Muslim Indonesia: Bisa!

Laporan: Ilham Jaya, Lc, MA (Pasca Sarjana King Su’ud Riyadh University)

Riyad
, Di tengah kampanye penolakan dunia ilmu pengetahuan khususnya ilmuan muslim terhadap teori evolusi, Dr. Yogi Erlangga, menawarkan wacana berbeda. Pada segi tertentu, evolusi manusia ada benarnya.

“Teori evolusi dalam dunia manusia bisa dibenarkan dalam dunia ilmu pengetahuan. Sebab capaian ilmu pengetahuan manusia dewasa ini adalah akumulasi dan hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan manusia sebelumnya,” papar Pak Yogi, demikian sapaan akrabnya.

Pandangan tersebut mengemuka dalam seminar pendidikan bertajuk “Nilai-nilai Kehidupan Menuju Muslim yang Bermartabat dan
Berintegritas” .

Nara sumber utama dalam seminar tersebut adalah ilmuan muda muslim tanah air, Dr. Yogi Erlangga. Alumni ITB tahun 1998 ini menyelesaikan master dan doktornya di Technishe Universiteit Delft, Belanda. Di negeri Kincir Angin itu, Yogi yang saat itu berusia 31 tahun meraih doktornya dalam bidang matematika terapan. Tidak main-main, disertasinya dinobatkan oleh NMC sebagai karya ilmiah terbaik di Belanda tahun 2005.

Peneliti yang produktif mempublikasikan hasil kajiannya dalam banyak jurnal ilmiah dunia itu kini bekerja sebagai asisten professor bidang matematika di College of Science, Alfaisal University Riyad, Saudi Arabia.

Seminar yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Riyad tersebut dirangkaikan dengan pekenalan mahasiswa baru King Saud University angkatan 2010-2011.

Rangkaian acara yang terselenggara Senin (25/10) malam di Aula Sekolah Indonesia (SIR) Riyad tersebut berlangsung semarak. Apalagi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kerajaan Arab Saudi, Bapak Drs. H. Gatot Abdullah Mansyur menyempatkan diri hadir sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya, Dubes RI mengingatkan peserta yang sebagian besar mahasiswa untuk menyadari tantangan perjuangan menuntaskan agenda reformasi yang belum sepenuhnya tuntas.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Atase Pendidikan KBRI Riyad, Dr. Muhammad Luthfi, Kepala Sekolah SIR, para guru, pegawai, dan siswa SIR.

Dalam pemaparannya, Yogi Erlangga mengungkap keprihatinannya terhadap mentalitas segelintir umat Islam yang belum sungguh-sungguh menghargai pengembangan ilmu pengetahuan. “Dibandingkan dengan masyarakat pada sebagian negara Barat, umat kita masih tertinggal jauh. Padahal, potensi sumber daya manusia kita bisa bersaing  dengan bangsa-bangsa lain, “ keluhnya.

Di akhir pemaparannya, Yogi menitipkan pesan kepada calon mahasiswa Indonesia di Saudi Arabia agar tetap mengorientasikan ilmunya buat kemajuan bangsa guna mewujudkan muslim yang bermartabat dan berintegritas.(*)

Artikulli paraprakCatatan Perjalanan Relawan TPM Wahdah Islamiyah Yogya 11 November 2010
Artikulli tjetërUstadz Yusran Jelaskan Keputusan Dewan Syariah Shalat Ied Hari Rabu 17 November dan Puasa Arafah Se

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini