MUSUH-MUSUH MANUSIA
Oleh : Reo Adi Syahputra, S.Si.
(Kepsek SMAS Ibnu Abbas, Sekolah Wahdah Islamiyah Muna)

Kita memahami, bahwa Allah Ta’ala menciptakan fitrah dalam diri manusia, yaitu dapat mengetahui dan mengenal kebenaran, serta menjauhi dan menghindari kebathilan. Namun bukan berarti bahwa mengamalkan al haq atau menghindari kebathilan adalah sesuatu yang mudah.
Ada beberapa rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada musuh yang selalu menghalangi dari jalan al haq. Dan sebaliknya ada musuh yang selalu berusaha membimbing ke arah yang bathil.

Musuh-musuh ini memberikan gambaran tentang kebenaran dan kebathilan al haq, yang semestinya indah, menjanjikan kebaikan dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, digambarkan oleh musuh manusia sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyusahkan. Sebaliknya yang bathil, yang mestinya menjijikkan dan berujung pada penderitaan, digambarkan oleh musuh manusia sebagai keindahan nan menyenangkan. Akhirnya banyak orang yang terpedaya, meninggalkan jalan yang benar dan mengikuti jalan yang bathil, naudzubillah.

Karenanya, wahai saudara-saudaraku kita perlu mengetahui musuh-musuh itu, agar dapat bersikap. Musuh tetaplah musuh, bukan sebagai teman, apalagi sebagai pembimbing. Siapakah musuh-musuh yang selalu berusaha mengajak manusia kepada perbuatan batil dan keliru?

Musuh yang pertama adalah setan.
Berbagai macam cara ditempuh oleh setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kebathilan dan menghalangi manusia dari al haq. Allah Ta’ala berfirman “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Terj Qs Al Baqarah: 208). Dan setan ini sering berhasil menjadikan manusia sebagai pengikutnya. Hanya orang-orang ikhlas dalam ibadahnya yang selamat dari makar dan tipu daya setan. Hanya orang-orang yang beriman yang bisa menjadikan kita termasuk orang-orang beriman yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Musuh manusia yang kedua, adalah nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan.
Hawa nafsu ini cenderung kepada kebathilan, menghalangi manusia agar tidak menerima kebenaran dan tidak mengamalkannya. Firman Allah Ta’ala “Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti keinginan (hawa nasfu)nya” (Terj Qs Al Qashas: 50). Jika jiwa ini muthmainnah (tenang dalam kebenaran), lebih mengutamakan yang hak, maka dia akan membimbing manusia ke arah yang benar dan berjalan di atas jalan keselamatan. Allah Ta’ala berfirman “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi” (Terj Qs Al Fajr: 27-28). Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa jiwa yang mutmainnah adalah jiwa yang tentram dengan pahala dari Allah Ta’ala.

Musuh manusia yang ketiga, adalah menjadikan hawa nafsu ini sebagai ilah
Berupa menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan selain Allah Ta’ala. Disebutkan dalam firman Allah: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya (sesembahannya). Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (Terj Qs. Al Furqan: 43). Seseorang yang selalu memperturutkan segala keinginannya, ia tidak akan peduli dengan akibat buruknya. Dalam sebuah atsar diriwayatkan, di bawah kolong langit ini, tidak ada yang lebih jelek dibandingkan hawa nafsu yang diperturutkan.

Adapun musuh manusia yang keempat adalah gemerlap dunia, kenikmatan dan hiasannya. Keindahan dunia dan berbagai kenikmatan semunya, telah menipu banyak orang, membuat manusia lupa kepada tujuan hidupnya yang hakiki. Padahal kehidupan akhirat dan segala isinya jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan dunia yang fana. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedangkan apa yang disisi Allah, adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (Terj Qs. Al Qashash: 60) Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman: “Tetapi kamu (orang-orang) kafir lebih memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Terj Qs. Al A’la: 16-17).

Demikian beberapa musuh yang sering menghalangi manusia dari berbuat amal shalih. Semoga Allah Azza wa jalla melindungi kita semua dari semua makar dan tipu daya yang menyesatkan. Sholawat kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat.

Artikulli paraprakWahdah Islamiyah Bersama Ormas-ormas Islam Dirikan POROZ
Artikulli tjetërWahdah Islamiyah Jajaki Kerjasama Dengan DLHK Sultra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini