Partai Islam Jangan Kalah Gertak

Muhammad Zaitun Rasmin
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah
(Sabili, Kolom Telaah Utama Edisi No.23 TH.XVI 11 Jumadil Akhir 1430 Hal.44)

Seyogyanya, partai Islam memperjuangkan aspirasi kaum Muslimin, terlepas dari berbagai kekurangan dan kelemahan yang mereka miliki. Yang penting kita harus positif thingking, mereka saudara-saudara kita yang harus didukung. 

Namun sayang sekali, ada kelemahan yang mencolok, misalnya, ada partai Islam yang punya keberanian menyuarakan aspirasi penegakan syariat Islam, tetapi masih sangat kecil dan kurang diperhitungkan.  Ada juga partai Islam yang punya potensi besar, tapi tampaknya tidak punya keberanian untuk menyuarakan aspirasi kaum Muslimin, entah ini sebuah strategi atau bukan.

Sangat disayangkan jika ada statemen atau sikap yang kontraproduktif dengan umat Islam itu sendiri. Misalnya ungkapan, kami tidak akan menegakkan syariat Islam. Pernyataan itu, jelas sangat menyakiti kaum muslimin. Pengecualiannya kalau statemen tersebut dilengkapi dengan alasan strategi. Terpenting, komunikasikan dulu dengan kaum Muslimin dan tokoh-tokoh Islam.

Sangat disayangkan ketika itu, umat Islam tidak dalam wadah satu partai. Yang terjadi malah beragam. Momentum itu akhirnya tak bisa dimanfaatkan. Ternyata kondisi kaum Muslimin belum siap. Disamping ada kelemahan dari partai Islam itu sendiri di dalam menggalang potensi kaum Muslimin sehingga belum menjadi pilihan.

Mungkinkah untuk menyatukan parati Islam ? Bisa saja, tetapi yang harus dilakukan adalah inisiatif dari tokoh-tokoh Islam dan yang lain mau menerima untuk berkomunikasi. Kita punya potensi, tapi inisiatornya kadang kurang.

Untuk mewujudkan kepentingan bangsa diperlukan kontrak politik. Persoalannya siapa yang lebih dulu melakukan kontrak politik itu. Sebab saat ini organisasi-organisasi Islam yang besar  tidak punya inisiatif untuk itu. Karenanya tidak terlalu diperhitungkan. Nah yang bisa, barangkali adalah partai-partai politik Islam kalau  bisa mereka mengajukan untuk kontrak politik itu dalam koalisi. Apalagi kalau mereka bisa melakukan kesatuan atau komunikasi di antara mereka dulu ke pihak yang akan berkoalisi. Tentukan kontrak untuk kepentingan kaum Muslimin, termasuk masalah Ahmadiyah.

Ini kesempatan kalau ada keseriusan untuk mengapresiasikan. Sebab, kita tidak juga muluk-muluk dan tidak serta partai politik minta presiden terpilih untuk menegakkan syariat Islam. Paling hal-hal yang pokok, misalnya persoalan Ahmadiyah, kirstenisasi, dan moralitas bangsa. (Adhes Satria)
 

Artikulli paraprakWahdah Minta Klarifikasi Presiden PKS tentang “Selembar Kain Saja Kok Dirisaukan”
Artikulli tjetërPencetak Dai dari Timur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini