Mutiara Nasehat Syekh Nashr al-Umar: Malam dan Al-Qur’an

Date:

[arabic-font] 

كثيرون يظنون أن قراءة القرآن في نهار رمضان حال الصيام أفضل، والصحيح أن الفضل متعلق برمضان كله، وأفضل ذلك في الليل وكان جبريل عليه السلام يلقى النبي (ﷺ) ليلاً فيدارسه القرآن …

ولك أن تتأمل العلاقة الوثيقة بين الليل وبين القرآن في آيات
كثيرة، وتتأكد في رمضان :
اقرأ قوله تعالى :

{ إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ } سورة القدر..
{ إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ } سورة الدخان ..
{ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا } سورة الإسراء ..
{ قُمِ اللَّيْلَ } المزمل ..

فعلاقة الليل بالقرآن وثيقة جداً؛ لسكونه وهدأة الخلق وصفاء النفس فيه ..
فهل أنت تقضي ليلك في رمضان مع القرآن تالياً ومتدبراً  كما السلف ؟!!..

د/ ناصـر العمــر ..

[/arabic-font]

Terjemah:

Kebanyakan orang mengira bahwa membaca Al-Qur’an pada siang hari Ramadhan saat bepuasa lebih afdhal. Yang benar adalah bahwa keutamaan (fadhl) berkaitan dengan Ramadhan secara keseluruhan, dan yang paling afdhal sepanjang Ramadhan adalah waktu malamnya. Malaikat Jibril ‘alaihissalam datang kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam lalu mudarasah Al Qur’an bersama beliau.

Renungkanlah hubungan yang erat antara waktu malam dengan Al Qur’an dalam ayat yang banyak, dan hal itu lebih tegas pada bulan Ramadhan; Bacalah firman Allah;

“Sesungguhnya kami telah menurunkan al Qur’an pada malam kemuliaan” (al Qadr;1).
“Sesungguhnya kami telah menurunkan al Qur’an pada malam yang penuh berkah” (ad Dukhan;1)

“Dan bacalah al Qur’an pada waktu fajar, sesungghnya (bacaan) Al Qur’an pada waktu fajar disaksikan (Malaikat)”. (Al Isra;78)

“Shalatlah pada waktu malam”

Hubungan antara malam dan Al Qur’an sangat erat sekali, karena pada malam hari suasana tenang, tentram, dan jiwa dalam keadaan teduh.
Apakah anda telah menghabiskan malam-malammu pada bulan Ramadhan bersama Al Qur’an dengan membaca dan mentadabburinya seperti para salaf. (Syekh. Prof. DR. Nashr bin Sulaiman al-Umar).

Sumber: Grup Whatsapp Muassasah Muslim (02/07/2015).

=====================================================

Syekh Prof. DR. Nashr bin Sulaiman al-Umar adalah Pendiri dan mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Ulama Muslim Sedunia dan Pendiri sekaligus Ketua Lembaga Tadabbur al-Qur’an Internasional. Beliau juga pendiri dan pemimpin Muassasah Muslim dengan websitenya almoslem.net.  Silsilah mutiara nasehat ini diambil dan diterjemahkan dari Whatsapp Muassasah Muslim yang beliau pimpin.

 

Syamsuddin Al-Munawiy
Syamsuddin Al-Munawiy
Beliau merupakan pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah (Tingkat SMA) Kab. Bogor dan Merupakan Asisten Ketua Umum Wahdah Islamiyah serta saat ini melanjutkan pendidikan Doktor Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Pondok Pesantren Abu Bakar Ash-Shiddiq: Wadah Baru untuk Pendidikan dan Dakwah Islam di Kawasan Bontobahari Bulukumba

BULUKUMBA, wahdah.or.id - Proses pembangunan Pondok Pesantren Abu Bakar...

Mitra Wahdah di Gaza: Terima Kasih Wahdah, Terima Kasih Indonesia

MAKASSAR, wahdah.or.id - Wahdah Islamiyah dan Komite Solidaritas (KITA)...

Rakyat Gaza Kembali Diserang, Wahdah Islamiyah Respon Kondisi Terkini dengan Aksi Bela Palestina

MAKASSAR, wahdah.or.id - Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan 1446...

Gagas Perubahan: Pemudi Wahdah Perkuat Kolaborasi Antar Komunitas di Ramadan Talk

MAKASSAR, wahdah.or.id - Sebanyak 70 pemuda perwakilan komunitas, remaja...