Muslimah Wahdah Hadirkan Astri Ivo di Graha Pena

 
Produk Kosmetik An-Nuuroh bekerja sama dengan Bagian Pembinaan Keluarga Muslimah (BPKM) Lembaga Muslimah DPP Wahdah Islamiyah, gelar Seminar Pengembangan Pola Asuh Anak di Aula Graha Pena Fajar Jl.Urip Sumiharjo Ahad, 14 Desember 2008.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 400 orang yang berasal dari kalangan ibu-ibu maupun para remaja muslimah. Acara ini diisi oleh dua pemateri, yaitu pemerhati anak dan remaja ibukota Astri Ivo  dan dr. Hj. Suhaemah Anshar, SPA

Menurut  Ketua BPKM Lembaga Muslimah WI Harniati Latif, SE, seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para ibu bagaimana mendidik buah hati dengan cerdas serta memberikan pengarahan polah asuh secara optimal baik dari sisi ruhiyah dan lahiriyah.

Materi pertama yang dibawakan oleh Dr. Hj. Suhaemah Anshar, SPA ini berisikan tentang Nutrisi yang tepat untuk pengembangan pola asuh anak. Menurut dokter anak yang sehari-harinya bertugas di RB. Fatima, bahwa hasil  penelitian  bayi yang mendapat ASI eksklusif dari 0 sampai 6 bulan memiliki banyak keunggulan dibanding mereka yang menggunakan susu formula. Diantaranya yang pertama, aspek gizi yang sangat banyak terkandung di dalam ASI yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, dan kolestrum yang sangat penting untuk kekebalan daya tahan tubuh bayi.  ASI juga lebih mudah dicerna oleh bayi karena mengandung prebiotik dan probiotik, juga mengandung taurin yang penting untuk mengantarkan stimulus ke otak, dha dan aa yang berfungsi dalam pembentukan otak secara optimal. Secara psikologis pun ASI sangat penting untuk hubungan ibu dan anak secara lahir dan batin.

Pemateri kedua yakni Astri Ivo, yang juga merupakan Daiyyah Jakarta ini baru tiba di lokasi acara jelang siang, dan beliau langsung menyapa para peserta seminar serta anak-anak mereka yang sedang berkeliaran di sekitar panggung. Dalam pemaparannya, Astri Ivo memulai dengan pembacaan surah Adz.  Dzariyat ayat 56 bahwa  Keberadaan manusia di muka bumi memiliki misi yakni beribadah pada Allah. Allah menciptakan manusia bashirah yang dipakai manusia untuk memahami dan menjalankan misi hidupnya.

Seorang ibu memiliki peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Ibu merupakan madrasah, sekolah bagi anaknya. Sehingga untuk menjadi seorang ibu yang sukses adalah yang memiliki ilmu. Seorang anak mencontoh ibunya. Bagaimana seorang anak bisa memiliki akhlakul karimah jika seorang ibu tidak meneladankan pada anaknya akhlakul karimah. Seorang ibu hendaknya membacakan kisah-kisah nabi dan sahabat untuk mereka ambil pelajaran bukannya menceritakan cerita-cerita yang tidak benar. Seorang ibu juga seorang murobbiyah (Pembina) bagi anak-anaknya, pendidik dan teladan bagi anak-anaknya. Karena demikianlah tugas utama dari seorang ibu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda bahwa surga berada dibawah telapak kaki ibu. Ini merupakan investasi besar bagi  seorang ibu.

Seorang ibu bukan hanya cerdas intelektual, tapi cerdas spiritual. Seorang anak diberikan potensi meniru oleh Allah, sehingga seorang anak akan meniru apa yang dihadapannya, termasuk apa yang dilakukan oleh ibunya.

lanjut, penanggung jawab rubrik salah satu majalah remaja ini, bahwa Seorang istri harus berusaha memenej waktu sebaik mungkin untuk diri, suami dan anak-anaknya. Tunaikan hak diri dengan merawat kesehatan dan kecantikan sebagai bentuk syukur kepada Allah dan sang suami. Seorang wanita muslimah hendaknya memiliki 5B : beauty (cantik fisik dan hati), brain (cerdas), behavior (memiliki akhlakul karimah), believe (keimanan yang kuat, aqidah shohih),dan braif (berani).
 

Artikulli paraprakWahdah Yogya Tuan Rumah Coaching Wilayah Jawa
Artikulli tjetërForum Muslimah Dakwah Kampus Gelar Hajatan Nasional di Makassar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini