

"Misalnya, pas jenazah dimandikan, masih ditaburi beras atau bunga. Kadang juga pakai dupa. Itu kan tidak ada dalam aturan agama," tegasnya.

Berawal dari sanalah, makin kuat motivasinya untuk mengubah paradigma masyarakat. Tak hanya memberi pelatihan, ia dan timnya, terjun langsung menangani jenazah saat dibutuhkan. "Kami memang kerja sosial, Mbak. Kadang dibayar, kadang tidak. Tapi lebih banyak yang tidak," ucapnya tersenyum.

Diakuinya, pekerjaan tersebut memang non profit. "Tujuan kita kan sekadar mencari pahala Allah, terutama sebagai dakwah, " sambungnya. Pembicara sejenak terpotong, ketika tempat yang dituju kini di hadapan kami.

Sebuah bangunan semi modern dengan kombinasi cat hijau. Di dalamnya, seorang wanita bercadar, tengah asyik menggunting karton. Rupanya, ia hendak membuat huruf spanduk.

Wanita yang dikenal dengan Apriyani itu pun mempersilakan penulis duduk. Kemudian, ia kembali hanyut dengan tugasnya. Di tempat sama, Darma bergegas ke dalam.

Tak sampai lima menit, ia muncul sambil menenteng kantung plastik putih. "Ini perlengkapan mayat satu paket, Mbak. Di dalam sudah lengkap, " katanya sambil mengeluarkan satu-satu barang di kantung itu.

Perlengkapan pertama yang ditunjukkan adalah alat mandi. Alat mandi itu terdiri gayung, sabun, shampo, sisir, pemotong kuku, kapur barus, kain pengganti.

Yang lainnya adalah perlengkapan pengkafanan. Mulai terpal plastik, kain kafan, parfum, tali rafia, kapas, benang, dan jarum. "Harga satu paket ini Rp250 ribu, sudah termasuk satu tim yang terdiri tiga orang, " ulasnya. Harga itu, tidak termasuk ambulans. (bersambung)-LAPORAN: Dian Muhtadiah – http://fajar.co.id/news.php?newsid=54056

 

Artikulli paraprakWahdah Adakan Mudzakarah Waktu Shalat
Artikulli tjetërDepag Perlu Fasilitasi Penentuan Waktu Shalat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini